UNTUK INDONESIA
Ancaman Penularan Penyakit Sifilis
Sifilis digolongkan sebagai penyakit menular seksual yang bisa mengancam jiwa penderitanya. Berikut ancaman penularan sifilis.
llustrasi Hubungan Seksual. (Foto: Pixabay/birgl)

Jakarta - Sifilis tergolong penyakit infeksi menular seksual akibat bakteri Treponema Pallidium. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ otak, sistem saraf, jantung hingga mengancam jiwa penderitanya.

Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Wresti Indriatmi mengatakan risiko tertular sifilis melalui satu hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi sekitar 3-10 persen.

Penyakit ini juga menular dari ibu hamil kepada bayi atau janin saat dalam kandungan atau ketika melewati jalan lahir yang terdapat lesi sifilis, atau menular melalui darah atau produk darah yang tercemar.

Jika infeksi tidak diobati akan merusak organ-organ tubuh.

Gejala sifilis bergantung pada stadium penyakitnya. Secara umum, ada empat stadium sifilis, yakni primer, sekunder, laten dan tersier. Pada sifilis primer, bakteri memperbanyak diri pada tempat inokulasi dan membentuk chancre (lesi pada kulit yang keras, tidak gatal, biasanya berdiameter antara 1 cm dan 2 cm).

Pada stadium sekunder, sifilis menyebar ke kelenjar getah bening setempat, kemudian ke pembuluh darah. Sedangkan stadium sifilis laten, penyakit itu sudah mulai mengenai banyak organ tubuh hingga akhirnya pada tingkatan tersier, terjadi infeksi atau inflamasi pembuluh darah dalam susunan syaraf pusat dan sistem kardiovaskular, atau membentuk lesi gumma.

"Jika infeksi tidak diobati akan merusak organ-organ tubuh seperti kebutaan, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, dimensia, tuli, impotensi, hati bahkan kematian," ucap Wresti beberapa waktu lalu, seperti diberitakan Antara

Menurut Wresti, tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan pada gejala sifilis laki-laki atau perempuan. Namun, penderita laki-laki cenderung lebih banyak dibandingkan perempuan.

Mengenai pemeriksaan terhadap sifilis, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDSV dari Klinik Pramudia menjelaskan ada empat tahapan yang biasa dilalui pasien, yakni pemeriksaan fisik pada selaput lendir dan kulit pada stadium primer dan sekunder.

Setelah itu, pemeriksaan laboratorium serologi darah (VDRL, TPHA) yang lazim digunakan untuk skrining awal dan lanjut, diikuti pemeriksaan Dark-Field Microscopy dan pemeriksaan CSF/Carian Serebrospinal pada Neurosifilis.

"Jika sudah diketahui seseorang terkena sifilis, maka perlu segera dilaksanakan tatalaksana pengobatan sifilis. Hingga saat ini bakteri Treponema Pallidum masih sensitif terhadap antibiotik penisilin, sehingga obat pilihan utama terapi tetap dengan pemberian antibiotik golongan penisilin," kata Anthony.

Menurut dia, pemberian penisilin dapat melalui oral atau injeksi intramuskular dengan dosis yang berbeda-beda, tetapi itu bergantung dengan stadium penyakit sifilis dan co-morbidititas (penyakit atau kondisi penyerta). []

Baca juga:

Berita terkait
Gejala Perut Kembung dan Cara Mencegahnya
Perut kembung merupakan gejala ketika timbulnya rasa tidak nyaman di dalam perut. Berikut ulasannya.
Empat Penyakit yang Disembuhkan dengan Seks
Hubungan intim atau seks dengan pasangan resmi bisa menjadi aktivitas fisik yang menyehatkan dan dapat menyembuhkan penyakit.
Jenis dan Gejala Penyakit Paru yang Mengintai
Penyakit paru-paru memiliki beragam jenis dengan gejala yang berbeda. Berikut ulasannya.
0
Jadwal Lengkap Acara Televisi Nasional Sabtu 24 Oktober 2020
Ragam program televisi nasional siap menghibur Anda pada Sabtu 24 Oktober 2020.