Akses ke Gedung MK Masih Diblokade Kawat Berduri
Akses ke Gedung MK masih diblokade kawat berduri usai hakim MK memutuskan perkara sengketa pemilu presiden 2019 tadi malam.
Pejalan kaki melintas di depan barikade kawat berduri yang terpasang di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019). (Foto: Antara/Fathur Rochman)

Jakarta - Akses ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) masih dijaga dan diblokade kawat berduri usai hakim MK memutuskan perkara sengketa pemilu presiden 2019, Kamis malam, 27 Juni 2019.

Barikade kawat berduri dan barrier beton masih terpasang di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Jumat, 28 Juni 2019.

Berdasarkan pantauan di lapangan, barikade kawat berduri dan barrier beton itu terpasang tepat di depan Gedung MK. Penempatannya memakan hampir separuh badan Jalan Medan Merdeka Barat.

Kendaraan pribadi yang melintas di depan Gedung MK hanya bisa menggunakan dua dari tiga lajur yang tersedia.

Para pejalan kaki yang lewat juga terpaksa harus berjalan menjorok ke arah jalan raya lantaran akses trotoar di depan Gedung MK masih ditutup.

"Ini berbahaya karena saya harus jalan sampai hampir ke tengah jalan, mepet banget sama mobil, takut terserempet," ujar pejalan kaki Novita.

Novita berharap aktivitas di depan Gedung MK segera normal kembali agar jalur trotoar bisa dilintasi oleh pejalan kaki.

Petugas kepolisian dari satuan Brimob dan Sabhara tampak masih berjaga di dalam dan sekitar Gedung MK.

Sejumlah truk polisi dan ambulans juga terparkir di sisi samping kanan dan kiri gedung. Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat terpantau lancar di kedua arahnya. Pergerakan massa di sepanjang Patung Kuda hingga Gedung MK juga tidak terlihat.

Baca juga:

Berita terkait
0
Lima Wisata Hutan Instagramable di Indonesia
Indonesia dikenal oleh dunia akan keindahan serta pemandangn alam yang begitu memukau. Demikian pula dengan ratusan hutan yang ada di Indonesia.