UNTUK INDONESIA
Untuk Indonesia
Ajip Rosidi yang Hebat dan Langka
Sastrawan Ajip Rosidi berpulang. Ia satu dari sedikit seniman Indonesia yang konsisten dalam berkarya hingga akhir hayatnya.
Sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Magelang, Jawa Tengah, Rabu malam, 29 Juli 2020. (foto: galeribukujakarta.com)

Oleh: Kamal Firdaus

SASTRAWAN Ajip Rosidi (AR) meninggal dunia di RS Tidar, Magelang, pada Rabu malam 29 Juli 2020 kemarin. Dia wafat di usianya 82.

Beda dengan WS Rendra, misalnya, saya tidak pernah bertemu, apalagi kenal, dengan AR. Tapi AR punya kesan tersendiri dalam hidup saya. Sudah saya "kenal" sejak saya masih kanak-kanak.

Betapa tidak. Karena dulu ketika saya masih duduk di bangku SD (dulu namanya SR), saya sudah membaca karya-karya sastranya, baik novel maupun puisi. Dan hebatnya karya-karyanya itu ditulis AR ketika dia masih sangat muda, baru berumur belasan tahun. Dan AR turut menginspirasi saya.

Di usia muda itu AR sudah menghasilkan sejumlah karya sastra dan beberapa di antaranya sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing.

Betapa tidak yang kedua. Salah satu karya AR berjudul IKHTISAR SEJARAH SASTRA INDONESIA.

Di dalam bukunya itu AR menyebut nama saya, menulis nama saya sebagai "....salah seorang penyair yang kumpulan puisinya diterbitkan oleh Penerbit Balai Pustaka..."

Sayang sekali AR tidak tahu bahwa puisi-puisi di dalam antologi puisi yang diterbitkan oleh BP itu saya tulis ketika saya masih duduk di bangku SD. Dalam satu hal ini saya hampir "senasib" dengan AR. Mulai berkarya di usia sangat muda.

***

SEPENDEK yang saya ketahui dari rekam jejaknya, AR memang orang hebat dan langka. Kalau tidak salah, dia bukan lulusan S - 1. Jadi tingkat sekolahannya sebetulnya rendah. Namun tingkat pendidikannya tinggi.

Karena itu sangat beralasan kalau kemudian AR dianugerahi gelar Doktor HC oleh Universitas Padjadjaran. Sama halnya dengan WS Rendra yang dianugerahi gelar Doktor HC oleh Universitas Gadjah Mada.

Mereka berdua sama-sama tergolong manusia yang tidak "gila gelar" melainkan "gila" berkarya. Pokoknya jenis manusia yang terbilang langka.

Maka tidak heran pula jika negara maju seperti Jepang menghargai dan membutuhkan AR dengan mempercayainya menjadi dosen selama puluhan tahun di suatu universitas di Negeri Sakura itu.

***

MAKA saya turut belasungkawa atas berpulangnya Dr. Ajip Rosidi memenuhi panggilan Illahi Rabbi. Semoga beliau husnul khotimah, mendapat tempat paling baik di sisi-Nya. Aamiiin Yaa Rabbal'alamiin.

Kamal Firdaus, Advokat, tinggal di Yogyakarta.

Berita terkait
Ajip Rosidi, Sastrawan yang Peduli Bahasa Daerah
Sastrawan Ajip Rosidi wafat, Rabu malam, 29 Juli 2020. Pemakaman Ajip dilangsungkan di Pabelan, Kabupaten Magelang, Kamis 30 Juli 2020.
Sastrawan Ajip Rosidi Meninggal Dunia di Magelang
Sastrawan dan budayawan Ajip Rodisi meninggal dunia dalam usia 82 tahun, pada Rabu malam, 29 Juli 2020 di Magelang, Jawa Tengah. Selamat jalan.
Sha Ine Febriyanti, Ratu Bengis di Teater WS Rendra
Aktris Sha Ine Febriyanti didaulat memerankan tokoh bengis Ratu Dara dalam pentas ulang drama karya maestro WS Rendra bertajuk Panembahan Reso.
0
Potensial Perempuan Terjun Dunia Politik di Aceh
Keterlibatan kaum perempuan di dunia politik sebagai pendukung demokrasi sangatlah potensial di Banda Aceh.