Garut, (Tagar 5/8/2018) – Seorang warga berinisial ZA (50) ditangkap personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (4/8) dini hari.

Kepala Desa Sukawangi Hadiansyah mengatakan, warganya telah dibawa oleh Densus 88, diduga ada keterlibatan dalam jaringan teroris di Indonesia.

"Waktu penangkapannya tidak ada informasi, cuma banyak mobil ke arah Gunung Gagak, setelah itu baru tahu ada yang ditangkap," kata Hadiansyah kepada wartawan, Minggu.

Dia menyampaikan, warga yang diamankan tersebut kesehariannya biasa-biasa saja, bahkan sering bergaul dengan warga sekitar.

Warga Desa Sukawangi, kata Hadiansyah, tidak menyangka orang tersebut diamankan polisi terkait dugaan jaringan teroris.

"Warga di sini juga kaget, enggak menyangka," ujarnya.

Hadiansyah mengungkapkan, warganya itu merupakan pindahan dari Kabupaten Indramayu, kemudian menikah dengan perempuan Desa Sukawangi.

Dia diketahui sudah lama bekerja di perusahaan percetakan di Bandung, kemudian setiap sepekan sekali pulang. "Enggak setiap hari di sini, katanya bekerja di percetakan di Bandung," ucap Hadiansyah.

Blitar, Jember, dan Tegal

Sebelumnya, seminggu terakhir seperti dirilis Antara, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di Blitar, Jember, Yogyakarta, dan Tegal.

Di Blitar, Tim Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kelurahan Plosokerep, Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu, dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Samsul, warga Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, mengaku awalnya kaget ada sejumlah orang mengenakan pakaian tertutup masuk ke dalam rumah Lut, tetangganya.

"Kami cukup kaget, sebab selama ini ia (Lut) adalah pribadi yang baik dan sopan. Kalau sehari-hari kerjanya sebagai penjual (tabung) elpiji," ucap Samsul.

Dia juga mengatakan, selama ini Lut merupakan sosok yang cukup akrab dengan para tetangga. Dia dengan tetangga lainnya seakan tidak percaya jika Lut terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah.

"Dengan tetangga baik, hanya pakaian saja yang beda," kata dia.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya hanya diminta untuk membantu pengamanan, sedangkan kegiatannya apa, dirinya kurang tahu. "Kami hanya diminta mendampingi saja, ini sifatnya 'back up' kegiatan tersebut, menambah kekuatan. Untuk selebihnya kegiatan itu apa, kami kurang paham," ujarnya.

Tim Densus mengamankan Lut pada Jumat (3/8) malam. Tim lalu melakukan penggeledahan pada Sabtu (4/8) di lokasi rumahnya, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

Penggeledahan melibatkan personel polisi yang berpakaian preman, dengan waktu sekitar satu jam. Mereka membawa beberapa barang bukti yang dimasukkan ke dalam amplop berwarna cokelat. Barang bukti itu di antaranya adalah SIM.

Di Jember, Tim Densus 88 menggeledah sebuah rumah yang dikontrak warga berinisial AR di Perumahan Istana Tegalbesar Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Ada belasan polisi bersenjata lengkap yang menggeledah rumah AR pada Kamis (2/8) sore, namun saat penggeledahan hanya ada istri AR dan tiga anaknya," kata Ketua RT Nur Cahyo kepada sejumlah wartawan di Jember, Sabtu.

Dia mengaku dijadikan saksi saat penggeledahan, dan polisi menyampaikan kepada istri AR bahwa suaminya sudah diamankan. "Ada beberapa barang-barang yang diamankan dari rumah AR di antaranya pisau, gunting, 'laptop', telepon genggam, buku harian, dan sejumlah kartu perdana seluler yang disita," tuturnya.

Menurutnya penggeledahan dilakukan sekitar 1,5 jam.  Sejumlah aparat kepolisian berseragam dengan senjata lengkap bersiaga di sejumlah jalan masuk ke rumah AR, sehingga warga di perumahan itu banyak yang memilih menutup rumah.

"Pasca penggeledahan di rumah AR itu, aktivitas warga di perumahan kembali normal dan melakukan aktivitas seperti biasa pada Jumat (3/8)," ujarnya.

Nur mengaku tidak tahu banyak tentang aktivitas yang dilakukan oleh warga yang diduga terlibat jaringan teroris tersebut, namun sehari-hari AR dikenal sebagai pedagang bakso keliling dan istrinya menjadi tukang pijat.

Di Tegal, Tim Detasemen Khusus 88 menangkap terduga teroris YW (36) warga Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu.

Tetangga terduga teroris Dasmo (36) mengatakan, YW ditangkap tidak jauh dari toko optik miliknya di Pasar Kemantran, Kecamatan Kramat. Selain menangkap YW, Densus juga membawa seorang karyawan toko optik milik terduga teroris itu.

"Ada sekitar tujuh orang berpakaian seragam lengkap seperti Brimob dan membawa senjata," kata Dasmo yang bekerja sebagai bengkel kendaraan.

Dia mengatakan, karyawan optik berinisial FB, warga Brebes sempat diperiksa tim Densus di dalam toko kemudian dibawa pergi menggunakan mobil. "Saya melihat (FB) sempat diinterogasi di dalam toko sekitar 10 menitan. Karyawan toko optik itu hanya satu saja," ujarnya.

Menurut dia, perilaku terduga YW dalam kesehariannya tidak ada hal yang mencurigakan di dalam lingkungan masyarakat setempat.

"Akan tetapi, kami tak menyangka jika YW diduga terlibat terorisme. Sudah lima tahun YW membuka toko di sini. Kesehariannya juga biasa-biasa saja," ungkapnya. [o]