UNTUK INDONESIA
Tim Kampanye Donald Trump Tambah Gugatan Hukum Pilpres 2020
Meskipun dua gugatan sebelumnya gagal, tim kampanye Donald Trump kembali melanjutkan gugatan di pengadilan terkait penghitungan suara
Para pendukung Presiden Donald Trump memprotes penghitungan suara di Nevada di depan Kantor Pemilihan Clark County, di Las Vegas, Rabu, 4 November 2020. (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta - Tim kampanye pemilihan Presiden AS, Donald Trump, kembali melanjutkan gugatan di pengadilan mengenai penghitungan suara pada, 5 November 2020, meski gugatan yang diajukan di dua negara bagian yang menjadi penentu dalam pemilu 2020 gagal.

Di Nevada, yang condong ke Demokrat, tim kampanye dan pengurus Partai Republik di negara bagian itu mengumumkan gugatan yang mengklaim sedikitnya 10.000 orang yang bukan warga AS, mencoblos secara ilegal dan surat suara mereka sedang terhitung.

Di Nevada, mantan wakil presiden Joe Biden dari Partai Demokrat, mempertahankan sedikit keunggulan atas Trump dalam perolehan suara.

"Tidak dapat diterima di negara ini yang menghitung suara ilegal, dan itu yang terjadi di negara bagian Nevada," kata mantan penjabat kepala intelijen Trump, Richard Grenell, dalam sebuah konferensi pers di Las Vegas.

Joe Gloria, pencatat panitera pemilih untuk Clark County, Nevada, membantah tuduhan tersebut. “Tanggapan saya adalah kami tidak mengetahui adanya surat suara yang tidak layak, yang sedang diproses,” kata Gloria kepada sejumlah wartawan selama konferensi pers.

Tim Kampanye Trump mengumumkan, 4 November 2020, gugatan yang mereka ajukan untuk menghentikan sementara penghitungan suara di Pennsylvania hingga sejumlah pengamat pemilu kubu Trump diberi lebih banyak akses untuk mengawasi proses penghitungan suara.

Pennsylvania adalah negara bagian yang vital bagi peluang Trump untuk untuk kembali terpilih sebagai presiden AS.

Gugatan di Nevada itu merupakan langkah hukum utama keempat tim kampanye Trump yang diajukan sejak hari pemilihan presiden pada Selasa, 3 November 2020. Hingga kini belum ada hasil pasti dari pilpres AS 2020. Gugatan di Nevada dilayangkan ketika pengadilan di Georgia dan Michigan membatalkan dua tuntutan hukum Trump atas penanganan surat suara di negara bagian tersebut.

Di Georgia, Partai Republik menuduh dewan pemilihan lokal mengizinkan surat suara yang tidak valid bercampur dengan surat suara yang siap untuk dihitung. Namun seorang hakim menolak gugatan itu setelah seorang pejabat pemilihan lokal bersaksi bahwa surat suara yang dipermasalahkan "diterima tepat waktu".

Di Michigan, seorang hakim lokal menolak permintaan kampanye Trump untuk menghentikan semua penghitungan suara sampai diberikan "akses sepenuhnya" dalam proses penghitungan surat suara seperti video yang mengawasi kotak-kotak pengumpulan surat suara. Keputusan hakim itu diambil sehari setelah Biden diumumkan oleh media pemberitaan sebagai pemenang di negara bagian tersebut.

Terlepas dari kegagalan gugatan hukum di Georgia dan Michigan, kampanye Trump meraih kemenangan kecil di Pennsylvania dengan perintah hakim banding agar beberapa pengamat dari Partai Republik diizinkan untuk menyaksikan penghitungan suara di ruang konvensi sambil menjaga jarak aman sejauh dua meter.

Tim Kampanye Biden menilai perkara hukum Trump itu sebagai hal yang sembrono dan tidak bermanfaat.

Hasil pemilihan presiden AS jarang diperebutkan. Namun, tahun 2020 telah menjadi pemilu yang paling banyak litigasi, dan Trump menyatakan "risiko terbesar" adalah kalah di pengadilan. (mg/ft)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Donald Trump Dikiritik atas Klaim Penipuan Pemilih Pilpres
Banyak kalangan di Amerika Serikat yang kritik Donald Trump atas klaimnya yang tanpa bukti mengatakan terjadi penipuan pada Pilpres tanpa bukti
Pilpres AS, Donald Trump Murka Merasa Dicurangi Tanpa Bukti
Donald Trump sebut dia dicurangi dalam perhitungan suara di Pilpres AS 3 November 2020 tapi tanpa bisa memberikan bukti
Kalah Pilpres Donald Trump Lancarkan Serangan ke Jalur Hukum
Upaya Presiden Trump untuk terpilih kembali dalam bahaya sehingga dia lancarkan serangan yang dapat sebabkan pertempuran hukum yang berlarut-larut
0
Tim Kampanye Donald Trump Tambah Gugatan Hukum Pilpres 2020
Meskipun dua gugatan sebelumnya gagal, tim kampanye Donald Trump kembali melanjutkan gugatan di pengadilan terkait penghitungan suara