Ulama NU: Kasus Lucu di Siantar, Nakes Dikriminalkan

4 tenaga kesehatan di Pematangsiantar jadi tersangka penistaan agama, ulama Nahdlatul Ulama menilai kasus yang lucu.
Intelektual Nahdlatul Ulama Ustaz Sukron Makmun. (Foto: Tagar/Tangkapan Layar Tagar TV)

Jakarta - Ulama Nahdlatul Ulama (NU) Ustaz Sukron Makmun menilai adanya 4 tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi tersangka penistaan agama usai memandikan jenazah wanita Covid-19 bukan muhrim di RSUD Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara merupakan sebuah kasus yang lucu.

“Kalau saya melihat ini sebenarnya kasus yang lucu kalau menurut saya, karena memang kalau di dalam agama sebaiknya yang laki-laki dimandikan oleh yang laki-laki, perempuan dimandikan oleh perempuan. Itu idealnya tapi ketika di rumah sakit atau di tempat kesehatan lainnya kalau misalkan emergency itu ya Nakes itu kan nggak mungkin harus nyari atau mungkin masalah teknis memang sedang tidak ada perempuan yang bisa memandikan.” Katanya melalui wawancara Tagar TV pada Selasa, 23 Februari 2021.

Penulis Buku "Moderatisme Islam dalam Konteks Indonesia Kekinian" ini pun menyampaikan dirinya menilai tidak masalah akan kejadian tersebut meskipun tidak muhrim dan adanya kasus ini menurutnya aneh sebab seharusnya ada konsultasi dengan pihak keluarga.

“Ini dari kedua belah pihak itu ada miscommunication saya rasa tapi mempolisikan kejadian seperti ini juga aneh dan polisi sampai memproses seperti itu kan kayak negara kita ini kurang kerjaan ya dan itu sangat rugi sekali. Kemudian seorang nakes misalkan masuk ranah pidana kemudian di penjara hanya karena memandikan jenazah ya itu saya rasa keterlaluan.” Ucapnya.

Ustaz Sukron mengatakan seharusnya polisi dapat lebih selektif. “Itu bisa dikomunikasikan kan nggak ada orang memandikan jenazah dengan modus istilahnya kan seperti itu kemungkinannya sangat nol koma berapa persen ya.” Ujarnya.

seandainya ada keluarga dimandikan oleh Nakes kan kita seharusnya berterimakasih.

Dirinya pun menilai rasanya sangat tidak bijak memperlakukan Nakes seperti itu.

“Idealnya kan RS kan memberi tahu begini, atau memang nggak usah diekspose itu sudah kita mandikan secara syari atau memang kemarin anak saya meninggal ya itu yaudah pak anak bapak sudah dimandikan tapi ya mandi belum syari nanti kalau perlu dimandikan secara syari lagi silahkan dan seandainya ada keluarga dimandikan oleh Nakes kan kita seharusnya berterimakasih.” Ucap Ustaz Sukron Makmun. [] 

Berita terkait
ICJR: Kasus 4 Nakes di Siantar Tidak Penuhi Unsur Penodaan Agama
Empat laki-laki petugas forensik RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar tersangka penodaan agama karena memandikan jenazah wanita.
Upaya Damai Gagal, Kasus Penistaan Agama 4 Nakes Siantar Berlanjut
Upaya restorasi justice kasus penistaan agama kepada empat nakes RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar menemui jalan buntu.
Kronologis Pemulasaran Jenazah Berujung 4 Nakes Siantar Tersangka
Bermula pada Minggu, 20 September 2020, petugas terima telepon dari Kepala Ruangan Isolasi RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.
0
Pemkot Lhokseumawe Segera Lakukan Vaksinasi Massal Covid-19
Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, dalam bulan Juni 2021 ini akan segera melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal