UNTUK INDONESIA
Tenaga Medis China Gugur Pasca Rawat Pasien Corona
Wabah virus corona di Wuhan, China, ternyata membawa petaka bagi dunia medis di sana, paling tidak ada 10 dokter yang gugur setelah merawat pasien
Peng Yinhua, menunda pernikahannya untuk merawat pasien corona. (Foto: nypost.com)

Jakarta - Wabah virus corona telah tersebar ke berbagai belahan dunia. Hingga saat ini tercatat 67 negara telah terjangkit virus mematikan ini seperti, Korea Selatan, Italia, Iran, Jepang, Prancis, Vietnam, dan lain-lain.

Meneruskan informasi dari worldometers.info, pada Senin, 2 Maret 2020, ada sekitar 88.590 orang terinfeksi virus corona dan 44.088 telah dinyatakan sembuh. Namun, jumlah kematian karena virus corona kini telah mencapai angka 3.055 jiwa.

Kasus pertama virus COVID-19 ini pertama kali terdeteksi pada Selasa, 31 Desember 2019. Virus tersebut diyakini berasal dari suatu pasar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Namun, kajian lain yang dilakukan para peneliti China mengklaim kasus pertama virus corona terjadi pada 1 Desember 2019.

Di luar simpang siur kapan pastinya kasus pertama corona terjadi, yang pasti dari data statistik John Hopkins University, Amerika Serikat, menunjukan lebih dari 80% kasus yang terjadi berasal dari kawasan tersebut.

Sejak kasus pertama corona terjadi dan berlanjut hingga menewaskan puluhan ribu jiwa, pemerintah China melakukan berbagai upaya demi menyelamatkan warganya, mulai dari penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah gedung, kendaraan, dan jalanan, pembangunan pabrik masker, hingga pembangunan rumah sakit Houshenshen dan rumah sakit Leinshenshan yang dibangun dalam waktu singkat.

Lonjakan pasien corona di setiap rumah sakit di China tentunya harus sejalan dengan jumlah tenaga medis yang tersedia. Namun begitu, semakin banyak pasien, semakin besar pula risiko dokter turut terinfeksi virus corona.

Lebih dari 1.700 dokter di China telah terinfeksi virus corona. Hal tersebut diakui Kementerian China terjadi karena keterbatasan pelindung. Selain itu, banyak pula dokter yang terpaksa menggunakan masker dan baju pelindung hingga beberapa kali pakai.

Hingga kini, sejumlah dokter yang terinfeksi virus corona beberapa di antaranya telah meregang nyawa. Berikut 10 dokter di China yang gugur kala menangani pasien corona.

profil4Li Wenliang, dokter pertama yang memperingatkan virus corona (Foto: businessinsider.com)

1. Li Wenliang

Dokter Li Wenliang dinyatakan meninggal dunia pada 7 Februari 2020. Kematiannya sempat menimbulkan kemarahan rakyat China. Pasalnya, dokter lulusan Wuhan University ini adalah orang pertama yang memperingatkan China akan ancaman virus corona. Hal tersebut dilakukan Li pasca 7 pasiennya meninggal dunia.

Tak lama setelah itu, Li bersama 7 rekannya sempat ditahan pihak kepolisian karena dianggap menyebarkan berita bohong. Setelah meneken perjanjian untuk tidak menyebarkan hoaks, Li dibebaskan.

Kini, dokter kelahiran Beizhen, Liaoning, China, 12 Oktober 1986 ini dianggap sebagai sosok pahlawan di China. Dokter ophthalmologist ini dianggap sebagai simbol kebebasan berbicara. Bahkan, 10 akademisi di Wuhan melayangkan surat terbuka menyerukan reformasi politik dan kebebasan berpendapat di China.

profil2Liang Wudong sempat mengeluhkan sesak dan dirawat di rumah sakit (Foto: insider.com).

2. Liang Wudong

Liang Wudong menjadi salah satu dokter yang meninggal akibat virus corona. Dokter yang telah berjasa merawat ratusan pasien COVID-19 di Wuhan ini meninggal pada Kamis, 25 Januari 2020.

Sebelum dinyatakan meninggal, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) ini mengeluhkan sesak nafas dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Sesaat setelahnya, Wudong dikarantina oleh pihak rumah sakit.

Dokter yang bekerja di rumah sakit provinsi Hubei, Xinhua, China, ini meninggal di usia 62 tahun. Wudong dikenang sebagai pahlawan yang bertarung di garis depan untuk merawat pasien penderita corona.

