UNTUK INDONESIA
Tingkah Aneh Pecandu Drakor di Bantaeng Sulawesi Selatan
Orang-orang kok suka banget nonton drakor. Gue jadi penasaran. Nontonnya di mana deh ya. Kisah perempuan-perempuan di Bantaeng tergila-gila drakor.
Andi Waliana Syaggaf (depan) dan teman-teman sesama pencinta drakor, drama Korea. (Foto: Dok Pribadi)

Bantaeng, Sulawesi Selatan - Drama Korea, suatu hari seorang istri di Jakarta berkata kepada suaminya, "Orang-orang kok suka banget nonton drakor. Gue jadi penasaran. Nontonnya di mana deh ya?" Suaminya menjawab, "Jangan coba-coba deh. Ntar keterusan. Gue dulu udah capek nemenin nyokap gue nangis-nangis nontonin drakor melulu, masa sekarang lagi?” 

Tergila-gila pada drakor bisa menimpa siapa saja, termasuk tiga perempuan di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Andi Waliana Syaggaf, dosen di Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Nur Hikmah, pemilik usaha berlabel Buah Murah Makassar, dan Asra Ratu seorang ibu dari satu anak.

Andi Waliana Syaggaf, lajang berusia 32 tahun yang akrab disapa Wali ini tertarik nonton drakor sejak sekolah menengah atas, tahun 2000-an.

"Hal gila itu zaman masih internet terbatas aslinya, menabung buat beli DVD bajakan, majuan sedikit internetnya mulai begadang download sampai subuh, sekarang sudah lebih mudah nontonnya pakai beberapa aplikasi tertentu," kata Wali kepada Tagar, Kamis, 11 Juni 2020.

Drakor bagi Wali bukan sekadar menyajikan jalan cerita rumit dan membingungkan, tapi banyak sisi lain yang memang membuat drakor berbeda dengan drama-drama lainnya.

Kata Wali, hal yang ia senangi dari drama Korea adalah tampilan visual dari tokoh-tokoh pemeran yang menurutnya sangat menjual dengan karakter tokoh yang diceritakan sangat kuat, serta alur cerita yang jelas dan berkesan. Selain itu ia banyak mendapatkan pengetahuan umum lewat tontonan drakor.

"Drakor itu tiap episode atau dramanya selalu memberi ilmu, mulai dari drama yang genre romantis, pesan cinta, dunia medis sampai politik. Misal drama yang bercerita dunia medis atau kedokteran itu diisi tentang kasus-kasus yang memang sering terjadi tanpa ada gimik," tutur Wali. Ia paling suka drakor genre laga atau action.

Ia membandingkan drakor dengan sinetron Indonesia, gimik yang dimaksudkan misalnya cerita dunia medis di Indonesia biasanya secara visual hanya menampilkan orang-orang yang mengenakan pakaian dokter, membawa stetoskop, memeriksa jantung pasien atau melakukan injeksi. Sedangkan dunia medis yang diceritakan dalam drama Korea adalah aktivitas yang riil dan detail.

Drakor itu tiap episode atau dramanya selalu memberi ilmu, mulai dari drama yang genre romantis, pesan cinta, dunia medis sampai politik.

My Girlfriend is GumihoPemeran Gumiho dalam drakor My Girlfriend is Gumiho, dengan gaya rambut khas berupa cepolan poni di atas kepala, mempengaruhi gaya sehari-hari Nur Hikmah. (Foto: evacuatewithstyle.org)

"Drakor itu full set sampai proses autopsi saja itu ditampilkan, jadi buat kita orang awam di dunia kedokteran itu bisa dapat ilmu. Bahkan dosis obat dan macam obat untuk penyakit juga mereka jelaskan, bukan yang kayak biasa dokternya keluar masuk periksa dada pasien, mengatakan hal mengejutkan dan mengada-adalah," kata Wali

Saking cintanya pada dunia per-drakor-an, Wali sampai rela merogoh saku untuk membeli kamus bahasa Korea, untuk memudahkannya mengetahui lebih banyak lagi kosa kata bahasa Korea. Salah satu obsesinya hingga saat ini adalah berlibur ke negeri ginseng, Korea Selatan.

Bagi Widi, nangis bombay saat menonton drakor sangat wajar terjadi, bukan hal aneh lagi.

"Kalau pencinta drakor, aku yakin pasti semua sudah merasakan nonton sambil nangis bombay, saking nyatanya akting mereka menyampaikan pesan cerita itu kita terbawa suasana," tutur Wali yang juga hobi membaca dan mewarnai ini.

