UNTUK INDONESIA
Airlangga Minta Tambahan Rp 50 M ke DPR, Buat Apa?
Banggar DPR menyetujui penambahan pagu anggaran untuk TA 2021 sebesar Rp 50 miliar yang diminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membetulkan masker dalam acara Kampanye Nasional Jangan Kendor Disiplin Pakai Masker di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2020. Dalam acara tersebut Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) itu menegaskan bahwa bangkitnya ekonomi nasional di masa pandemi ini harus dimulai dengan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker. (Foto: Antara/Aprillio Akbar/foc)

Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui penambahan pagu anggaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk Tahun Anggaran (TA) 2021 sebesar Rp 50 miliar yang diminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurut Airlangga dengan persetujuan tersebut, maka penambahan anggaran Rp 50 miliar itu akan dialokasikan untuk Komite Kebijakan dan Sekretariat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

"Ini masih belum terakomodasi dalam Pagu Anggaran Kemenko Perekonomian TA 2021. Sehingga, pagu alokasi anggaran itu meningkat menjadi Rp 443,3 miliar dari semula sebesar Rp 393,3 miliar," ucap Airlangga Hartarto seperti dikutip Tagar dalam siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa, 8 September 2020.

Secara detail, penambahan Rp 50 miliar akan digunakan untuk empat hal, antara lain sebagai berikut.

  1. Pelaksanaan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, Rakor dengan Pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota
  2. Publikasi Kebijakan dan Humas
  3. Monitoring dan Evaluasi
  4. Operasional Sekretariat Komite PC-PEN

Dengan demikian pagu anggaran Kemenko Perekonomian untuk TA 2021 sebesar Rp 393,3 miliar atau menurun Rp 16 miliar dari pagu anggaran TA 2020 yang sebesar Rp 409,4 miliar. Komposisi anggaran tersebut terdiri dari program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan sebesar Rp 186 miliar (47,3 persen) dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp 207,3 miliar (52,7 persen).

Pagu Anggaran Kemenko Perekonomian sejak 2019 sampai 2021 terus mengalami penurunan, khususnya untuk Program Koordinasi. Sedangkan, Program Dukungan mengalami kenaikan dikarenakan penerimaan CPNS baru, pengisian jabatan, dan penambahan Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan.

Secara rinci, kata dia Postur anggaran Kemenko Perekonomian TA 2021 Rp 393,3 miliar dibagi berdasarkan jenis belanja, yaitu antara lain Belanja Pegawai Rp 118,5 miliar, Belanja Barang Rp 269 miliar, dan Belanja Modal Rp 5,72 miliar.

"Dapat dilihat bahwa belanja barang meningkat dan belanja modal menurun karena ada perubahan pos belanja dari belanja modal menjadi belanja barang (dalam bentuk sewa kendaraan dinas, laptop, ruangan kantor, dan lain-lain) sehingga lebih efisien," tutur Airlangga. []

Berita terkait
Menko Airlangga Susun Program Strategis untuk PEN
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan komitmen pemerintah untuk memulihkan Indonesia dari pandemi Covid-19 dalam PEN.
Agung Laksono Optimistis Duet Airlangga dan Erick
Agung Laksono menilai Airlangga Hartarto dan Erick Thohir memiliki latar belakang yang mumpuni untuk pimpin Komite COvid-19 dan PEN.
Airlangga Bagi Kiat Buat Pemulihan Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tak perlu ragu dengan komitmen pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional.
0
Bukan Corona, Ternyata Nyamuk Pembunuh Nomor 1 Dunia
Pakar IPB, Prof Upik Kesumawati Hadi menyebut masyarakat harus mewaspadai nyamuk, karena merupakan pembunuh nomor satu di dunia.