UNTUK INDONESIA
Allegri Bantah Juventus Bergantung Kepada Ronaldo
Pelatih Massimiliano Allegri membantah bila Juventus terlalu bergantung kepada Cristiano Ronaldo.
Pemain depan Juventus Cristiano Ronaldo tak kuasa menahan kesedihan setelah timnya tersingkir di Liga Champions. Juve kalah 1-2 dari Ajax di Stadion Allianz, Rabu, 17 April 2019 dinihari WIB. (Foto: dailymail.co.uk)

Jakarta - Juventus terlalu bergantung kepada satu pemain, Cristiano Ronaldo. Ini terlihat saat Juve dikalahkan Ajax Amsterdam 1-2. Namun pelatih Massimiliano Allegri membantah bila Juve hanya mengandalkan seorang pemain. Hanya, dia mengakui bila eks bintang Real Madrid ini sudah memberi kontribusi besar bagi La Vecchia Signora di kompetisi Liga Champions. 

Ronaldo mencetak gol di dua pertandingan perempat final Liga Champions melawan Ajax. Di laga pertama di Johan Cruijff Arena, kapten Portugal ini membobol gawang tuan rumah. Namun keunggulan Juve gagal dipertahankan karena Ajax mampu menyamakan skor lewat David Neres dan mengakhiri laga dengan skor 1-1.

Di laga kedua di kandang sendiri di Stadion Allianz, Rabu, 17 April 2019, dinihari WIB, Ronaldo mengawali performa menawan Bianconeri lewat golnya. Hanya, lagi-lagi, Juve tak bisa menjaga keunggulan tersebut karena performa tim yang menurun. Lebih parah lagi, gawang Wojciech Szczesny malah dua kali dibobol. Akibatnya, Juve kalah 1-2. Mereka pun tersingkir karena kalah agregat 2-3. 

Menanggapi ketergantungan Juve terhadap Ronaldo, Allegri membantah bila tim terlalu bergantung kepada seorang bintang. Menurut dia Ronaldo sudah memberikan kontribusi besar bagi tim. Hanya dia mengakui bila tim kehilangan banyak pemain yang menjadikan skuat tak lengkap saat menghadapi Ajax. 

"Tidak, tidak benar itu. Ronaldo telah memberi kontribusi besar bagi kami di kompetisi ini. Hanya saat mencapai perempat final, Anda butuh setiap pemain," kata Allegri.

"Saya selalu katakan bila ingin memenangi Liga Champions, Anda harus dalam performa dan kebugaran yang bagus. Sebaliknya kami justru berada pada situasi darurat," ujarnya. 

Menurut dia absennya beberapa pemain sangat mempengaruhi kekuatan Juve. Padahal mereka berlaga di Liga Champions dengan persaingan yang sangat ketat. Akibatnya Juve kehilangan kesatuan dan organisasi permainan.

"Kami kehilangan empat atau lima pemain. Sementara, Daniele Rugani dan Leonardo Bonucci hanya mampu bermain bagus selama 50 menit. Akibatnya, kami kehilangan kesatuan dan organisasi. Dan, ini memberi keuntungan bagi Ajax," ujar Allegri yang belum pernah membawa tim asuhannya, baik Juve maupun AC Milan, menjadi juara Liga Champions.

Juve diantarnya dua kalinya mencapai final. Di final 2015, Juve kalah 1-3 dari Barcelona. Sedangkan di final 2017, mereka kalah 1-4 dari Real Madrid. []

Baca juga:

Kejutan, Singkirkan Juventus, Ajax ke Semifinal

Juventus vs Ajax, Susunan Tim dan Prediksi

Juventus vs Ajax, Ronaldo Tak Akan Dikawal De Ligt

Ajax vs Juventus, Hati-hati di Laga Kedua

Berita terkait
0
Usai Lawan PSS, Kalezic Mundur Sebagai Pelatih PSM
Pelatih Darije Kalezic menjalani laga terakhir bersama PSM Makassar saat menjamu PSS Sleman di Makassar, Minggu 15 Desember 2019.