UNTUK INDONESIA
Weh, Harta Bos Garuda Ari Askhara Puluhan Miliar
Dipecat Erick Thohir, kehidupan pribadi Ari Askhara menjadi sorotan. Dengan gaya hidup meragukan, berapa banyak hartanya? Berikut perinciannya.
Eks Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. (Foto: garuda-indonesia.com)

Jakarta - I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara setelah dipecat dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia oleh Menteri BUMN Erick Thohir, kehidupan pribadinya menjadi sorotan. Melihat gaya hidup menyimpang dengan dugaan menyelundupkan Harley-Davidson, seberapa banyak harta kekayaannya?

Berdasarkan penulusuran Tagar pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ari Askhara diketahui memiliki kekayaan sebesar Rp 14,9 miliar pada 2015. Kala itu dia masih tercatat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. Satu tahun berselang, kekayaan Ari naik menjadi Rp 24,4 miliar. Selanjutnya pada 2017, bos Garuda itu tercatat memiliki harta senilai Rp 29,3 miliar.

Terakhir, pada laporan kekayaan pejabat publik 2018, Ari Askhara membukukan kekayaan lebih dari Rp 37,5 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa jenis harta, seperti tanah dan bangunan (Rp 23,2 miliar), alat transportasi dan mesin (Rp 1,3 miliar), harta bergerak lain (Rp 950 juta), kas dan setara kas (Rp 10,4 miliar), serta harta lain (Rp 2,8 miliar).

Garuda IndonesiaMenteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Sebelumnya, terkuak tindakan penyelundupan satu unit motor Harley-Davidson dan dua unit sepeda bermerek Brompton melalui pesawat Airbus A330-900 seri Neo dengan nomor penerbangan GA9721 rute Toulouse-Jakarta. Kedua jenis barang yang melanggar aturan kepabean itu diduga kuat milik Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Akibatnya, sang bos pun harus rela dilengserkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Kamis, 5 Desember 2019, Erick bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan gelar barang bukti. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menyebut potensi kerugian negara yang ditimbulkan atas tindakan Ari berkisar antara Rp 532 juta hingga Rp1,5 miliar.

Di pasaran sendiri, harga satu unit motor Harley Davidson bertipe FLH Electra Glide itu sekitar Rp 800 juta. Sementara untuk sepeda Brompton, yang disebut Sri Mulyani cukup populer di Jakarta, bisa mencapai Rp 50 juta-Rp 60 juta per unit.

Lantas, dengan level manajerial Ari Askhara yang berposisi sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, apakah dia tidak mampu membeli kedua jenis barang tersebut secara legal? 

Jika menilik secara besaran penghasilan, setiap bulan Ari Askhara paling tidak berpenghasilan Rp 400 juta. Angka tersebut didapat dari laporan keuangan perseoran pada semester I/2019. Dalam publikasi itu terungkap bahwa remunerasi tujuh orang direksi Garuda mencapai US$ 1,2 juta untuk enam bulan. Artinya jika dibagi rata, masing-masing direktur mendapatkan sekitar US$28.000 setiap bulan. [] 

Baca juga:

Berita terkait
Ari Askhara Diduga Selingkuh dengan Pramugari Garuda
Puteri Novitasari Ramli, pramugari Garuda yang diduga selingkuhan Ari Ashkara punya kuasa bak putri raja.
Ariel Tatum Ogah Disebut Gundik Ari Askhara
Ariel Tatum terseret dalam pusaran pergunjingan kehidupan pribadi Ari Askhara yang kini telah berstatus mantan direktur utama Garuda Indonesia.
Karier Ari Askhara Sebelum Jadi Dirut Garuda
Dirut PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Ari Askhara Danadiputra dipecat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
0
Satgas Covid-19 Tes PCR Buruh Pabrik Sampoerna
Pasca meninggalnya dua buruh PT Sampoerna akibat terinfeksi virus Covid-19, tim kuratif gugus tugas melakukan tes PCR terhadap 46 buruh.