UNTUK INDONESIA
Ahok Chandra Hamzah dan Tim Impian Erick Thohir
Tamu datang silih berganti di kantor Erick Thohir di gedung Kementerian BUMN. Dari mulai Ahok, Chandra Hamzah hingga Rizal Mallarangeng.
Gedung Kementerian BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

Jakarta - Pengamat politik sekaligus politikus Partai Golkar Rizal Mallarangeng mendatangi Kementerian BUMN pada Senin sore, 18 November 2019. Hal ini terjadi setelah kedatangan Ahok dan Chandra Hamzah. Keesokan harinya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sedang membangun tim impian.

Kehadiran Rizal menarik perhatian karena sebelumnya yang bertamu ke lembaga ini adalah Ahok dan Chandra Hamzah.

Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama mantan Gubernur DKI Jakarta bakal diplot memimpin BUMN. Hanya saja belum diketahui perusahaan apa. Sedangkan Chandra Hamzah adalah mantan petinggi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Chandra Hamzah populer dengan istilah cicak yang berani melawan buaya. 

Untuk mengelola aset sebesar Rp 8.200 triliun rupiah itu, saya perlu teamwork yang kompak.

Rizal MallarangengPolitikus Rizal Mallarangeng mendatangi Kementerian BUMN di Jakarta, Senin sore, 18 November 2019. (Foto: Antara/Aji Cakti)

Kedatangan orang-orang ini dalam situasi Menteri Erick Thohir mengumumkan tekad melakukan sapu bersih, menggilas praktik kotor dalam BUMN, membangun reputasi BUMN.

Rizal Mallarangeng diberitakan Antara, Senin itu muncul jam empat sore dengan kemeja pendek kotak-kotak warna jingga.

Saat ditanya tujuan ke Kementerian BUMN, Rizal tidak memberikan penjelasan memadai.

"Kangen-kangenan saja," kata Rizal. Ia tersenyum sekilas sambil berjalan menuju lift Kementerian BUMN.

AhokBasuki BTP akrab disapa Ahok. (Foto: Instagram/Basuki BTP)

Rizal memasuki pintu akses, berkata kepada seorang petugas keamanan, bahwa ia mau bertemu Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

Rizal Mallarangeng adalah seorang politikus, pengamat politik, dan penulis Indonesia.

Ia pernah berkiprah sebagai staf khusus Aburizal Bakrie pada saat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian 2004 kemudian Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada 2005.

Rizal juga pernah menjadi bagian dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada masa kepemimpinan Aburizal Bakrie dan Airlangga Hartarto.

Setelah memanggil mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Menteri BUMN Erick Thohir memanggil mantan petinggi KPK Chandra Hamzah pada Senin pagi, 18 November 2019.

Chandra HamzahMantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah. (foto: sorotnasional.com).

Chandra Hamzah tiba di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pukul 08.30. Chandra mengenakan kemeja batik coklat, langsung menuju meja resepsionis untuk mengisi buku tamu.

Usai pertemuan, Chandra mengatakan ia dan Erick Thohir membahas seputar penguatan dan perbaikan BUMN.

Chandra mengatakan Erick Thohir berharap jangan sampai ada lagi BUMN yang terjerat korupsi.

"Jangan sampai ada pejabat BUMN tersangkut kasus korupsi lagi. Jadi Pak menteri menyampaikan salah satu yang penting adalah integritas, jangan sampai BUMN dijadikan bahan bancakan atau terjerat kasus korupsi lagi," tutur Chandra.

Ia juga mengatakan terdapat kendala-kendala hukum yang menghambat BUMN untuk bergerak lebih maju.

"Banyak, masalah regulasi apa yang menghambat BUMN, regulasi apa yang diperlukan agar BUMN melangkah lebih cepat," ujarnya.

Chandra Hamzah bukan orang asing di BUMN. Ia diangkat menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) pada 23 Desember 2014. Ia juga pernah diminta menjadi Komisaris Bank BTN, tapi ia menolaknya. 

Erick Thohir dan Tim Impian

Erick ThohirMantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir. (Foto: Instagram/@erickthohir)

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan pada Selasa, 19 November 2019, mengapa ia memanggil orang-orang ke kantornya. Hal itu ia lakukan dalam rangka bergerak cepat menjalankan misi Presiden Jokowi mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien.

Erick memanggil nama-nama yang dinilai dapat bekerja keras membantu menangani sekaligus mengawasi 142 perusahaan milik negara.

Ia memiliki dua Wakil Menteri yaitu Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo Ia juga sudah memanggil Ahok, Chandra Hamzah, dan Rizal Mallarangeng.

"Untuk mengelola aset sebesar Rp 8.200 triliun rupiah itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," tutur Erick.

Erick mengatakan dirinya berupaya agar mereka yang ada di dalam lingkungan BUMN, baik di kementerian maupun di unit usaha, adalah orang-orang dengan akhlak baik yang artinya memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat.

"Mereka yang sudah berkeringat dan masih mau berkeringat dan memiliki akhlak yang baik, juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi negeri ini, di sini. Yang penting, akhlaknya baik," tutur Erick. []

Baca juga:

Berita terkait
Rizal Ramli Sebut Ahok Tionghoa Kelas Glodok
Rizal Ramli yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hanya "kelas Glodok" dan tak layak menjadi petinggi BUMN.
Setelah Ahok, Chandra Hamzah Bertemu Erick Thohir
Setelah Ahok, kini giliran eks pimpinan KPK Chandra Hamzah mendatangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), guna menemui Erick Thohir.
Arie Gumilar Penolak Ahok Diminta Tak Main Politik
Serikat pekerja BUMN termasuk ketua serikat karyawan Pertamina Arie Gumilar penolak Ahok diminta tidak bermain politik dalam urusan bisnis.
0
Menteri Malaysia Puji Nadiem Makarim Hapus UN
Menteri Pendidikan Malaysia Dr Mazlee memuji langkah Nadiem Makarim untuk hapus Ujian Nasional (UN) pada 2021.