Menonton drakor, kata Wali, memang bisa berisiko bagi orang-orang yang kondisi mentalnya tidak stabil. "Di drakor itu beberapa orang menganggap berlebihan saking jelasnya, misalnya trik pembunuhan yang sadis, berencana, racun yang digunakan dan cara meraciknya itu detail. Nah, orang yang kejiwaannya bermasalah bisa saja menjadikan ini hal yang berbuntut hukum di dunia nyata."

Drakor BantaengNur Hikmah, pencinta drakor, pernah pas hamil seharian berbaring menonton 16 episode drakor. (Foto: Dik Pribadi)

Sehari Nonton 16 Episode

Nur Hikmah, pemilik usaha dengan merek Buah Murah Makassar. Ibu dua anak ini ada masanya menghabiskan nyaris seluruh waktunya dalam sehari untuk menonton drakor, episode demi episode tahu-tahu sudah sore, tahu-tahu sudah malam.

"Drakor itu tidak berbelit-belit jalan ceritanya, tidak memaksakan cerita, dibuat secara matang lalu ditayangkan, jadi ending-nya memang tidak bisa ditebak," kata Hikmah.

Ia tak akan pernah lupa ketika sedang hamil anak kedua, seharian rebahan, menyelesaikan belasan episode drama Korea. "Waktu itu saya bisa habiskan satu drama dalam sehari, 16 episode setiap hari."

Hikmah pertama kali jatuh hati pada drakor pada 2004, saat itu ia menonton drama Full House. Kemudian pada 2010 drakor yang sedang seru adalah My Girlfriend is Gumiho dibintangi artis cantik Shin Min Ah dan Lee Seung Gi.

Ciri khas tokoh Gumiho yang diperankan Shin Min Ah adalah gadis cantik berambut panjang, sesekali membuat gaya rambut aneh dengan cepolan di bagian atas kepalanya.

"Drakor yang berpengaruh sampai ke gaya sehari-hari ya itu si Gumiho yang rambut bagian poninya dibuat cepolan sebesar bakso," ujar Hikmah.

Drakor BantaengAsra Ratu, penggemar drakor di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Ia gelisah ketika tontonan drakornya terjeda aktivitas lain. (Foto: Dok Pribadi)

Asra Ratu, ibu satu anak. Ia ketika sedang mengikuti satu drakor, tidak akan tenteram sebelum ketemu ending-nya. "Waktu itu nonton drama Goblin, saya keliling, cari siapa yang punya episode lengkapnya, ku-chat semua teman, ujung-ujungnya dapat dari salah satu customer-ku yang juga sesama pencinta drakor, saya dikasih full episode lengkap dengan flashdisc-nya."

Ia paling suka drakor genre horor dan romantis. Yang sekarang lagi heboh jadi bahasan di kalangan para ibu, kata Asri, adalah drakor berjudul The World of Merried Couple, bercerita tentang kehidupan rumah tangga yang diusik kehadiran perempuan lain.

Tokoh dokter Ji, perempuan cantik, fashionista, kaya, karier bagus, memiliki seorang putra, dan seorang suami yang ternyata mengkhianati cintanya. Suaminya berselingkuh dengan perempuan bernama Da Kyung yang jauh lebih muda, putri dari seorang yang kaya-raya.

"Drama itu saking totalnya, banyak yang gagal fokus ke arah pelakor-nya. Menurutku pesan yang sesungguhnya dari drama itu lebih ke bagaimana dunia pernikahan kalau orang tua bermasalah, dampak ke anak, istri yang dipisahkan dari anak. Full membahas dilema rumah tangga yang nyata," tutur Asra dengan penuh semangat.

Drakor membuat Asra Ratu belajar melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. []

Baca cerita lain:

Berita terkait
Rasyid Bancin, Membawa Nuansa Al-Azhar Mesir ke Aceh
Muhammad Rasyid Bancin, lika-liku bisnis sampai jualan tempe saat kuliah di Al-Azhar Kairo, Mesir, hingga ia mengasuh pondok pesantren di Aceh.
Tangisan Anak di Makam Saat Lebaran di Aceh Barat Daya
Selesai salat Id di sebuah desa di Aceh Barat Daya, Rizaldi berjalan cepat menuju makam ayahnya. Ia curhat sambil menangis di pusara ayah.
Lebaran Online Warga Bantaeng dan Keluarga Indonesia
Lebaran online keluarga Mohtarom di Tulungagung Jawa Timur, dan keluarga Muhammad Siddiq di Bantaeng Sulawesi Selatan. Idul Fitri 2020 tanpa mudik.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.