UNTUK INDONESIA
Tangkap Djoko Tjandra, Tutup Isu Agama Listyo Menuju Kapolri
Usai berhasil menangkap Djoko Tjandra, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dinilai layak menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri.
Mayjen Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers (Foto: Humas Polri)

Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, bersama timnya berhasil menangkap Djoko Tjandra, terpidana kasus hak tagih Bank Bali di Malaysia, Kamis, 30 Juli 2020.

Capaian yang ditunjukkan Listyo atas penangkapan buron selama 11 tahun itu membuktikan bahwa Polri serius menangani kasus besar di negara ini, kendati beberapa jenderal ikut andil dalam memuluskan langkah Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia selama tiga bulan belakangan.

Dengan penangkapan Djoko Tjandra ini setidaknya Kabareskrim mempunyai catatan positif walaupun sebelum terdapat kasus perwira tinggi di Bareskrim yang membantu pelarian Djoko Tjandra

Selain itu, prestasi ini juga dinilai menjadi poin tambahan bagi Listyo menuju pucuk kepemimpinan di kepolisian, yakni menggantikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Kepada Tagar, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan, semua perwira tinggi di kepolisian memiliki potensi menggantikan Idham Azis.

Namun menurut dia, yang memiliki peluang besar adalah Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, dimana usianya juga masih relatif muda.

"Semua perwira tinggi bintang tiga dan bintang dua yang berpotensi dipromosikan ke bintang tiga dalam waktu dekat tentu mempunyai kans untuk menjadi Kapolri setelah Pak Idham memasuki purna tugas. Namun memang saat ini nama yang cenderung kuat dan usia kerja masih cukup panjang salah satunya adalah Kabareskrim," katanya dihubungi, Jumat, 31 juli 2020.

Kendati ada pihak-pihak yang kemungkinan akan menjegal langkah Listyo dengan persoalan agama yang dianutnya, Stanislaus menganggap prestasi atas penangkapan Djoko Tjandra dapat menutupinya dimana ini merupakan nilai tersendiri bagi Kabareskrim.

"Tapi memang resistensi terhadap Kabareskrim saat ini juga ada, seperti saat beliau pertama kali bertugas sebagai Kapolda Banten ada resistensi karena beliau non muslim," ucapnya.

"Dengan penangkapan Djoko Tjandra ini setidaknya Kabareskrim mempunyai catatan positif walaupun sebelum terdapat kasus perwira tinggi di Bareskrim yang membantu pelarian Djoko Tjandra," ujar Stanislau Riyanta menambahkan.[]

Berita terkait
Profil Listyo Sigit Prabowo, Calon Pengganti Kapolri
Kabareskrim Komjen. Pol. Listyo Sigit Prabowo disebut-sebut calon kuat pengganti Kapolri Idham Azis yang akan pensiun pada Januari 2021.
Jika Tegas ke Pedemo DPR, Kapolda Bisa Jadi Kapolri
Norman mengatakan, jika Irjen Nana Sujana selaku Kapolda Metro Jaya tegas kepada pedemo DPR terkait RUU HIP, dapat diusulkan jadi Kapolri.
Tiga Skenario Calon Kapolri Suksesor Idham Azis
Stanislaus berpandangan akan ada tiga skenario yang ia perkirakan akan menjadi jalan bagi terpilihnya Kapolri pengganti Jendral Idham Aziz.
0
Tangkap Djoko Tjandra, Tutup Isu Agama Listyo Menuju Kapolri
Usai berhasil menangkap Djoko Tjandra, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dinilai layak menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri.