Jakarta, (Tagar 11/3/2019) - Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar mengaku heran pada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. 

Susilo Bambang Yudhoyono Presiden keenam RI itu merupakan orang yang turut menandatangani pemecatan Prabowo Subianto dari Kopassus karena terlibat pelanggaran HAM berat.

Hal tersebut disampaikan Agum Gumelar dalam sebuah video yang viral di media sosial. Agum Gumelar merupakan atasan Prabowo Subianto di Kopassus (Komando Pasukan Khusus).

Kopassus adalah bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Susilo Bambang Yudhoyono tanda tangan, semua tanda tangan. Yaa walaupun saat ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Nah itu. Gak punya prinsip itu orang

"Dengan kesalahan yang terbukti ini (pelanggaran HAM berat, kasus penculikan aktivis), direkomendasikan yang bersangkutan (Prabowo Subianto) diberhentikan dari dinas militer. Tanda tangan semua. Subagio HS tanda tangan, Agum Gumelar tanda tangan, Susilo Bambang Yudhoyono tanda tangan, semua tanda tangan. Yaa walaupun saat ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Nah itu. Gak punya prinsip itu orang. Benar itu," ujar Agum Gumelar.

"Itu fakta yang tidak bisa dihapus. Siapa yang bisa menghapus ini?" lanjutnya.

Agum yang saat ini merupakan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjelaskan, pada saat mengungkap kasus pelanggaran HAM berat tersebut, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) beranggotakan tujuh orang letnan jenderal bintang 3, karena yang diperiksa adalah bintang tiga.

Tujuh anggota DKP tersebut termasuk di dalamnya Letjen Almarhum Ari Kumaat, Letjen Yusuf Karta, Letjen Djamari Chaniago, Letjen Fachrul Razi, Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Agum Gumelar

"Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, menyelidiki kasus pelanggaran HAM. berjalanlah DKP, bekerjalah DKP sebulan lebih, memeriksa yang namanya Prabowo Subianto. Periksa, dari hasil pemeriksaan mendalam, ternyata didapat fakta bukti yang nyata bahwa dia telah melakukan pelanggaran HAM berat," terang Agum.

"Saya disamping anggota DKP, saya mantan Danjen Kopassus. Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya semua dong. Saya juga (melakukan) pendekatan hati ke hati dengan mereka, diluar pekerjaan DKP. Karena dia bekas anak buah saya dong. Ketika hati ke hati dengan mereka, di sinilah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul. Gitu," lanjutnya.

Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat, serta didukung Partai Berkarya. []

Baca juga: