UNTUK INDONESIA
Upaya Kemenparekraf Hadapi Anjloknya Wisatawan
Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan telah melakukan sejumlah upaya untuk menghadapi anjloknya wisatawan yang datang ke Tanah Air.
Ilustrasi traveler. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Vinsensius Jemadu mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk menghadapi anjloknya wisatawan yang datang ke Tanah Air.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90 persen dibandingkan jumlah kunjungan pada Mei 2019.

"Data tersebut menunjukkan tantangan yang harus kita hadapi. Pola permintaan wisatawan berubah akibat pandemi Covid-19. Wisatawan akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama berwisata," kata Vinsensius saat seminar online bertajuk Yogya Alright: The Next Stop for Pleasure and Prayer.

Promosi mengenai kampanye InDOnesia CARE (I DO CARE).

PrambananWisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu, 1 Juli 2020. PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko membuka kembali kunjungan wisata Candi Prambanan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta pembatasan jumlah pengunjung setelah tutup selama tiga bulan akibat pandemi Covid-19. (Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah)

Sebab itu, Kemenparekraf melakukan sejumlah tindakan yang mengacu kepada internal maupun eksternal. Salah satu langkah yaitu mewujudkan rasa nyaman dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di lokasi wisata sehingga wisatawan yang datang ke Indonesia menjadi betah untuk berkunjung kembali.

"Salah satu upaya eksternal yang kami lakukan adalah promosi mengenai kampanye InDOnesia CARE (I DO CARE) yang lebih memfokuskan kepada protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) di masing-masing destinasi, misalnya di Yogyakarta," tutur Vinsesius.

Untuk menyedot keran wisatawan dari negara tetangga seperti Thailand dan Indocina, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya dipilih oleh Kemenparekraf.

Pasalnya, DIY memiliki kemiripan budaya, makanan, dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Thailand dan Indochina.

Candi BorobudurPetugas BKB melakukan penyemprotan dengan cairan khusus guna merawat kondisi bebatuan dan stupa beberapa waktu lalu. Abu vulkanik erupsi Gunung Merapi memapar candi yang terletak di Kabupaten Magelang itu, potensial merusak bebatuan jika dibiarkan lama. (Foto: Tagar/Solikhah Ambar Pratiwi)

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT. Taman Wisata Candi, Hetty Herawati, yang ikut dalam seminar mengaku Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko telah melakukan berbagai kesiapan dalam melaksanakan protokol kesehatan di era normal baru.

Wisawatan yang hendak memasuki kawasan destinasi wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan dicek suhu tubuhnya, diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan physcal distancing, serta membeli tiket secara online.

"Kami telah melakukan pembaruan secara keseluruhan di area Taman Wisata Candi dengan menerapkan standar protokol kesehatan dan kami siap untuk menyambut wisatawan yang akan datang. Karena kesehatan dan keselamatan wisatawan merupakan prioritas kami," kata Hetty.

Dalam kesempatan sama, Manajer Operasional Miramar Service Thailand, Prinya Patharaphum, menegaskan bahwa Candi Borobudur dan Prambanan juga menjadi salah satu desitinasi wisata utama bagi wisatawan Thailand. Oleh karena itu, penting bagi pihak pengelola distinasi wisata tersebut untuk mempersiapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

"Selain mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan, wisatawan Thailand juga akan menyasar tempat kuliner dan tempat perbelanjaan daerah setempat seperti jalan Malioboro, maka sebaiknya sektor-sektor tersebut juga ikut mempersiapkan diri menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya wisatawan dari Thailand," tutur Prinya.

Berita terkait
Dua Tempat Wisata Rembang Gelar Simulasi Pekan Ini
Dua tempat wisata di Rembang bersiap menggelar simulasi pembukaan pada pekan ini. Pantai Karangjahe dan Pasar Wisata Brumbung.
Bali New Normal, Selamat Datang Wisatawan Domestik
Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan beberapa langkah persiapan pembukaan kembali sektor pariwisata bagi wisatawan domestik.
Anak di Bawah 11 Tahun Boleh Tak Pakai Masker di Mal
Anak di bawah usia 11 tahun yang berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal boleh tidak memakai masker atau penutup wajah.
0
Upaya Kemenparekraf Hadapi Anjloknya Wisatawan
Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan telah melakukan sejumlah upaya untuk menghadapi anjloknya wisatawan yang datang ke Tanah Air.