Jakarta - Video aksi protes masyarakat Kelurahan Tomalaou dan Gurabati, Kecamatan Tidore Selatan terhadap Caleg Partai Nasdem asal Maluku Utara bernama Ahmad Hatari viral di dunia maya. Sejumlah warga tampak menyeret seluruh karpet dan membuang keluar dari masjid.

Video dan gambar aksi pembuangan karpet dan sajadah tersebut menghiasi berbagai platform media sosial sejak Jumat malam, 19 April 2019. Video diunggah salah satunya oleh warganet dengan akun Facebook Enggah Danoo.

Menurut keterangan dalam isi video, kejadian meletup usai warga melakukan ibadah Salat Jumat di salah satu masjid di Kelurahan Tomalaou dan Gurabati. Caleg Ahmad Hatari yang diberikan kesempatan berbicara, disebut mengeluarkan pernyataan yang menyinggung.

"Ini suasana setelah pembicaraan atau sebuah penyampaian yang disampaikan oleh Pak Ahmad Hatari, pada saat selesai Jumat(an). Dan ternyata pembicaraan yang disampaikan mengundang protes kepada masyarakat Tomalaou, karena isi penyataan dianggap sangat provokatif. Dan ini tentunya, masyarakat sangat marah dengan masalah demikian," ungkap narator dalam video itu.

"Salah satu bentuk aksi protes masyarakat adalah mengeluarkan semua karpet dalam masjid yang telah disumbangkan oleh salah satu pembicara, namanya Ahmad Hatari," lanjut narator.

Belakangan diketahui kalau ucapan yang diduga menyinggung adalah pernyataan Hatari yang mengungkit-ungkit pemberian karpet-karpet masjid tersebut kepada warga masyarakat sebelum pencalonannya menjadi anggota legislatif.

Ahmad hatari mengungkit-ungkit pemberian tersebut lantaran hanya mendapatkan 700 suara dari jumlah total 2000 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di lingkungan itu.

Dalam video berdurasi 4 menit 50 detik itu, tampak puluhan jamaah berkerumun di bagian dalam dan halaman masjid. Beberapa diantaranya terlihat tengah mengusir seseorang yang diduga bernama Ahmad Hatari untuk keluar dari lingkungan masjid.

Orang tersebut kemudian berhasil mencapai mobil dengan penjagaan seorang petugas kepolisian. Sementara di sisi lain, sejumlah warga tampak menyeret karpet dan sajadah masjid panjang berwarna hijau dari suara-suara yang terdengar beberapa warga berteriak bakal membuang karpet-karpet tersebut.

Baca juga: