Jakarta - Tidak ada yang perlu dirisaukan dari seorang Cristiano Ronaldo. Pelatih Ajax Amsterdam Erik ten Hag tegaskan Ronaldo tidak akan mendapat pengawalan khusus dalam duel melawan Juventus di perempat final kedua Liga Champions di Stadion Allianz, Selasa atau Rabu, 17 April 2019 dinihari WIB. 

Diakui Ten Hag bila Ronaldo mampu menjadi pembeda di Juve. Di laga pertama di kandang Ajax di Johan Cruijff Arena, Ronaldo menunjukkan kualitasnya. Meski baru pertama kali diturunkan setelah pulih dari cedera paha, dirinya langsung mencetak gol. Beruntung bagi Ajax karena keunggulan Juve digagalkan oleh bintang mudanya, David Neres. 

Skor imbang 1-1 mengakhiri duel pertama tersebut. Hasil itu memang agak menyulitkan Ajax di laga kedua karena mereka harus mengalahkan Juve bila ingin lolos ke semifinal. Atau setidaknya memaksakan imbang dengan skor minimal 2-2. Dengan demikian, Ajax mencetak gol tandang lebih banyak dan menyingkirkan Bianconeri

Meski memperhitungkan Ronaldo, namun Ten Hag tegaskan tidak akan menugaskan pemain untuk mematikan pemain depan asal Portugal ini. Menurut dia Ajax tidak mengenal gaya bermain dengan mematikan lawan. 

"Kami tidak akan mematikan Ronaldo. Hal yang memang tidak pernah kami lakukan di Ajax. Meski demikian harus diakui bila Juve lebih difavoritkan, terutama setelah hasil imbang 1-1 di Amsterdam," kata Ten Hag. 

Dilanjutkannya, "Di laga kedua ini, kami harus bisa mencetak gol. Kami harus melampaui batas kami lagi. Kami tahu itu. Dan, kami akan menunjukkan bisa melakukannya bila bermain bagus."

Kapten Ajax Matthijs de Ligt yang akan berhadapan langsung dengan Ronaldo pun menyatakan bila pelatih tidak memberikan tugas khusus mematikan eks pemain Real Madrid ini. Namun bek berusia 19 ini mengakui bila Ronaldo tetap harus diwaspadai. 

"Ronaldo tak ubahnya predator saat berada di kotak penalti. Di selalu bisa memanfaatkan peluang, sekecil apa pun. Dia juga sangat cepat. Hanya tidak ada perhatian khusus terhadap dia," jawab De Ligt yang dikabarkan hendak pindah ke Barcelona musim ini. 

Menghadapi lawan yang lebih diunggulkan memang tak membuat Ajax keder. Mereka tetap optimistis mengulang sukses seperti saat menyingkirkan Madrid di babak 16 Besar. Di laga tersebut, Ajax sama sekali tak diunggulkan. Apalagi di pertandingan pertama di Amsterdam, mereka dipaksa menyerah 1-2.

Namun dalam duel di Santiago Bernabeu, Madrid justru mengalami mimpi buruk. Mereka dihajar Frenkie de Jong dkk dengan skor besar 1-4. Bahkan permainan ofensif Ajax sudah membawa mereka unggul saat laga baru berjalan tujuh menit. 

"Persoalannya, Juve punya kultur sepak bola yang berbeda dengan Madrid. Pekan lalu, kami menguasai permainan tetapi tak bisa mencetak lebih banyak gol. Tetapi kami ingin mengulangi momen tak terlupakan seperti di babak sebelumnya. Kepercayaan diri dan mentalitas kami makin kuat menghadapi pertandingan ini," tandasnya. 

Di laga itu, Ajax terancam kehilangan De Jong yang cedera paha di pertandingan Eredivisie Belanda. Meski diragukan, namun De Jong sudah bisa mengikuti latihan. Ten Hag berharap De Jong bisa dimainkan. Pasalnya, dia termasuk pemain yang diwaspadai oleh Juve.

"Saya yakin dia bisa bermain. Tetapi Frenkie yang akan memutuskan apakah dia siap di pertandingan ini atau tidak. Selanjutnya, saya yang akan memutuskan soal diturunkannya atau tidak," jawab Ten Hag. []

Baca juga;

Ajax vs Juventus, Hati-hati di Laga Kedua 

Ronaldo ke Parma, Tiket Naik