UNTUK INDONESIA
Akibat Corona, Pemkot Surabaya Tutup Sementara PGS
Pemkot Surabaya telah meminta manajemen PGS untuk menutup sementara operasional setelah ditemukannya 4 pedagang positif virus corona.
Aktivitas di Pasar Kapasan Surabaya. (Foto: Pemkot Surabaya/Tagar)

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan upaya preventif untuk mempersempit penyebaran Covid-19 atau virus corona. Salah satu cara dilakukan Pemerintah Kota Surabaya adalah menutup sementara operasional sejumlah pasar, seperti Pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya (PGS).

Meski PGS dikelola oleh pihak swasta, tetapi Pemkot Surabaya meminta untuk tutup sementara selama 14 hari setelah adanya pedagang dinyatakan positif Covid-19.

Jadi sudah clear dan mereka oke. Seluruh pedagang diminta isolasi mandiri selama 14 hari.

Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser mengatakan Pemkot sudah berkomunikasi dengan General Manager PGS terkait rencana penutupan sementara tersebut. Hasil komunikasi tersebut, manajemen PGS setuju untuk menutup sementara operasional.

"Jadi sudah clear dan mereka oke. Seluruh pedagang diminta isolasi mandiri selama 14 hari,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya kepada Tagar, Sabtu, 4 April 2020.

Mantan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya mengatakan pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Tidak hanya di dalam pasar, tetapi di area sekitar juga ikut disemprot hingga perkampungan.

Sementara Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto mengatakan setelah terkonfirmasi ada 4 orang pedagang di PGS terkonfirmasi positif Covid-19, maka pihaknya langsung melakukan karantina.

"Iya, PGS kan 4 orang (terkonfirmasi positif Covid-19)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Surabaya ini.

Selain melakukan karantina dengan menutup sementara operasional PGS, pihaknya juga sudah meminta kepada pedagang untuk melakukan karantina mandiri.

"Kita minta kepada pedagang untuk melakukan karantina mandiri. Artinya mereka melakukan karantina selama 14 hari, sama kayak Pasar Kapasan," tuturnya.

Sementara untuk penutupan Pasar Kapasan, kata Eddy, dilakukan setelah adanya pegawai di Pasar Kapasan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Dengan adanya warga terinfeksi Covid-19, maka Pemkot Surabaya langsung melakukan protokol kesehatan dengan melakukan karantina terhadap tempat tersebut selama 14 hari.

“Kita tidak akan berhenti memberikan edukasi kepada pedagang, kenapa maksud dan tujuan dari pada diadakannya karantina,” kata Eddy.

Sementara berdasarkan data, di Surabaya tercatat ada 33 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Ia berharap pandemi Covid-19 bisa ditekan dan warga bisa terbebas dari Covid-19.

“Kita harus waspada dan lebih waspada dengan perkembangan ini. Tetap ikuti anjuran pemerintah,” tutupnya.

Sekadar diketahui, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat pemberitahuan tentang adanya empat orang dinyatakan positif Covid-19. 

Empat orang tersebut bekerja dan pemilik toko di lantai 2,3, dan 4 PGS. Surat pemberitahuan tersebut ditandatangi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Surabaya drg Febria Rachmanita. []

Berita terkait
Cegah Corona, Jambu Biji Merah Diburu Warga Kediri
Warga Kota Kediri meyakini buah jambu biji merah bisa meningkatkan imunitas sehingga bisa mencegah terinfeksi virus corona.
Ribuan Pekerja di Denpasar dan Jawa Timur Dirumahkan
Akibat pandemi Covid-19, membuat sejumlah perusahaan melakukan pengetatan pengeluaran dengan melakukan merumahkan dan bahkan PHK pekerja.
Dua Pasien Positif Covid-19 di Semarang Sembuh
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sudah enam orang pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab.
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.