UNTUK INDONESIA
Tips Menyusui Bayi Kembar Secara Aman
Jika memiliki bayi kembar, hal yang perlu diperhatikan adalah menyusuinya. Berikut ini 6 cara menyusui bayi kembar.
Ibu Menyusui Bayi Kembar. (Foto: solusisehatku.com)

Jakarta - Jika memiliki bayi kembar, pastinya hal yang perlu diperhatikan adalah proses menyusuinya. Meskipun tampaknya sepele, aktivitas itu mungkin membuat orang bertanya-tanya bagaimana seorang ibu yang memiliki bayi kembar melakukan hal itu. 

Menyusui bayi kembar memang bisa saja sangat melelahkan sang ibu. Apalagi jika harus melakukannya secara bergantian atau secara bersamaan.  

Berikut ini Tagar memberikan tips menyusui bayi kembar yang aman dan benar, yaitu

1. Perbaiki kondisi ibu

Kebanyakan ibu yang baru melahirkan kondisinya kurang baik, baik kondisi fisik, jiwa, dan mental. Apalagi kalau sang ibu baru pertama kali melahirkan bayi kembar.

Kondisi jiwa sang ibu juga harus diperhatikan karena mungkin akan menghambat proses menyusui bayi kembar. Jadi, dia perlu memperbaiki kondisi pikiran, mental, dan fisik. Namun pola hidup sehat juga harus diterapkan untuk membantu kondisi fisiknya. 

2. Menyusui secara tandem

Umumnya bayi yang baru lahir akan menyusui sekitar 2 jam sekali. Namun tidak ada yang bisa memprediksi waktu saat bayi ingin menyusu. Adakalanya bayi kembar tidak mau bersamaan menyusu dan ada juga momen saat bayi kembar itu ingin menyusu secara bersamaan. 

Jika bayi kembar itu ingin menyusu dalam waktu yang bersamaan, ibu tidak perlu bingung. Dia bisa menerapkan cara menyusui secara tandem, maksudnya dilakukan dengan menggunakan beberapa pilihan posisi.

Tiga posisi menyusui bayi kembar secara tandem adalah

- Double Football 

Posisi ini yang paling banyak diterapkan untuk menyusui bayi kembar. Posisi menyusui ini adalah dengan menempatkan dan memegang bayi kembar pada kedua sisi payudara ibu yang sedang menyusu. 

Bayi kembar diposisikan berbaring di bawah tangan ibu dan kepala mereka ditopang di tangan ibu. Awalnya, posisi ini akan sulit bagi sang ibu yang baru saja menjalankannya. Namun, seiring berjalannya waktu pastinya akan terlatih jika sering melakukannya.  

- Double Cradle hold

Pada posisi ini, bayi akan dipegang seperti layaknya menyusui bayi tunggal dan badannya ada di atas perut ibu. Badan kedua bayi kembar dibuat saling menyilang.   

- Kombinasi football dan cradle hold

Posisi seperti  ini bisa saja menjadi pilihan dalam menyusui bayi kembar yaitu dengan mengkombinasikan kedua posisi sebelumnya, yaitu football dan cradle. Pemegangan bayi pertama mengikuti cara football dan bayi kedua memakai posisi cradle.

3. Menyusui bayi dengan payudara bergantian

Yang harus diperhatikan oleh seorang ibu saat menyusui bayi kembar dengan cara ini adalah penggunaan payudara harus seimbang. Jika bayi pertama telah menyusui di sebelah kanan, maka bayi kedua diberi payudara sebelah kiri.

Cara itu akan membuat kedua payudara bisa seimbang dalam memproduksi dan mengeluarkan ASI (air susu ibu). Sehingga ukuran payudara akan tetap sama. Penggunaan payudara yang tidak seimbang akan membuat payudara besar sebelah.

4. Memompa ASI

Jika sang ibu merasa letih menyusui bayi kembarnya, bisa saja dia memompa ASI-nya. Lalu ibu atau ayah bisa memberikan ASI yang sudah dipompa itu pada si kembar. 

Intinya, menyusui bayi kembar adalah masalah kenyamanan, baik untuk ibu maupun bayi. Dalam pemberian ASI pada bayi kembar disarankan juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi agar kebutuhan bayi terpenuhi.  

5. Menggunakan bantal menyusui

Pemakaian bantal menyusui bisa saja menjadi salah satu cara menyusui bayi kembar dengan benar dan mudah. Menggunakan cara ini tentu saja posisi ibu ketika menyusui bayi menjadi lebih tepat karena perlekatan antara bibir bayi dan puting akan lebih baik.

Cara seperti ini sudah banyak diterapkan sang ibu yang memiliki bayi kembar. Jangan heran, semakin hari banyak ibu menyusui menggunakan bantal khusus. 

Baca juga:

Berita terkait
0
Foto: Momen Timnas Indonesia U-16 Bertemu Cina di GBK
Laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 antara Indonesia melawan Cina di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 22 September 2019.