UNTUK INDONESIA
Tasbih Nenek Khatijah
Tasbih Nenek Khatijah, orang yang pernah tinggal bersama pahlawan nasional Aceh yaitu Panglima Polem.
Tasbih Nenek Khatijah | Ilustrasi. (Foto: NU Online)

Aceh Besar, (Tagar 18/8/2018) - Nenek Khatijah mengenakan jilbab putih dan kain bewarna coklat. Tangannya tak henti memainkan tasbih meski sedang berbicara dengan tamu.

Rumahnya berbahan kayu, baru saja "dibedah" atau diperbaiki oleh jajaran BNI bersama PT Surveyor Indonesia.

Tamu dari Jakarta datang untuk melihat rumah milik Khatijah warga Gampong Lamleupung, Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar yang mendapat program bedah rumah, dilansir Antara.

Khatijah ditemani cucu perempuannya, Lia Mursyid.

Saat menyambut tamu, nenek Khatijah berbicara menggunakan bahasa Aceh.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga atas kunjungan dan bantuan bedah rumah yang diberikan oleh BUMN kepada dirinya sehingga kini lebih baik dari sebelumnya.

Khatijah duduk berdekatan dengan pejabat di lingkungan Kementerian BUMN. Ia bercerita tentang apa yang dilakukan setiap hari olehnya di rumah.

"Saya selalu berdoa agar Allah terus memberikan kesehatan agar bisa terus melaksanakan salat lima waktu dan membaca Alquran. Alhamdulillah hingga saat ini sudah khatam 18 kali," Lia Mursyid menerjemahkan ucapan sang nenek kepada para tamu.

Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra, dan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Dian M Noer, serta tamu yang hadir terdecak kagum akan semangat untuk terus beribadah kepada sang khalik.

Tak menunggu si nenek melanjutkan pembicaraan dalam bahasa daerah, pria kelahiran Ketapang, Maluku tersebut menempatkan diri seakan-akan memahami dengan baik akan apa yang disampaikan sang nenek yang berada tepat di sampingnya itu.

"Intinya beliau sampaikan agar terus diberikan kesehatan jasmani agar bisa melaksanakan ibadah," kata Hambra disambut tawa para tamu lainnya yang ikut serta dalam rombongan.

***

Hambra pejabat eselon I di Kementerian BUMN tersebut terlihat haru pada semangat gigih yang dimiliki oleh Khatijah yang merupakan salah satu orang yang pernah tinggal bersama Pahlawan Nasional yang berasal dari Aceh yakni Panglima Polem.

Ia bertanya apa yang masih menjadi harapan yang belum terkabul, dan keinginan tersebut selalu disampaikan kepada pemilik semesta saat bersujud dan membaca Alquran.

"Nenek hanya ingin bisa melaksanakan ibadah haji atau umrah. Beliau tidak mau rumah mewah dan lainnya selain dapat melaksanakan rukun Islam ke lima," kata cucunya menerjemahkan harapan nenek Khatijah.

Hambra spontan menanyakan kepada sang nenek, mau melaksanakan ibadah haji atau ibadah umrah, dan diikuti jawaban sang nenek untuk melaksanakan umrah.

"Keinginan nenek hari ini terkabulkan. Insya Allah nenek Khatijah dan satu orang pendamping bisa melaksanakan ibadah umrah tahun ini," kata Hambra kepada sang nenek.

Suasana dalam rumah dan raut wajah para tamu serta sang nenek berubah drastis. Nenek Khatijah langsung terbata-bata menyampaikan ucapan terima kasih terhadap kado di hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia tersebut.

Setelah mendengar kabar baik dari Deputi BUMN pada hari Jumat (17/8) tersebut, Khatijah terdiam sejenak dan terlihat ada tetesan air mata di pipi keriputnya.

"Insya Allah Nenek Khatijah berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah bersama dengan satu orang pendamping," kata Hambra yang turut didampingi Dirut PT Surveyor Indonesia.

Deputi Infrasturktur Bisnis, Hambra mengatakan bantuan bedah rumah yang diberikan kepada veteran dan para pelaku sejarah ini merupakan bagian dari bentuk perhatian yang diberikan pemerintah.

"Kami melalui program BUMN Hadir untuk negeri telah mengagas program bedah rumah veteran dan pelaku sejarah yang bertujuan agar tidak ada lagi rumah mereka yang tidak layak huni," katanya.

Ia menyebutkan program bedah rumah veteran dan pelaku sejarah sudah tuntas dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 dan selanjutnya akan dilakukan kepada program kepada rumah masyarakat dan karyawan di lingkungan BUMN.

***

Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Achmad Baiquni mengatakan program BUMN hadir untuk negeri tersebut juga bagian mewujudkan keadilan sosial melalui beragam program yang ada.

"Kami semua sebagai keluarga besar Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, memiliki tekad dan semangat yang tinggi untuk memberikan kontribusi semaksimal mungkin bagi seluruh rakyat Indonesia, di manapun berada," katanya.

Ia menjelaskan BUMN melalui program "BUMN Hadir untuk Negeri" yang telah diselenggarakan sejak tahun 2015, berkomitmen untuk melakukan berbagai aktivitas termasuk perayaan Hari Kemerdekaan RI di daerah-daerah, khususnya daerah yang dikenal dengan sebutan 3T yakni Terdepan, Terluar dan Tertinggal.

Kehadiran BUMN di daerah 3T tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu terdorongnya aktivitas ekonomi daerah, sehingga pada akhirnya dapat membantu peningkatan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menyebutkan ada berbagai Program CSR untuk masyarakat umum dan keluarga BUMN di Provinsi Aceh pada tahun 2018 terdiri dari program elektrifikasi rumah dan penyediaan sarana MCK, penyediaan sarana air bersih, program bedah rumah karyawan dan masyarakat, bantuan sarana dan prasarana sekolah, pembangunan taman bacaan, penganugerahan beasiswa, program Padat Karya Tunai dan pembangunan Sarana Prasarana Umum.

Beragam kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu perwujudan dari Sinergi BUMN untuk membangun Negeri dan memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat dan lingkungan, agar BUMN tidak sekadar ada, tetapi juga benar-benar hadir dan memberikan makna nyata bagi bangsa dan negara.

Kehadiran BUMN untuk negeri memberi makna nyata bagi nenek Khatijah yang mendapatkan berkah di hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia yakni terwujudnya keinginan berangkat ke Tanah Suci, Mekkah. []

Berita terkait
0
Unik Peragaan Busana di Kulon Progo
Peragaan busana biasanya dilakukan di gedung-gedung mewah, namun di Kulon Progo peragaan busana diselenggarakan di kebun teh.