UNTUK INDONESIA
Testimoni Anji - Hadi Pranoto Membodohi Masyarakat?
Wawaimuli Arozal mengatakan video wawancara musisi Anji terhadap Hadi Pranoto adalah sebuah testimoni yang dapat membodohi masyarakat.
Hadi Pranoto berpose bersama penyanyi Anji. (Foto: Instagram/duniamanji)

Jakarta - Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Wawaimuli Arozal mengatakan video wawancara musisi Erdian Aji Prihartanto atau Anji terhadap Hadi Pranoto adalah sebuah testimoni yang dapat membodohi masyarakat.

Dia berharap, sebagai seorang YouTuber seharusnya Anji lebih memahami siapa sosok narasumber yang akan diwawancarainya. Terlebih tema yang diangkat seputaran Covid-19.

Testimoni-testimoni seperti ini akan membodohi masyarakat, karena masyarakat juga dari berbagai kalangan pendidikan, yang bisa saja langsung percaya

"Harapan saya supaya jangan asal mengupload suatu berita, harus di klarifikasi dengan yang ahli, pastikan narasumber mempunyai track record sebagai ilmuwan yang ahli dibidangnya, pastikan narasumber memiliki institusi yang reputable," katanya dihubungi Tagar, Senin, 4 Agustus 2020.

Dia juga menyinggung hasil wawancara Anji bersama Hadi Pranoto suatu testimoni yang dapat membodohi masyarakat.

"Testimoni-testimoni seperti ini akan membodohi masyarakat, karena masyarakat juga dari berbagai kalangan pendidikan, yang bisa saja langsung percaya, apalagi kemudian di share ke berbagai grup," ujarnya.

Menurutnya, sejak corona masuk ke Indonesia, sudah banyak berita bohong terkait Covid-19. Dia mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus menindak konten yang menyebar hoaks seperti milik Anji.

"Sudah sangat banyak berita-berita hoaks terkait Covid-19 ini, mungkin pemerintah dalam hal ini kementerian informasi perlu mengawasi konten-konten yang justru membahayakan seperti ini," kata dia.

Dia juga membantah adanya ucapan Hadi Pranoto yang sempat menyebut tes deteksi Covid-19 hanya menghabiskan biaya Rp 10 ribu saja.

"Enggak mungkin swab test seharga demikian, karena diperlukan banyak reagen, mesin khusus, serta keahlian khusus untuk mampu menganalisa hasil swab. Swab test harus dilakukan dengan teknik yang benar, steril dan lab yang qualified untuk pemeriksaan virus karena risiko tinggi untuk penularan," ucap Wawaimuli.

Tak hanya itu, Wawaimuli juga menyinggung ketidakjelasan obat herbal Covid-19 yang disebutkan Hadi Pranoto.

"Pernyataan Profesor tersebut (tidak jelas dari institusi mana) tidak ada landasan ilmiahnya. Sampai saat ini belum ada obat yang dibuktikan secara ilmiah sebagai anti virus Covid-19. Obat-obat yang saat ini digunakan seperti remdisivir, avigan, klorokuin adalah obat yang sebenarnya untuk indikasi lain tetapi kemungkinan ada harapan dapat mengobati Covid-19," ucapnya.

Dia berpendapat, dalam situasi saat ini yang paling dibutuhkan adalah ketersediaan vaksin corona. Soal pernyataan Hadi Pranoto tentang obat Covid-19 miliknya, dikatakan Wawaimuli tidak jelas kebenarannya.

"Yang paling kita harapkan adalah tersedianya vaksin segera. Pernyataan yang bersangkutan tentang sudah memproduksi obat? secara massal dan dikonsumsi ribuan orang tidak jelas kebenarannya. Sebelum obat, suplemen, jamu diedarkan harus melalui rangkaian proses registrasi di BPOM," katanya.

Dia juga menyayangkan jika nantinya masyarakat jadi tidak waspada karena menganggap sudah ditemukannya obat Covid-19.

"Tentunya "kewaspadaan" masyarakat akan menurun karena menganggap sudah ada obat untuk Covid-19," ujar Wawaimuli Arozal.[]

Berita terkait
PAN: Tindakan Anji - Hadi Pranoto Tak Bisa Ditolerir
Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah meluruskan informasi Covid-19 terkait wawancara musisi Anji terhadap Hadi Pranoto.
IDI Desak Anji Tak Kejar Trafik YouTube Soal Covid-19
Waketum IDI Slamet Budiarto mendesak musisi Anji tidak mengejar jumlah trafik penontonketika membahas Covid-19 dalam konten videonya di YouTube.
Pengakuan Hadi Pranoto Narasumber Anji soal Gelar Profesor
Hadi Pranoto memberikan pengakuan perihal klaim profesor saat melakukan sesi wawancara dengan Anji di channel YouTube dunia Manji.
0
Warga Sumut Terlibat Jaringan Narkoba Agam Diringkus
Seorang pria warga Sumut diduga terlibat jaringan narkoba di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali diringkus polisi.