Tips Traveling, Metode Cegah Panik Saat Terbang Naik Pesawat

Salah satu pertanyaan besar traveler dari berbagai penjuru dunia adalah bagaimana mengakali panik saat traveling terbang naik pesawat.
Ilustrasi naik pesawat. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Salah satu pertanyaan besar traveler dari berbagai penjuru dunia adalah bagaimana mengakali panik dan gugup saat terbang naik pesawat. Karena bagi sebagian wisatawan, terbang menjadi hal yang menakutkan.

Takut saat terbang menggunakan pesawat dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk klaustrofobia atau takut ketinggian.

Banyak traveler merasakan cemas irasional akibat berprasangka buruk seperti pesawat akan jatuh karena bermasalah. Paranoid itu tiba-tiba muncul, tak peduli berapa banyak traveler itu mendapat pemberitahuan tentang hasil penelitian bahwa terbang lebih aman daripada mengemudikan kendaraan di jalan raya.

Penggunaan MaskerIIustrasi penumpang pesawat terbang. (Foto: www.radarbox.com)

Meski begitu, memilih terbang menggunakan pesawat atau tidak adalah keputusan pribadi. Namun, bagi traveler yang ingin mencoba terbang dengan maskapai tetapi masih merasa cemas, Tagar punya tips untuk membantu meredakan ketakutan tersebut.

Berikut tips traveling, cegah panik saat terbang naik pesawat:

Cari info sebelum take off

Bagi banyak traveler yang takut terbang, mempelajari dasar-dasar tentang cara kerja pesawat bisa sangat membantu untuk mengurangi kecemasan.

Misalnya, memahami bagaimana pesawat dapat terus terbang meskipun mesinnya rusak, atau mitigasi bencana ketika pesawat mengalami masalah, itu semua dapat membantu Anda mengurangi rasa cemas irasional akibat berprasangka buruk sepanjang penerbangan.

Terapi membiasakan diri

Mengetahui seperti apa bentuk pesawat yang ditumpangi. Terapi membiasakan diri melihat apa yang biasa dipandang ketika terbang dalam pesawat juga bisa dilakukan untuk mengikis rasa takut ketika terbang.

Garuda IndonesiaIlustrasi kabin pesawat. (Foto: Instagram/Garuda Indonesia)

Ketika berbicara kepada Smartertravel.com, psikolog klinis berlisensi dan penulis buku The Anxious Brain and The 10 Best-Ever Anxiety Management Techniques, Margaret Wehrenberg, PsyD, mengatakan pernah mengalami takut terbang.

Wehrenberg lantas memasang gambar kabin pesawat di desktop komputer kerjanya. Setiap hari ia menjadi familiar. Ketika lama kelamaan terbiasa dengan apa yang dilihatnya, perlahan Wehrenberg menjadi tak awam dengan situasi di pesawat. Kini ia sudah sampai pada taraf tenang ketika merasakan turbulensi.

Memilih tempat duduk

Sebagian besar maskapai penerbangan mengizinkan Anda untuk memilih tempat duduk ketika traveling menggunakan pesawat. Bagi Anda yang takut atau merasa cemas ketika terbang, coba duduk di kursi bagian lorong. Ini juga dianjurkan bagi traveler yang menderita klaustrofobia.

Alasannya, memilih kursi di lorong dapat membuat Anda tidak seperti dikurung oleh orang lain, Anda juga bisa bangun dan bergerak di sekitar kabin dengan lebih mudah. Pemilihan tempat kursi juga membantu traveler yang khawatir saat terbang menjauh dari pemandangan langit di jendela pesawat. 

Berita terkait
Tips Tampil Cantik saat Kuliah Online dari Dosen Muda Unand
Meski kuliah online, tetap tampil maksimal merupakan kewajiban bagi dosen muda Universitas Andalas (Unand) Padang ini.
5 Manfaat Nonton Film saat Stres, Nomor 3 Bikin Laper
Bisa dilakukan sendiri karena manfaatnya seperti terapi stres. Siapa sangka aktivitas itu bernama nonton film.
KRL Stop Operasi, Luhut Cemas Warga Tak Bisa Traveling
KRL diusulkan stop operasi selama PSBB oleh kepala daerah, Luhut B Panjaitan cemas dengan warga yang ingin traveling.
0
Darmizal: Abdee Slank, Jati Diri Milenial yang Berpotensi
Ketua Umum Relawan Jokowi HM Darmizal MS mengatakan Abdee Slank merupakan jati diri milenila yang memiliki potensi untuk mengambagkan Telkom.