WHO Sebut Pasca Kematian Pertama Manusia Risiko Flu Burung di AS Masih Rendah
Hampir 70 orang di AS telah tertular flu burung sejak April 2024, kebanyakan dari mereka adalah pekerja pertanian
Syaiful W Harahap
Rabu, 8 Januari 2025

TAGAR.id – Risiko flu burung H5N1 bagi masyarakat umum masih tetap rendah, kata juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/1/2025), menyusul kematian pertama seorang pasien di Amerika Serikat (AS).
Pasien itu, yang berusia lebih dari 65 tahun dan sudah memiliki penyakit lain sebelumnya, dirawat di rumah sakit karena virus itu pada bulan Desember 2024 setelah terpapar pada ayam peliharaan dan unggas liar di halaman belakang tempat tinggalnya, kata pejabat kesehatan Louisiana.
Hampir 70 orang di AS telah tertular flu burung sejak April 2024, kebanyakan dari mereka adalah pekerja pertanian, karena virus tersebut telah beredar di antara kawanan unggas dan kawanan sapi perah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat.
Seperti WHO, pejabat federal dan negara bagian Amerika Serikat mengatakan risiko bagi masyarakat umum masih tetap rendah. (my/ab)/Reuters/voaindonesia.com. []
Berita Terkait

164 Negara Dukung Penggunaan Peta Dunia Baru
Syaiful W Harahap · 9 Sep 2026

PISA 2025 Tunjukkan Kemampuan Siswa Global Menurun, Bagaimana dengan Indonesia?
Syaiful W Harahap · 8 Sep 2026

El Nino Terus Menguat Berpotensi Jadi yang Terkuat dalam 40 Tahun Terakhir
Syaiful W Harahap · 5 Sep 2026

Korea Selatan Pertimbangkan Wajib Militer untuk Perempuan
Syaiful W Harahap · 3 Sep 2026

