Tes Virus Corona Diperlukan Untuk Perjalanan Internasional

Tes virus corona (Covid-19) mana yang diperlukan untuk perjalanan internasional? Hal ini tergantung ke negara mana Anda pergi
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel usap hidung untuk menguji Covid-19 di luar stasiun kereta api di Ahmedabad, India, 19 Desember 2020. (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Tes virus corona (Covid-19) mana yang diperlukan untuk perjalanan internasional? Hal ini tergantung ke negara mana Anda pergi. Dalam upaya membatasi penyebaran varian virus corona baru, banyak negara mengharuskan wisatawan yang masuk untuk menunjukkan hasil tes negatif virus corona.

Amerika Serikat (AS), misalnya, akan menerima hasil, baik dari tes yang mendeteksi materi genetik virus -yang dianggap sebagai jenis tes paling sensitif- atau tes cepat yang mencari protein virus yang disebut antigen. Tes harus dilakukan tidak lebih dari tiga hari sebelum berangkat ke AS.

Tenaga kesehatan professional biasanya memberikan tes laboratorium yang lebih sensitif melalui tes usap yang membutuhkan satu hari atau lebih untuk mendapatkan hasil. Tes cepat membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit untuk mendapatkan hasilnya. Tes ini semakin sering digunakan di lokasi pengujian, kantor, sekolah, dan panti jompo. Untuk beberapa tes cepat, pengguna dapat melakukannya sendiri di rumah.

paspor vaksinasiIlustrasi: Paspor vaksinasi (Foto: dw.com/id)

Dengan salah satu tes tersebut, AS, memerlukan bukti elektronik atau cetakan dari hasil negatif dari laboratorium medis. Artinya, meskipun Anda berencana untuk mendapatkan tes yang lebih cepat, Anda mungkin perlu menemui penyedia layanan kesehatan yang dapat memberikan dokumentasi.

Inggris memiliki pengaturan yang serupa, menerima hasil dari kedua jenis tes tersebut. Namun, otoritas kesehatan di sana memberlakukan persyaratan tambahan, termasuk bahwa tes tersebut memenuhi ambang batas tertentu untuk akurasi. Wisatawan diminta untuk memeriksa untuk memastikan tes mereka memenuhi standar.

Setelah negara-negara menerapkan persyaratan yang berbeda-beda, pejabat di Uni Eropa setuju untuk membuat standar persyaratan yang diberlakukan di 27 negara anggota Uni Eropa (na/ah)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Paspor Digital Vaksinasi Virus Corona Swedia dan Denmark
Swedia umumkan rencana pengembangan sertifikat digital vaksinasi virus corona yang bisa digunakan pada liburan musim panas tahun ini
Qantas Ingin Paspor Vaksiniasi Bagi Pelancong Internasional
CEO maskapai penerbangan terbesar Australia, Qantas, mengatakan para penumpang harus mempunyai paspor vaksinisasi virus corona
0
Krisis Lebanon yang Terburuk di Dunia Sejak Tahun 1850-an
Bank Dunia mengtakan krisis ekonomi dan keuangan yang sangat parah di Lebanon salah satu yang terburuk di dunia dalam lebih dari 150 tahun