UNTUK INDONESIA
Aksi Damai Ojol Bukan Teroris di Makassar
Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Komunitas Ojol Sulsel menggelar unjuk rasa damai di Makassar.
Ratusan Komunitas Ojek Online di Makassar saat unjuk rasa damai di Monumen Mandala Kota Makassar, Jumat, 15 November 2019. (FOTO: Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Komunitas Ojol Sulsel menggelar unjuk rasa damai di depan Monumen Mandala, Jalan Jend. Sudirman, Kota Makassar, Sulsel, Jumat 15 November 2019. Mereka unjuk rasa dan doa bersama dalam rangka mengecam aksi bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Ratusan ojek online dari Kota Makassar, Maros dan Gowa ini menggelar unjuk rasa dengan cara orasi menggunakan pengeras suara dan juga membentangkan spanduk hitam bertuliskan Ojol Bukan Teroris serta mengibarkan bendera merah putih pertanda kedamaian NKRI.

Sebelum kita terima orderan kalo bisa kita periksa terlebih dulu.

Pembina Ojek Online Kota Makassar, Andi Nurhaldin NH dalam orasinya mengatakan jika mereka menyakini bahwa Ojol bukan teroris dan memastikan bahwa seluruh nusantara mencekam tindakan yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu 13 November 2019 lalu.

"Sebelum kita terima orderan kalo bisa kita periksa terlebih dulu, dan yang terjadi di Mako Polrestabes Medan bukan bagian dari kita," tegas Nurhaldin yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu.

Kehadiran ditengah masyarakat sambil unjuk rasa damai, kata Nurhaldin, sebagai bentuk untuk menyampaikan dan menyakinkan kepada masyarakat bahwa ojek online bukanlah teroris.

Apalagi kata dia, pasca kejadian bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumut, dengan pelaku mengenakan jaket Ojol sehingga membuat ketakutan bagi masyarakat khususnya di Kota Makassar, Sulsel, termasuk juga larangan ojol masuk kekantor-kantor instansi pemerintah.

"Jadi teman-teman, kita sama-sama semuanya menjaga dan jangan ada lagi oknum yang telah menggunakan atribut ojol," harapnya.

Kejadian di Polrestabes Medan itu adalah oknum, mari kita bekerja sesuai prosedur dan jaga etika.

Terpisah, Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu Basuki menuturkan jika unjuk rasa yang dilakukan ratusan Ojok Online di Kota Makassar ini adalah imbas dari peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan, karena pelaku teror mengenakan jaket ojek online.

"Kejadian di Polrestabes Medan itu adalah oknum, mari kita bekerja sesuai prosedur dan jaga etika. Kita jaga kota Makassar dari oknum oknum jahat," tutupnya.

Dalam doa bersama ini, kumintas Ojol Makassar ini meminta perlindungan kepada Allah SWT agar segala aktivitas mencari rejeki berjalan lancar serta menjauhkan dari pindah karena adanya peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang dilakukan oleh orang berseragam ojek online. []

:Baca juga:

Berita terkait
Kumpulan Ojek Online Resah Setelah Ledakan Bom Medan
Kumpulan driver ojek online resah terhadap dampak bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan pada Rabu pagi 13 November 2019.
Ojek Online Dilarang Masuk Polres Binjai
Pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Polres Binjai, Sumatera Utara, memperketat keamanan markas mereka.
Keterangan GoJek Soal Bom Bunuh Diri Medan
Pihak GoJek memberikan pernyataan soal penyebutan atribut ojek online terkait bom bunuh diri Mapolrestabes Medan.
0
Mayat yang Ditemukan di Langsa Berstatus Janda
Penemuan mayat wanita di langsa, Aceh, dengan lima luka tusukan di tubuhnya ternyata berstatus janda yang memiliki empat anak.