UNTUK INDONESIA

WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 di Eropa Sangat Lamban

WHO mengatakan upaya vaksinasi Covid-19 di Eropa "sangat lamban" dalam menghadapi lonjakan baru virus corona dan varian baru yang lebih menular
Dr Hans Kluge, Direktur WHO Eropa (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) mengatakan upaya vaksinasi Covid-19 di Eropa "sangat lamban" dalam menghadapi lonjakan baru virus corona dan varian baru yang lebih menular. Dr Hans Kluge, Direktur WHO Eropa, 1 April 2021, mendesak para pemimpin benua itu untuk "mempercepat proses dengan meningkatkan produksi, mengurangi hambatan dalam pemberian vaksin, dan menggunakan setiap botol yang dimiliki, sekarang."

Jumlah infeksi baru di seluruh Eropa lima minggu lalu turun di bawah 1 juta tetapi WHO mengatakan jumlah itu melonjak menjadi 1,6 juta kasus baru, dengan hampir 24.000 kematian. Laporan situs independen, worldometer, menunjukkan sampai tanggal 1 April 2021 jumlah kasus positif virus corona di Eropa mencapai 39.615.815 dengan 913.317 kematian.

Dr Kluge mengatakan hampir 10% orang di seluruh Eropa telah mendapat setidaknya satu dosis vaksin, dan hanya 4% yang sudah divaksinasi penuh.

corona eropaPara pejalan kaki berjalan melintas sebuah peringatan untuk selalu mengenakan masker di tengah pandemi virus corona (Covid-19) di Frankfurt, Jerman, 29 Oktober 2020. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Upaya vaksinasi di Eropa terhambat oleh masalah peluncuran vaksin Oxford-AstraZeneca. Prancis, Jerman dan Spanyol baru-baru ini mengumumkan membatasi penggunaan vaksin dua dosis itu karena khawatir bisa menyebabkan penggumpalan darah, meskipun Emer Cooke, direktur eksekutif badan obat-obatan Eropa, European Medicines Agency EMA, Rabu, 31 Maret 2021, mengatakan pihaknya tidak menemukan bukti ilmiah untuk yang mendukung pembatasan tersebut.

Sementara itu, Pfizer-BioNTech pada Kamis mengumumkan vaksin mereka efektif melawan Covid-19 hingga enam bulan setelah vaksinasi penuh. Data tersebut berasal dari studi tahap akhir yang sedang berlangsung terhadap lebih dari 44.000 sukarelawan.

Menurut penelitian, vaksin itu 91% efektif melawan penyakit simptomatik dan bahkan lebih protektif dalam mencegah penyakit parah. Dari 927 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi terdeteksi hingga 13 Maret, 77 di antaranya adalah relawan yang mendapat vaksin dan 850 relawan yang mendapat suntikan palsu.

Mereka melaporkan tidak ada masalah keamanan yang serius dan vaksin tersebut juga tampaknya ampuh melawan varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Berita terbaru ini disampaikan sehari setelah Pfizer mengumumkan telah memproduksi 120 juta dosis vaksin Covid-19 untuk AS. Produsen obat tersebut siap mengirimkan 200 juta dosis pada akhir Mei 2021 dan 300 juta dosis pada akhir Mei dan Juli 2021, seperti yang mereka katakana di awal tahun 2021.

Di tempat lain, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memerintahkan negara itu melakukan penutupan wilayah nasional ketiganya pada hari Rabu, 31 Maret 2021, untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19 menyebar ke seluruh negara.

Di antara langkah-langkah penutupan wilayah itu, Macron menutup semua sekolah selama tiga minggu mulai Senin, 5 Maret 2021.

presiden macronPresiden Perancis, Emmanuel Macron (Foto: voaindonesia.com/AP)

Macron berharap sebelumnya ingin menghindari penutupan wilayah dan dampaknya terhadap ekonomi. Namun, jumlah kematian di negara itu mendekati 100.000 dan menghadapi kesulitan dalam peluncuran vaksin karena lebih lamban dari yang diharapkan. Peningkatan kasus melumpuhkan unit perawatan intensif di daerah-daerah yang dilanda pandemi virus corona.

"Kita akan kehilangan kendali jika tidak bergerak sekarang," kata Macron dalam pidato yang disiarkan televisi kepada bangsa itu. Ia juga mengumumkan pembatasan perjalanan, mulai Sabtu, 3 Maret 2021, untuk seluruh negeri setidaknya selama sebulan (my/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Negara-negara Eropa Pertimbangkan Kartu Vaksinasi Corona
Negara-negara Uni Eropa yang bergantung pada pariwisata inginkan adanya pemberian kartu vaksinasi voris corona, Jerman dan Prancis menolak
Vaksinasi Virus Corona Dimulai Serentak di Uni Eropa
Negara yang tergabung di Uni Eropa resmi memulai program vaksin virus corona untuk 27 negara anggotanya pada 27 Desember 2020
Vaksinasi Virus Corona di Uni Eropa Dilakukan Serentak
Presiden Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa vaksinasi virus corona (Covid-19) di negara-negara Uni Eropa akan dilakukan serentak
0
WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 di Eropa Sangat Lamban
WHO mengatakan upaya vaksinasi Covid-19 di Eropa "sangat lamban" dalam menghadapi lonjakan baru virus corona dan varian baru yang lebih menular