UNTUK INDONESIA
Alasan Jusuf Kalla Ingin Ibu Kota RI di Mamuju
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Mamuju, Sulawesi Barat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Mamuju, Sulawesi Barat. Ia menyebut Mamuju, karena lokasinya persis di tengah Indonesia.

"Kalau mau mencari kota yang persis di tengah Indonesia di mana coba? Tahu tidak? Di Mamuju," kata JK kepada awak media di Jakarta, Selasa 25 April 2019.

Pria berdarah Makassar itu mengaku terinspirasi dengan proses perpindahan ibu kota negara Myanmar, dari Yangon ke Kota Naypyidaw, yang terletak di tengah-tengah negara.

JK menilai, Kota Mamuju tepat berada di tengah-tengah Indonesia, jika diukur dari utara, barat, timur dan selatan.

Namun, JK menyadari jika luas daratan di Sulawesi tak seluas tanah di Kalimantan, yang lebih cocok untuk menjadi ibu kota pengganti DKI Jakarta.

"Sayangnya, Sulawesi tak memiliki tanah cukup luas karena bentuk pulaunya yang seperti sekarang. Berbeda dengan Kalimantan yang sangat luas sehingga cocok untuk dijadikan pilihan menjadi ibu kota pengganti Jakarta," ucap pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden pada era kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Di Sulawesi tak ada tanah luas, tanah yang luas ada di Kalimantan," imbuhnya.

Meski telah mengakui Kalimantan bisa dijadikan opsi ibu kota baru, dengan nada sedikit bercanda ia menyebut bahwa Palangkaraya bukanlah pilihan lokasi terbaik. Menurutnya, letak ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu tak berada tepat di tengah Indonesia.

Meski baru sebatas wacana, untuk memindahkan ibu kota, menurut JK jelas butuh studi lanjutan dan bukan pekerjaan mudah untuk mewujudkan itu semua.

Belum lagi soal pemindahan pegawai pusat dari semua kementerian atau lembaga yang jumlahnya sekitar 800 ribu orang.

Bahkan, fasilitas dan aspek-aspek lain perlu juga dipikirkan, karena perpindahan ibu kota merupakan proses jangka panjang dan tidak bisa dilakukan sembarangan dalam pelaksanaannya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Iran dan Rusia Kembali Serang Pilpres Amerika Serikat
Badan-badan intelijen di Amerika Serikat (AS) tuduh Iran dan Rusia coba gunakan data pendaftaran pemilih sebar kekacauan