UNTUK INDONESIA
Ada yang Impor Sampah ke Jatim, Emil: Kita Sikat
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak geram dengan impor sampah plastik berkedok kertas ke daerahnya.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak geram dengan impor sampah plastik berkedok kertas ke daerahnya. Dia berjanji akan menindak tegas para pelaku.

Mantan Bupati Trenggalek ini menyebut segera memulangkan sampah plastik dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang disisipkan di dalam sampah kertas.

"Kita sikat lagi sampah plastik impor yang kedapatan masuk di Jatim. Kasus ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di Filipina dan Kanada," kata dia saat ditemui di kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu 17 Juli 2019.

Baca juga: Jatim Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nonfosil

Suami dari Arumi Bachsin ini, mengaku Pemprov Jatim sudah menaruh atensi khusus terhadap impor sampah plastik.

"Ini sudah menjadi atensi Bu Gubernur. Jadi saya lihat bahwa memang sudah ada langkah-langkah konkret untuk tidak menerima sampah plastik," ujar Emil.

Sementara itu, Koordinator Brantas River Coalition to Stop Imported Plastic (Bracsip), Prigi Arisandi menyebut impor sampah plastik dari AS ke Indonesia, khususnya Jatim semakin mengkhawatirkan.

Baca juga: Berapa Banyak Sampah Plastik Dihasilkan Indonesia?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim setidaknya ada 738.685 ton impor sampah kertas atau waste paper dari AS.

Impor ini sebenarnya diizinkan atau green line, hanya saja di lapangan impor waste paper selalu disusupi sampah platik dan limbah bahan berbahaya dan beracun.

"Hasil temuan menunjukkan selalu ditemukan sampah kontaminan dari rumah tangga dan sampah plastik, seperti botol, bungkus makanan, pakaian bekas, popok bayi, kaleng, dan bahkan sampah elektronik," ujarnya. []

Berita terkait
0
Indika Foundation Penghargaan dari BMW Group dan PBB
Indika Foundation dari Indonesia berhasil meraih penghargaan BMW Group-UNAOC Intercultural Innovation Award.