UNTUK INDONESIA
Alasan KPU Tolak Permohonan Prabowo-Sandiaga
KPU keberatan dengan perbaikan permohonan kubu Prabowo-Sandiaga dalam sidang sengketa Pilpres 2019.
Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kanan) dan Denny Indrayana (kiri) selaku pihak pemohon mengikuti sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang PHPU Pilpres 2019 itu akan dilanjutkan pada Selasa (18/6/2019) dengan agenda mendengar jawaban termohon, keterangan pihak terkait dan Bawaslu. (Foto:/Hafidz Mubarak A/wsj).

Jakarta - Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin keberatan dengan perbaikan permohonan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ali menjelaskan alasannya dalam sidang lanjutan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ali mengatakan, berkas permohonan yang telah diregistrasi Mahkamah Konstitusi (MK) pada 11 Juni 2019 berbeda dengan yang dibacakan di sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 pada Selasa 18 Juni 2019.

"Bila permohonan pada 10 Juni diakui sebagai perbaikan permohonan, hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena telah terjadi perubahan substansi permohonan," ujar Ali, dikutip Antara, Selasa 18 Juni 2019.

Tertanggal 10 Juni 2019, pemohon telah mengubah rumusan dalil dalam surat gugatan (posita) dan permintaan dikabulkan kepada hakim (petitum). Karena jauh berbeda dengan permohonan awal, kata Ali, hal itu tak dapat diterima.

Permohonan kubu Prabowo-Sandiaga 10 Juni 2019 telah mendalilkan bahwa termohon telah melakukan kecurangan atau kesalahan dalam penghitungan suara, sementara pada permohonan bertanggal 24 Mei pemohon tidak menyebutkan hal tersebut.

"Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya pemohon mengakui kinerja termohon, bahwa termohon telah melakukan fungsi dan khasnya dengan baik dan benar," kata Ali.

Menurut Ali, tuduhan dalam dalil pemohon atas kecurangan atau kesalahan KPU dalam penghitungan suara yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), harus dibuktikan oleh pihak pemohon.

Baca juga:

Berita terkait
0
137 Crosser Adu Skill di Bupati Jeneponto Cup
Sebanyak 137 crosser memeriahkan Bupati Jenepoto Cup 2019. Crosser Yogyakarta mampu memenangi kelas bergengsi, 4 tak 125 cc senior.