UNTUK INDONESIA
Ada Pandemi Covid-19, Harga Mobil Bekas Stabil
Data OLX menunjukkan adanya penurunan jumlah permintaan mobil bekas sekitar 40 persen dibadingkan beberapa hari setelah kasus Covid-19 pertama.
Sejumlah warga melintasi mobil-mobil bekas yang dijual di World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Jakarta, Senin (17/6/2019). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Merebaknya wabah Covid-19 di dunia berdampak pada berbagai sektor, tidak terkecuali pada industri otomotif. Pada kondisi umum, bulan Ramadan biasanya menjadi momentum peningkatan penjualan mobil, menyusul adanya penerimaan tunjangan hari raya (THR) bagi sebagian besar karyawan serta kebutuhan masyarakat akan moda transportasi pribadi menuju kampung halaman saat Lebaran.

Sayangnya, kondisi yang berbeda harus dihadapi pada  Ramadan tahun ini. Data internal OLX menunjukkan adanya penurunan jumlah permintaan mobil di platform OLX sekitar 40 persen, di minggu pertama (23 April 2020) dibandingkan data pada 5 Maret 2020, beberapa hari setelah kasus Covid-19 pertama di Indonesia diumumkan pemerintah. 

Baca Juga: April 2020, Pasar Mobil Indonesia Anjlok 90,6 Persen

Pada periode yang sama, data juga menunjukkan adanya penurunan sekitar 30 persen pada jumlah listing mobil di platform OLX. “Penurunan ini memang sudah diduga akan terjadi di tengah kondisi perekonomian sebagian besar masyarakat yang terpukul akibat pandemi ini," kata  Ichmeralda Rachman, Direktur Marketing OLX Indonesia dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2020.

Data internal OLX juga menunjukkan, bahwa meski terjadi tren penurunan pada jumlah listing dan jumlah permintaan akan mobil, tren harga tidak berubah signifikan. Harga rata-rata pada listing yang ada di OLX pada minggu pertama Ramadan, 23 April 2020 berada pada angka Rp 193 juta, menurun sekitar lima persen dari harga rata-rata listing pada 5 Maret 2020. 

Pada periode yang sama, harga rata-rata mobil bekas meningkat sekitar lima persen  dan berada di kisaran harga Ro 146 juta. Tipe MPV masih tetap mendominasi, baik pada listing maupun permintaan akan mobil bekas.

Penurunan daya beli masyarakat

Ichmeralda menyebutkan, menurunnya daya beli masyarakat secara umum serta berubahnya prioritas masyarakat untuk pembelian barang tersier seperti mobil menjadi beberapa penyebab menurunnya jumlah permintaan atas mobil di platform OLX. "Dengan adanya ketidakpastian ekonomi ini, kami memperkirakan kondisi ini akan terus terjadi sepanjang sisa bulan Ramadan 2020 ini," tuturnya.

Situasi ini berbeda dengan Ramadan 2019 lalu dimana jumlah permintaan terus meningkat hingga minggu ketiga. Sejalan dengan jumlah permintaan, jumlah listing pada Ramadan tahun lalu juga sempat mengalami peningkatan dan relatif stabil.

Menurutnya, tipe mobil MPV dari brand mobil Jepang masih menjadi mobil yang paling dicari oleh pengguna OLX.  Toyota Avanza dan Toyota Innova masih menjadi dua merek mobil teratas pilihan para pengguna, disusul oleh Honda Jazz dan Daihatsu Xenia. 

Ichmeralda menambahkan, preferensi merek mobil ini konsisten sebelum dan semasa pandemi Covid-19. Dengan jumlah keluarga yang cenderung besar dan terbiasa hidup secara komunal (memiliki komunitas), masyarakat Indonesia lebih menyukai mobil yang memiliki kapasitas besar dan multiguna.

Permintaan mobil mewah, seperti Toyota Fortuner, Toyota Alphard, dan Mitsubishi Pajero Sport turun sekitar 30 persen

Menariknya, meski secara umum permintaan atas mobil terus mengalami penurunan, mobil dengan merek Toyota Avanza, Suzuki Ertiga dan Daihatsu Xenia mengalami penurunan permintaan sekitar 50 -60 persen hingga minggu pertama Ramadan. Sementara, permintaan atas mobil mewah, seperti Toyota Fortuner, Toyota Alphard dan Mitsubishi Pajero Sport hanya mengalami penurunan sekitar 30 persen. 

“Pandemi ini memang banyak memukul kelas menengah sehingga memang tipe mobil keluarga pilihan kelas menengahlah yang mengalami penurunan permintaan cukup signifikan,” jelas Ichmeralda.

Tren harga, jumlah permintaan dan listing di segmen B2C dan C2C

Data internal OLX juga memperlihatkan tren penurunan terjadi pada jumlah listing dan permintaan, baik pada segmen B2C (business-to-consumer) dimana dealer berperan langsung sebagai penjual maupun segmen C2C (consumer-to-consumer). Penurunan pada segmen B2C dari sisi jumlah listing mencapai hampir dua kali lipat dari segmen C2C.

Data ini memperlihatkan bagaimana di situasi pandemi dealer berusaha mengurangi penambahan mobil bekas. Hal ini mengingat menurunnya daya beli masyarakat serta adanya berbagai kebijakan pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah saat ini. 

"Meski demikian, penawaran harga rata-rata baik di segmen B2C maupun segmen C2C di platform kami masih relatif stabil, yaitu masing-masing di kisaran harga Rp 249 juta dan Rp 121 juta, dimana tipe mobil MPV mendominasi pada kisaran harga tersebut,” ujar Ichmeralda.

Kondisi yang berbeda terjadi pada sisi jumlah permintaan mobil. Meski terjadi penurunan permintaan pada data di minggu pertama Ramadan 2020  di segmen B2C dan C2C dibandingkan dengan data pada 5 Maret 2020, harga rata-rata pada permintaan di kedua segmen  relatif stabil, dan bahkan meningkat sekitar 10 persen untuk segmen B2C menjadi Rp 167 juta. Sementara pada segmen C2C, harga rata-rata permintaan masih berada di kisaran harga Rp 09 juta. Lagi-lagi tipe MPV masih merajai permintaan baik pada segmen B2C maupun C2C.

Simak Pula: Pengusaha Rental Mobil Terpukul Virus Corona

“Kondisi ini bisa dimaklumi di tengah situasi pandemi saat ini. Namun kami yakin, segera setelah situasi membaik, industri mobil di Indonesia, termasuk pasar mobil bekas, juga akan berangsur pulih dan akan kembali memberikan kontribusi besar kepada perekonomian Indonesia,” ujar Ichmeralda.[]

Berita terkait
Penjualan Mobil Bekas Anjlok Akibat Covid-19
Penjualan mobil bekas di tengah situasi pandemi Covid-19 terus mengalami penurunan.
Tips Terhindar dari Beli Mobil Bekas Terendam Banjir
Bagi Anda yang berminat untuk membeli mobil bekas, ada baiknya memperhatikan beberapa hal agar tidak membeli mobil bekas terendam banjir.
Permintaan Mobil Bekas Chevrolet Tinggi
Kendati demikan, merek otomotif yang berada di bawah naungan divisi General Motors (GM) dikabarkan akan hengkang dari Indonesia.
0
Ada Pandemi Covid-19, Harga Mobil Bekas Stabil
Data OLX menunjukkan adanya penurunan jumlah permintaan mobil bekas sekitar 40 persen dibadingkan beberapa hari setelah kasus Covid-19 pertama.