UNTUK INDONESIA
Ajarkan Seks Sejak Dini Kepada Anak
Mengajarkan pendidikan seks sejak dini kepada anak menurut psikolog Zoya Amirin sangat penting agar anak tidak tumbuh dengan penyimpangan seksual.
ilustrasi. (Foto: Antara/Shutterstock)

Jakarta - Mengajarkan pendidikan seks sejak dini kepada anak menurut psikolog Zoya Amirin sangat penting agar anak tidak tumbuh dengan penyimpangan seksual.

Bahkan sejak dini anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan organ intim dan fungsinya.

"Ajarkan anak tentang pendidikan seksual sedari awal. Organ intim harus disebut sesuai namanya, bukan disebut dengan sebutan yang aneh-aneh misal penis jadi burung atau payudara jadi tete," kata Zoya, dikutip dari Antara, Rabu, 16 Oktober 2019.


Ajarkan anak tentang pendidikan seksual sedari awal. Organ intim harus disebut sesuai namanya, bukan disebut dengan sebutan yang aneh-aneh.


Demikian dimaksudkan agar anak tidak menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang aneh, menakutkan atau bahkan tabu sehingga mesti ditutup-tutupi dengan penyebutan lain.

"Ketika anak tidak menganggap seksualitas sebagai hal yang aneh maka dia akan nyaman dengan seksualitas dia dan tak akan bereksperimen sendiri dengan seksualitasnya," kata Zoya.

Selain itu, anak juga harus diajarkan fungsi dari organ seksualitas mereka dengan benar. Misalkan, vagina dan penis fungsinya untuk buang air kecil maka harus dijaga kebersihannya.

"Sebaiknya orang tua bisa menjelaskan semua itu dengan santai sehingga anak mendapatkan pelajaran soal seksual pertama kali dari orang tua, bukan dari lingkungan, baru dari situ orang tua bisa memasukkan nilai-nilai agama dan budaya," katanya.

Sementara itu, psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, M.Psi, Psi mengatakan anak juga hendaknya diberi keleluasaan untuk memahami dan menghayati seksualitasnya.

"Ketika anak misalnya suka pegang alat kelaminnya di usia 1 atau 2 tahun berikan pemahaman bahwa iya dia punya penis sama dengan papa atau vagina sama dengan mama, lalu berikan contoh model yang tepat bahwa kalau laki-laki menampilkan maskulintas dengan tepat kalau perempuan menampilkan feminitas," kata Verauli, psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah.

"Penghayatan gender itu dilakukan dengan cara mengamati, kalau contohnya benar maka penghayatannya tepat," ujar Verauli.

Penyimpangan perilaku seksual yang secara medis disebut paraphilia adalah kondisi di mana kepuasaan seksual didapat dengan melibatkan objek seksual yang tidak biasa.

"Penyimpangan seksual punya objek seksualitas yang tidak normal dibanding kebanyakan orang. Normalnya orang memiliki objek seksualitas lawan jenis yang memang secara umum mendatangkan hasrat seksual, nah pada orang tertentu hal itu bisa menyimpang, bisa saja objek seksualitasnya adalah orang asing di keramaian, bisa anak kecil, bisa pakaian lawan jenis yang bukan milik pasangan," kata Vera. []

Berita terkait
Psikolog: Crosshijaber Penyimpangan Kejiwaan
Fenomena crosshijaber atau crossdressing laki-laki yang memakai pakaian wanita adalah perilaku menyimpan.
Aktivis: Keliru Penyebutan Laki-laki pada Crosshijaber
Belakangan ini dikabarkan banyak laki-laki yang memakai hijab dengan menyebut diri sebagai komunitas crosshijaber, kehadiran mereka menggemparkan
Wajib Lindungi Anak dengan Pendidikan Seks Sejak Dini
Perlu sejak dini wajib melindungi anak-anak dari perilaku kejahatan seksual.
0
Arief Poyuono: Modal Saya Tenaga Cuma Angkat Karung
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan beberapa alasan mengapa dia tidak terpilih menjadi juru bicara khusus partai.