Indonesia
Wah, Marquinhos Terserang Diare Saat Kawal Messi
Bek Brasil Marquinhos mengaku sakit diare saat mengawal Lionel Messi di semifinal Copa America 2019 melawan Argentina.
Bek Brasil Marquinhos (kiri) mengaku sakit diare saat mengawal Lionel Messi (kanan) di semifinal Copa America 2019 melawan Argentina. Di laga itu, Brasil menang 2-0 dan lolos ke final. (Foto: sportbible.com)

Jakarta - Ada-ada saja bek Marquinhos ini. Saat bertugas mengawal kapten Argentina, Lionel Messi, di semifinal Copa America 2019, dirinya malah terserang virus dan mengalami diare. Meski menjalankan tugas dengan baik, tak urung Marquinhos harus meninggalkan pertandingan karena tidak kuat menahan untuk buang air besar. 

Bukan pekerjaan gampang bagi siapa pun, termasuk Marquinhos saat ditugaskan mengawal seorang Messi. Dan, bek Paris Saint-Germain itu yang mendapat tugas berat di laga semifinal di Belo Horizonte, 3 Juli 2019. 

Nah, sekarang bayangkan bagaimana mengawal pemain yang susah dikawal itu dalam kondisi sakit perut. Bahkan saat kick-off pertandingan, Marquinhos belum sembuh benar dari sakit yang dideritanya. 

Ini jelas tidak mudah. Dia (Messi) benar-benar menjadi inspirator permainan mereka. Dia tidak hanya memberi kontribusi besar bagi tim Argentina tetapi juga pertandingan secara keseluruhan

Tugas itu memang dijalankan dengan baik. Pergerakan Messi selalu dikawal ketat oleh Marquinhos sampai akhirnya dia sendiri menyerah. 

"Saat saya menghadapi Argentina dan mengawali Messi, saya terkena virus dan mengalami diare sepanjang hari. Saya berusaha menahan sakit perut saat pertandingan. Tetapi saya tidak kuat lagi dan di menit 64 saya minta diganti," kata Marquinhos. 

Saat posisinya digantikan Joao Miranda, Brasil sudah unggul 1-0. Tak lama Marquinhos ditarik keluar, Brasil mampu menambah gol melalui Roberto Firmino. 

Soal tugas tersebut dengan kondisi badan yang kurang fit, Marquinhos yang bersama kapten Dani Alves merupakan benteng pertahanan PSG ini, mengaku tak mudah melaksanakan tugas mengawal bintang Barcelona ini. 

"Ini jelas tidak mudah. Dia (Messi) benar-benar menjadi inspirator permainan mereka. Dia tidak hanya memberi kontribusi besar bagi tim Argentina tetapi juga pertandingan secara keseluruhan," ujar Marquinhos yang mengaku sesungguhnya sudah merasakan sakit sehari sebelum pertandingan. Ini yang menjadikan dia memilih seharian di hotel untuk beristirahat. 

"Sehari menjelang pertandingan saya menghabiskan waktu di hotel. Ini memang menyulitkan saya. Saat pertandingan, saya masih diare. Meski demikian, saya tetap bisa bermain. Saya sudah berusaha menahannya. Namun kondisi saya kian memburuk sehingga minta diganti," tuturnya.

Usaha Marquinhos tak sia-sia. Dia turut mengantarkan Brasil ke final untuk menghadapi Peru di Stadion Maracana, Senin 8 Juli 2019 pagi WIB. Sedangkan Argentina melawan Chile untuk memperebutkan tempat ketiga, Minggu 7 Juli 2019 dini hari WIB. 

Berita terkait Copa America 2019: 

Berita terkait
0
Saat Turis Bule Ikut Lomba Kelereng di Bali
Turis bule itu berjalan pelan, sangat berhati-hati dengan sendok berisi kelereng terselip di bibir. Pemandangan ini terjadi di Bali.