UNTUK INDONESIA
Taipan Internet China Yang Makin Kaya Selama Pandemi
Ketika banyak sektor yang terpuruk karena pandemi virus corona taipan Internet di China justru meraup untung besar yang membuat mereka kian kaya
Alibaba Grup, raksasa internet dari Cina (Foto: dw.com/id).

Jakarta - Pandemi virus corona yang melanda dunia justru meningkatkan kekayaan para Taipan China. Kekayaan pendiri raksasa belanja online Alibaba, Jack Ma, dan pendiri WeChat, Ma Huateng, naik hampir 50 persen, Hal ini berdasarkan hasil survei Hurun Research Institute.

Jack Ma, pendiri raksasa e-commerce Alibaba, mempertahankan statusnya sebagai taipan terkaya China tahun ini. Pemicunya, lonjakan permintaan belanja online dan layanan lainnya selama pandemi virus corona. Kekayaan para pengusaha internet meningkat tajam,demikian menurut survei Hurun Research Institute yang dirilis, 20 Oktober 2020.

Jack Ma, 56 tahun, yang juga pemegang saham layanan pembayaran online Ant Group, sedang mempersiapkan penawaran saham publik senilai 150 miliar dolar AS, yang akan semakin menambah kekayaannya. Kekayaan Jack Ma tahun 2019 sudah naik 45% menjadi 58,8 miliar dolar AS, kata Hurun Research Institute yang mendata kekayaan para pengusaha China.

poni huangPony Ma Huateng, Direktur Utama Tencent Holdings (Foto: dw.com/id).

Pendiri Tencent, Pony Ma Huateng, berada di peringkat kedua orang terkaya Cina, dengan kekayaan 57,4 miliar dolar AS, naik 50%. Tencent mengoperasikan layanan pesan online WeChat. Di posisi ketiga ada Zhong Shanshan, pemilik pabrik air kemasan Nongfu Spring, dengan kekayaan 53,7 miliar dolar AS, setelah debut perusahaannya di pasar saham Hong Kong September lalu.

1. Kenaikan Saham Dongkrak Kekayaan Selama Pandemi

Kenaikan harga saham milik lima pengusaha teratas China, menambah kekayaan mereka setidaknya 1 miliar dolar AS setiap minggu selama tahun ini, kata pendiri Hurun Research Institute, Rupert Hoogewerf.

"Dunia belum pernah melihat kekayaan sebanyak ini tercipta hanya dalam satu tahun,'' kata Hoogewerf dalam sebuah pernyataan."Para pengusaha China telah menunjukkan performa jauh lebih baik dari yang diharapkan. Meskipun ada pandemi Covid-19, mereka telah meningkat ke level rekor.''

Perempuan terkaya China dalam daftar Husun adalah Yang Huiyan dari pengembang real estate Country Garden. Dia berada di urutan keenam dengan kekayaan USD 33 miliar, naik 29% dari tahun lalu.

perempuan terkayaYang Huiyan (kanan), perempuan terkaya Cina, bersama suaminya dalam pernikahan mereka tahun 2007 (Foto: dw.com/id).

Eric Yuan dari platform video Zoom, yang bermarkas di California, terdaftar dengan kekayaan 16,2 miliar dolar AS, naik lebih 10 miliar dolar AS. Sedangkan kekayaan Li Yongxin dari Offcn, platform pelatihan kerja online, meningkat lebih dua kali lipat menjadi 20,6 miliar dolar AS. Chen Xiangdong dari platform bimbingan belajar Genshuixue berhasil meningatkan kekayaan delapan kali lipat, menjadi 11,8 miliar dolar AS.

2. Kekayaan Pengusaha Mobil Listrik dan Smartphone Juga Meningkat

Pengusaha industri mobil listrik Zeng Yuqun dari pabrik baterai CATL, kekayaannya naik tiga kali lipat menjadi 17,6 miliar dolar AS. Sedangkan kekayaan pemilik mobil listrik Xpeng, He Xiaopen, naik 80% menjadi 6,6 miliar dolar AS, setelah debut perusahaannya di pasar saham New York.

Walau begitu, ada yang mengalami penurunan kekayaan, salah satunya Ren Zhengfei, pendiri raksasa teknologi Huawei. Kontrol ekspor dan larangan yang diterapkan pemerintah AS terhadap Huawei memukul bisnis teknologi internet dan smartphone itu. Kekayaan bersih Ren Zhengfei turun 10% menjadi 2,8 miliar dolar AS. Data ini menurut Hurun Research Institute.

Sebaliknya kekayaan pengusaha Lei Jun, pemilik merek smartphone Xiaomi, meningkat lebih dari dua kali lipat, menjadi 25 miliar dolar AS, setelah harga sahamnya meningkat tajam. [hp/as (afp, ap)/dw.com/id]. []

Berita terkait
Taipan Pengkritik Presiden China Divonis 18 Tahun Penjara
Ren Zhiqiang, eks taipan di industrial real estete dan juga pengkritik Presiden China, Xi Jinping divonis 18 tahun penjara.
0
Jerman Larang Kedatangan Au Pair di Masa Pandemi
Keluarga muda di Jerman menghadapi masalah karena program au pair ditunda yang disebabkan oleh pandemi virus corona