UNTUK INDONESIA
Wisata Kawah Ijen Banyuwangi Kembali Dibuka
Kawasan wisata kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, kembali dibuka untuk wisatawan usai dilanda kebakaran hebat pada September 2019.
Kawah Gunung Ijen. (Foto: Instagram/ @banyuwangi_kab)

Banyuwangi - Setelah sempat ditutup akibat kebakaran hutan, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, dibuka kembali untuk umum.

Sesuai Surat Edaran dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur tentang Pembukaan TWA Kawah Ijen, wisatawan bisa kembali mendaki Ijen mulai Kamis, 7 November 2019.

Dibukanya Kawah Ijen menyusul Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem BBKSDA Jawa Timur, bernomor SE.1397/K2/BIDTEK.1/KSA/11/2019, tentang Pembukaan Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena ini bisa memicu terjadinya kembali kebakaran hutan.

“Informasi resminya telah kami terima. Kawah Ijen sudah bisa dikunjungi lagi. Untuk menjaga keselamatan, kami imbau agar para pengunjung mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan BBKSDA,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat dihubungi, Rabu, 6 November 2019.

Anas menyambut baik dibukanya jalur pendakian TWA Kawah Ijen. Hal tersebut, lanjutnya, merupakan kabar baik bagi wisatawan yang sebelumnya datang ke Banyuwangi untuk melihat kawah yang tersohor dengan fenomena api biru (blue fire).

Sementara itu, Kepala BKSDA Jawa Timur Nandang Prihadi menjelaskan jalur pendakian Kawah Ijen telah dinyatakan aman usai dilanda kebakaran, Sabtu petang, 19 September 2019.

Hal ini, kata dia, sesuai dengan hasil pengecekan lapangan oleh Satgas Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Banyuwangi bersama tim BBKSDA. 

Namun, kata Nandang, kondisinya tentu tidak sama dengan sebelum kebakaran. Di mana banyak pohon yang terbakar dan tumbang sehingga terkesan menjadi hutan gundul.

“Untuk memberbaiki kondisi ini, kami akan melakukan penghijauan di kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup saat musim hujan nanti. Kalau yang semak belukarnya kami perkirakan 4-5 bulan sudah bisa pulih kembali,” kata Nandang.

Nandang mengimbau agar para pengunjung mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan, tidak boleh turun mendekati kawah. Pengunjung hanya boleh mendekat hingga radius 1 kilometer dari kawah.

“Ketentuan ini sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitogasi Bencana Geologi (PVMBG). Ini untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengunjung,” tutur Nandang.

Pengunjung juga diimbau agar selalu berkomunikasi dengan petugas BBKSDA di kawasan TWA Kawah Ijen. Serta, kooperatif turut mencegah kebakaran hutan.

“Misalnya, jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena ini bisa memicu terjadinya kembali kebakaran hutan. Pengunjung juga kami kenakan kewajiban asuransi untuk mengantisipasi dampak bencana,” tegas Nandang.

Sebagaimana diketahui, TWA Kawah Ijen sempat ditutup sejak Minggu, 20 September 2019 karena kebakaran di Gunung Ranti yang lokasinya bersebelahan dengan Gunung Ijen. Kebakaran tersebut meluas ke kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup di kawasan Ijen akibat badai angin kencang. []

Berita terkait
Gunung Ijen Banyuwangi Ditutup, Imbas Kebakaran Hutan
Akses menuju ke Taman Wisata Alam Kawah Gunung Ijen Banyuwangi, ditutup sementara akibat kebakaran hutan di Gunung Ranti.
BMKG Banyuwangi Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem
BMKG Banyuwangi menyebutkan peralihan musim dari kemarau ke hujan biasanya ditandai dengan munculnya awan Cumolonimbus pada siang hari.
Halo Matahari Muncul di Banyuwangi, Pertanda Apa?
Ada yang mengaitkan kemunculan fenomena yang jarang terjadi ini karena akan datang musim penghujan.
0
Bom Medan dan Empat Teror Bom di Kantor Polisi
Bom bunuh diri di Medan, Sumatera Utara, tersebut bukan aksi teror bom pertama di kantor kepolisian.