Varian Baru Covid-19 Jatuhkan Nilai Saham Asia

virus baru yang terdeteksi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Nilai saham-saham Asia dilaporkan jatuh pada awal perdagangan Jumat, 26 November 2021 dan menuju penurunan mingguan terbesar dalam hampir dua bulan. Sementara, aset-aset safe haven seperti obligasi dan yen menguat.

Hal itu terjadi karena varian virus baru yang terdeteksi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan di masa depan dan suku bunga AS yang lebih tinggi.

Varian tersebut mungkin dapat menghindari respons kekebalan dan telah mendorong Inggris untuk segera memberlakukan pembatasan perjalanan di Afrika Selatan. 

Ini juga mengakibatkan nilai Rand Afrika Selatan turun 1,0 persen pada awal perdagangan, seperti halnya minyak mentah berjangka AS. Indeks berjangka S&P 500 turun 0,4 persen, sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko turun ke posisi terendah tiga bulan.

"Pemicunya adalah berita varian Covid-19 dan ketidakpastian tentang apa artinya ini," kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank di Sydney.

Indeks Nikkei Jepang juga anjlok 1,7 persen pada awal perdagangan dan saham Australia turun 0,6 persen. Selain itu, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen meni]uju penurunan mingguan 1,0 persen dan saham dunia (MSCI Global) sementara masih mendekati rekor tertinggi, menuju penurunan mingguan 0,7 persen, terbesar sejak awal Oktober 2021.

Meski baru sedikit yang diketahui tentang varian baru ini, para ilmuwan mengatakan kepada wartawan bahwa itu memiliki "konstelasi yang sangat tidak biasa" dari mutasi, yang mengkhawatirkan karena mereka dapat membantunya menghindari respons kekebalan tubuh dan membuatnya lebih menular.

Menurut pihak berwenang Inggris, itu adalah varian paling signifikan hingga saat ini dan khawatir itu bisa tahan terhadap vaksin.

Sedangkan, nilai Yen melonjak sekitar 0,4 persen menjadi 114,91 per dolar dan emas naik 0,2 persen menjadi 1.792 dolar AS per ounce. P

Pergerakan tersebut terjadi menyusul kekhawatiran tentang wabah Covid-19 yang mendorong pembatasan pergerakan dan aktivitas di Eropa serta ketika pasar secara agresif menaikkan suku bunga di Amerika Serikat pada tahun depan. []


Baca Juga


Berita terkait
Bursa Saham Korea Selatan Jatuh Lagi, Ini Pemicunya
Investor asing adalah penjual bersih saham senilai 87,5 miliar won (73,53 juta dolar AS) di papan utama.
Ketahui 4 Siklus Pasar Saham Agar Tidak Merugi
Meskipun menjanjikan profit yang menggiurkan, ada kalanya investasi saham meninmbulkan kerugian, butuh pengetahuan untuk meminimalisir kerugian.
6 Tips Melakukan Analisis Fundamental Pada Saham
Hal ini perlu dilakukan jika Anda berencana untuk investasi jangka panjang.
0
Varian Baru Covid-19 Jatuhkan Nilai Saham Asia
virus baru yang terdeteksi oleh para ilmuwan di Afrika Selatan menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan.