UNTUK INDONESIA
Tanda-tanda Kematian Pengantin Pria di Takalar
Kisah pengantin pria asal Takalar Sulawesi Selatan dimana foto praweddingnya mengisyaratkan dia pergi untuk selama-lamanya.
Foto prawedding Al Qadri dan Kartini. (Foto: Tagar/Dok. Pribadi)

Takalar - Al Qadri, pengantin pria berusia 24 tahun di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalulintas. Pemuda ini meninggal dunia, setelah baru 12 hari melangsungkan pernikahan dengan sang istri, Kartini.

Sebelum ajal menjemput, pengantin pria, Al Qadri nampaknya telah memberikan isyarat atau tanda-tanda akan kematiannya. Isyarat itu melalui media sosial (Facebook) miliknya. Namun, tanda-tanda akan kematian pengantin baru ini, baru disadari atau diketahui warganet, bahkan istrinya sendiri, Kartini.

Foto prawednya seperti isyarat kalau pengantin laki-laki, akan pergi meninggalkan istrinya.

Dari pantauan Tagar di akun Facebook, Al Qadri, ia sempat mengunggah sebuah foto pada 11 Oktober 2020, lalu. Dalam foto ini, sebenarnya Alqadri tengah berfoto dengan istrinya, Kartini, saat mereka praweding. Tapi, entah apa maksudnya, Alqadri malah memotong atau cut foto yang diunggahnya itu, sehingga hanya terlihat Kartini sendiri.

Caption Al QadriCaption Al Qadri untuk istrinya sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya. (Foto: Tagar/Dok. pribadi Kartini)

Dalam unggahan foto tersebut, Al Qadri memberikan keterangan "Satu hembusan nafas dan diujung kalimatnya karna Allah untuk satu kali dalam hidupku. aku mencintaimu".

Unggahan ini telah dibanjiri tanggapan warganet. Mereka ikut prihatin dan bahkan mengaitkan unggahan foto ini merupakan isyarat akan kepergian Alqadri.

"Caption foto ini, seperti isyarat bahwa dia hanya mencintai istrinya, lalu pergi untuk selamanya," tulis akun warganet bernama, Eka Fitriani dikolom komentar.

"Captionnya, MasyaAllah satu hembusan terakhir mi mencintai seseorang karena Allah, lalu menyempurnakan ibadah karna Allah dan dipanggil kembali sama Allah. semoga husnul khatimah aamiin ya rabbal alaamiin. Alfatiha semoga diberi kekuatan untuk istrinya menjalani hari hari aamiin," tulis wargnet lain, Sukma Laras Shytra.

Sebelum melangsungkan pernikahan, dua sejoli ini sempat melakukan foto prawed di salah satu lokasi di tempat wisata Malino. Lalu, Al Qadri mengunggah foto praweding mereka ke sosial media facebooknya.

Warganet kembali mengaitkan beberapa foto mereka sebagai tanda-tanda kematian Al Qadri.

Salah satu foto yang ramai dibahas ataupun dikaitkan sebagai isyarat akan kepergian Al Qadri ini, saat mereka berswafoto dengan mengenakan pakaian adat Bugis Makassar.

Dalam foto itu, terlihat Al qadri ini berada didepan Kartini dengan posisi menarik jari kiri istrinya. Al Qadri ini seakan mengajak Kartini untuk pergi atau melangkah ke depan bersama. Namun, Kartini seakan tidak ingin ikut untuk bersamanya.

Al QadriFoto prawedding Al Qadri dan Kartini. (Foto: Tagar/Dok. Pribadi)

"Foto prawednya seperti isyarat kalau pengantin laki-laki, akan pergi meninggalkan istrinya," tulis akun Mulia Mandolangan Dng di kolom komentar unggahan Alqadri.

Komentar dari Mulia ditimpal oleh akun lain, Risdayanti Danial dengan keterangan "Mulia Maddolangan Dng dan Istrinya seakan mematung dan tidak ingin ikut. Semoga Istrinya diberi ketabahan dan suami smoga Husnul Khotimah. Aamiin ya rabb," tulisnya.

Beberapa warganet mengaku, jika masih banyak foto praweding Kartini dan Al Qadri yang berpose atau bergaya sebagai isyarat akan ada yang pergi salah satu dari mereka.

"Banyak tanda-tandanya kodong, mau ninggalin istrinya, termasuk juga itu foto prewednya pakai baju hitam (emot nangis)" tulis akun Rukmadayanti Nana.

Kemudian, tanggapan dari Rukmadayanti ini ditimpal oleh akun Al Fikram "Rukmadayanti Nana, saya juga sepemikiran kak. Semua hal kecil jadi petanda. Sudah jadi takdir buat almarhum. Yang tabah kak," katanya.

Sebelumnya, Al Qadri dan Kartini melangsungkan akad nikah di rumah mempelai wanita di Malino, Jalan Embun Pagi, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulsel, pada 17 Oktober 2020.

Kemudian, resepsi dilaksanakan di rumah mempelai pria di Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, pada 18 Oktober 2020, lalu.

MasyaAllah satu hembusan terakhir mi mencintai seseorang karena Allah, lalu menyempurnakan ibadah karna Allah dan dipanggil kembali sama Allah.

Empat hari pasca mereka mengucapkan janji suci dalam ikatan tali pernikahan, tiba-tiba pengantin pria (Al Qadri) mendapat musibah. Dia kecelakaan, terjatuh setelah menabrak anjing di lingkungan Romang Tangngaya, Mattompo Dalle, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, Rabu 21 Oktober 2020 sekitar pukul 20.30 WITA.

Akibat kecelakaan tersebut, Al Qadri tidak sadarkan diri dan kritis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit (RSUD), Padjonga Dg Ngalle Takalar, untuk diberikan perawatan medis.

Karena kondisinya memburuk, tidak kunjung sadar, terpaksa di rujuk ke Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Setelah diberikan perawatan sepekan lamanya, nyawanya tak tertolong dan Al Qadri dinyatakan meninggal dunia, pada 28 Oktober 2020. []

Berita terkait
Curahan Hati Wanita di Takalar yang Ditinggal Suami Selamanya
Pasca kepergian sang suami, Kartini tak hentinya meneteskan air mata dan merasa tak kuat untuk ditinggalkan selama-lamanya.
Pengantin Pria Meninggal di Takalar Dikenal Berjiwa Sosial
Sosok pria, pengantin baru yang tewas setelah mengalami kecelakaan di Kabupaten Takalar dikenal sosok yang baik di mata sahabat dan keluarganya.
Kronologi Pengantin Pria di Takalar Meninggal Usai Kecelakaan
Berikut kronologi pengantin pria asal Kabupaten Takalar Sulsel yang meninggal usai kecelakaan, padahal ia baru tiga hari melangsungkan pernikahan.
0
Tanda-tanda Kematian Pengantin Pria di Takalar
Kisah pengantin pria asal Takalar Sulawesi Selatan dimana foto praweddingnya mengisyaratkan dia pergi untuk selama-lamanya.