UNTUK INDONESIA
Tak Selebrasi Pistolero, Pelatih Milan Bela Piatek
Striker AC Milan Krzysztof Piatek tak berselebrasi Pistorelo saat mencetak gol ke gawang Verona. Namun pelatih Paolo Giampolo membela Piatek.
Striker AC Milan Krzysztof Piatek tak melakukan selebrasi ala Pistorelo saat mencetak gol ke gawang Verona di pertandingan Serie A Italia, Senin 16 September 2019 dini hari WIB. Namun pelatih Paolo Giampolo membela Piatek. (Foto: acmilan.com)

Jakarta - Striker AC Milan Krzysztof Piatek tak melakukan selebrasi bergaya Pistorelo saat mencetak gol dari titik penalti di laga melawan Verona di Serie A Italia, Senin 16 September 2019 dini hari WIB. Namun pelatih Marco Giampaolo membela pemainnya. Dia tak ingin selebrasi Piatek mengundang kontroversi. 

Piatek menjadi penentu kemenangan 1-0 Milan dalam laga yang digelar di kandang Verona di Stadion Marc'Antonio Bentegodi. Dirinya mencetak gol dari titik penalti di menit 63. 

Hanya, jemari striker asal Polandia ini tak membentuk pistol-pistolan saat merayakan gol. Hal yang biasa dilakukannya saat melakukan selebrasi sehingga Piatek mendapat julukan "El Pistolero"

Saya tak ingin soal selebrasi pemain menjadi bahasan. Saya pun tidak melihat bila selebrasi dia memicu kontroversi

Pemain berusia 24 ini justru menempelkan jari di bibir di depan kamera. Gestur yang menandakan agar tutup mulut. Namun dia akhirnya sempat bergaya Pistolero meski hanya sebentar saja. 

Pelatih Giampaolo menilai tak ada yang luar biasa dengan selebrasi Piatek. Dirinya juga tak ingin selebrasi pemain memicu kontroversi. Apalagi pemain tidak ada masalah 

"Saya tak ingin soal selebrasi pemain menjadi bahasan. Saya pun tidak melihat bila selebrasi dia memicu kontroversi," kata Giampaolo. 

Dilanjutkan oleh mantan pelatih Sampdoria ini, "Dia bekerja keras dan mencetak gol dari titik penalti. Dia sosok yang baik. Saya tak ingin dia dibawa masalah."

Piatek yang mendapat julukan "new Robert Lewandowski” belum menunjukkan ketajamannya secara maksimal. Dari tiga pertandingan Milan, dirinya baru mencetak satu gol. 

Lini depan Rossoneri masih menjadi problem karena minimnya produktivitas gol. Milan hanya mampu mencetak dua gol dan kemasukan satu gol. Mereka masih tertahan di peringkat tujuh dengan poin enam. 

Menurut Giampaolo Milan masih harus beradaptasi dan butuh perbaikan dengan skema 4-3-3. Dia menilai tidak hanya lini depan tetapi juga sektor tengah harus diperbaiki. 

"Kami harus melakukan perbaikan dengan sistem bermain yang diterapkan. Kami tetap harus melakukan pembenahan sehingga bisa makin matang. Beberapa pemain juga harus meningkatkan kemampuannya," kata Giampaolo.

Milan akan melakoni laga besar menghadapi rival satu kota, Inter Milan. Dalam duel klasik, Derby della Madonnina, Milan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu Inter di Stadion San Siro, Minggu 22 September 2019.

Ini menjadi laga berat karena Inter tengah melejit. Tim yang kini ditangani Antonio Conte menduduki puncak klasemen liga dengan meraih poin sempurna alias selalu menang di tiga pertandingan pertama mereka. []

Berita terkait
Milan Menang, Pelatih Belum Puas Penampilan Tim
AC Milan harus bekerja keras sebelum mengalahkan Verona 1-0 yang bermain dengan 10 orang di pertandingan Serie A Italia, Senin 16 September 2019.
Gaet Ante Rebic, AC Milan Pertajam Lini Depan
AC Milan meminjam striker Eintracht Frankfurt Ante Rebic dengan sistem pertukaran pemain. Frankfurt sendiri mendapatkan striker Milan Andre Silva.
Milan Kalah Lagi di ICC, Pelatih Sebut Ada Progres
AC Milan dikalahkan Benfica 0-1 di ICC, Senin 29 Juli 2019. Namun pelatih Marco Giampaolo puas dengan performa Milan.
0
Rusuh di Penajam Pasir Utara Berawal dari Penganiayaan
Kerusuhan yang terjadi karena dipicu kejadian penikaman pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu. Namun kemudian dikaitkan dengan konflik suku.