UNTUK INDONESIA
Unik! Pemuda Denpasar Ciptakan Ogoh-ogoh Terkoneksi Internet
Unik! Pemuda Denpasar ciptakan Ogoh-ogoh terkoneksi internet. Ogoh-ogoh ini mampu digerakkan secara online menggunakan fitur 'Google Assistant' dari ponsel.
Pemuda mengirimkan perintah suara untuk menggerakkan Ogoh-ogoh melalui jaringan internet di Banjar Kaja Panjer, Kota Denpasar, Bali. (Foto: Ant/Fikri Yusuf)

Denpasar, (Tagar 15/3/2018) – Unik! Sejumlah warga yang tergabung dalam Sekeha Teruna (Kelompok Pemuda) "Dharma Laksana" Banjar Kaja Panjer, Kota Denpasar, Bali, membuat Ogoh-ogoh (boneka raksasa berkepribadian Bhuta Kala) yang dapat digerakkan dengan menggunakan koneksi internet.

"Untuk menyambut Nyepi tahun ini mampu digerakkan secara daring/online dengan menggunakan fitur 'Google Assistant' yang terpasang pada ponsel pintar," ujar perancang sistem tersebut, Made Dwi Krisna, di Denpasar, Kamis (15/3).

Made Dwi Krisna mengatakan, Ogoh-ogoh berjudul Siwa Sarabha itu dapat menerima perintah suara yang dikirimkan oleh operator Ogoh-ogoh dengan fitur 'Google Assistant' dengan menggunakan ponsel pintar, kemudian Ogoh-ogoh menerjemahkan perintah itu menjadi gerakan.

"Saya merakit komponen-komponen yang ada dalam Ogoh-ogoh seperti alat penerima dan pengolah pesan modem nirkabel, 'ethernet shield', 'relay', 'arduino' dan 'dimmers' sekitar dua minggu," jelasnya.

Made Dwi Krisna menjelaskan, cara pengoperasian Ogoh-ogoh berteknologi internet tersebut adalah menghubungkan Ogoh-ogoh dan ponsel pintar dengan koneksi internet. Setelah itu, operator membuka fitur "Google Assistant" dalam ponsel pintar dengan memberikan perintah suara.

Setelah itu, suara diolah oleh komponen yang ada di dalam Ogoh-ogoh dan kemudian Ogoh-ogoh dapat bergerak sesuai dengan perintah yang diberikan.

Di dalam Ogoh-ogoh juga terdapat alat hidrolik dan baling-baling 'drone' yang berfungsi sebagai penggerak bagian Ogoh-ogoh.

Made Dwi Krisna menambahkan, Ogoh-ogoh yang menghabiskan dana pembuatan sekitar Rp 25 juta tersebut, tidak dapat diikutkan lomba Ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar dan dibuat hanya untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi pemuda di wilayah Banjar Kaja Panjer.

"Kami sudah menang lomba Ogoh-ogoh dua tahun berturut-turut. Ada aturan kalau sudah menang dua kali, tidak dapat ikut lomba lagi selama dua tahun. Tapi kami membuktikan kalau kami tetap berinovasi dalam membuat Ogoh-ogoh," ujar Made Dwi Krisna.

Sebelumnya, "Sekeha Teruna" Dharma Laksana juga rutin menambahkan inovasi teknologi dalam pembuatan Ogoh-ogoh setiap menjelang Hari Raya Nyepi.

"Dua tahun lalu kami membuat Ogoh-ogoh yang digerakkan dengan koneksi 'bluetooth'. Tahun lalu, Ogoh-ogoh kami dapat bergerak dengan sensor frekuensi suara. Tahun ini kami membuat Ogoh-ogoh yang bisa bergerak dengan koneksi internet," ujar Made Dwi Krisna. (ant/yps)

Berita terkait
0
Unik Peragaan Busana di Kulon Progo
Peragaan busana biasanya dilakukan di gedung-gedung mewah, namun di Kulon Progo peragaan busana diselenggarakan di kebun teh.