3. Peng Yinhua

Peng dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif corona pada 25 Januari. Kala kondisinya semakin memburuk, ia dilarikan ke rumah sakit Jinyintan.

Nyawa Peng tak terselamatkan. Ia meninggal pada Kamis, 20 Februari 2020 di usia 29 tahun.

Sebelumnya, Peng dan kekasihnya berencana menikah saat liburan Tahun Baru Imlek. Namun, demi membantu pasien corona, Peng rela menunda hari pernikahannya hingga wabah corona di negaranya berakhir. Bahkan beberapa lembar undangan pernikahannya masih tersimpan di laci kantornya dan belum sempat ia sebarkan.

profil5Xia Sisi, dokter gastroenterologi yang terinfeksi corona setelah merawat pasiennya. (Foto: dailymail.co.uk).

4. Xia Sisi

Xia Sisi meninggal di usia muda, 29 tahun. Ia wafat setelah berjuang melawan virus corona pada Minggu, 23 Februari 2020.

Dokter gastroenterologi ini terinfeksi COVID-19 kala tengah menunaikan tugasnya di Rumah Sakit Union Jiangbei.

Warganet China berduka atas kematian Sisi. ia disebut sebagai salah satu 'pahlawan' dalam memerangi wabah virus corona.

profil3Song Yingjie meninggal karena kelelahan. (Foto - nypost.com).

5. Song Yingjie

Dokter berusia 28 tahun ini meninggal setelah bekerja terus menerus selama 10 hari. Kematiannya diduga akibat kelelahan dan serangan jantung di koridor rumah sakit pada Selasa, 4 Februari 2020.

Ia dikenal sebagai dokter berdedikasi tinggi. Bekerja siang-malam melawan wabah corona yang menyerang tanah kelahirannya.

Dikutip dari Daily Mail, Yingjie bertanggung jawab terhadap pemeriksaan suhu pengendara bermotor di Hunan, China. Selain itu, ia juga merupakan pimpinan tim di sebuah klinik lokal di Hunan.

Tak hanya itu, Yingjie juga salah satu tenaga farmasi yang mengurus resep dan pengaturan obat di rumah sakit tempat ia bekerja.

6. Du Xiansheng

Xiansheng didiagnosis terinfeksi corona saat tengah menjalankan tugasnya di Rumah Sakit Yangjiang, Qiongzhong, China. Setelah menerima berbagai upaya medis, pada Minggu, 23 Februari 2020, ia dinyatakan meninggal dunia.

7. Wang Tucheng

Dokter yang bertugas di Desa Xinwangzhuang, Henan, ini mengalami nasib serupa dengan Song Yingjie. Ia meninggal di usia 37 tahun karena kelelahan dan mengalami gagal jantung pasca merawat sejumlah pasien virus corona.

8. Liu Zhiming

Direktur Wuchan Wuhan Hospital ini tutup usia pada 18 Januari 2020. Dilansir dari Los Angles Times, sebelum meninggal, istri Zhiming sempat memohon untuk bisa merawat sang suami, namun dokter neurologi itu menolak karena takut istrinya ikut tertular.

"Kalau kamu takut, bagaimana jika aku menemanimu?" ujar sang istri melalui pesan singkat. Namun Zhiming hanya menjawab, "Tidak."

9. Xu Hui

Kepala Grup Kontrol Virus Rumah Sakit Nanjing ini diduga meninggal akibat kelelahan setelah bekerja selama 18 hari.

Pada Kamis, 6 Februari 2020, Hui sempat kembali ke rumahnya untuk beristirahat. Tak disangka, dokter yang telah berjasa menangani banyak pasien corona itu beristirahat untuk selama-lamanya.

10. Liu Fan

Liu Fan dan keluarganya adalah korban dari virus corona yang wafat secara bergiliran.

Kematian pertama menimpa ayah Fan pada Senin, 3 Februari 2020, kemudian menyusul ibunya, pada Sabtu, 8 Februari 2020.

Tak lama kemudian, pada 14 Februari 2020, kakaknya, Chang kai meninggal dunia, dan disusul Liu Fan beberapa jam kemudian. []

Berita terkait
Virus Corona, Warga Arab Daftar Jadi Relawan Wuhan
Sejumlah warga dari negara-negara Arab ramai-ramai ingin mendaftar sebagai tenaga sukarelawan di Wuhan, China, yang dikenal awal virus corona
Isolasi Corona, WNI dari Wuhan Dikarantina di Natuna
Pemerintah akhirnya melakukan prosedur penjemputan (evakuasi) terhadap WNI yang berada di Kota Wuhan, China, kemudian mengisolasinya di Natuna.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.