Jakarta, (Tagar 6/1/2019) - Pendiri dan CEO Grup Mayapada Dato' Sri Prof DR Tahir, MBA mengatakan kebijakan-kebijakan Presiden Joko Widodo yang rasanya pahit adalah obat. Ia menilai Jokowi telah menyerahkan seluruh jiwa raganya bagi kebaikan Indonesia. 

Tahir menyatakan hal tersebut dalam buku Menuju Cahaya yang diluncurkan di Jakarta, Rabu 12 Desember 2018.

Berikut ini testimoni Tahir selengkapnya dalam buku tersebut:

"Ada berjuta keinginan untuk berkomentar tentang karya Pak Jokowi bagi negeri ini. Dan komentar itu berisi kebaikan, sukacita, dan luapan terima kasih. Dari hati yang terdalam saya mengatakan bahwa Pak Jokowi ibarat lentera yang menerangi negeri ini. 

Sebagai pemimpin negara, beliau telah menyerahkan seluruh jiwa raganya bagi kebaikan Indonesia. Beliau mengetahui di mana simpul-simpul buntu yang membuat langkah kita sebagai bangsa menuju kesejahteraan banyak terhambat.

Bagaikan seorang dokter, Pak Jokowi memberi kita obat, terapi penyembuhan, yang mungkin pada awalnya ada rasa pahit, tapi kita tahu bahwa ujungnya adalah kesembuhan.

Saya kagum dengan manuver dan strategi Pak Jokowi yang sungguh membuktikan keberanian dan kejernihannya dalam mengurai masalah. Misalnya saja ia menghapus subsidi dan mengarahkannya pada hal fundamental yang lebih berdampak baik bagi kehidupan rakyat di masa datang. 

Pembangunan infrastruktur, salah satunya. Beliau memberi kita harapan baru yang melalui keberaniannya merealisasikan pembangunan infrastruktur yang luar biasa. Beliau menerima risiko dikritik akan itu. 

Infrastruktur yang dibangun akan membawa kita ke dalam kehidupan yang jauh lebih dinamis. Perekonomian terbantu. Mobilitas masyarakat baik di kota maupun desa semakin lincah. Investor asing lebih mudah untuk datang. 

Pak Jokowi telah berjuang menyediakan wahana bagi kita untuk lebih mudah meningkatkan kesejahteraan hidup.

Sebagai wakil dari dunia usaha, saya sangat mendukung dan kagum dengan kebijakan Pak Jokowi dalam menghapus hi-cost economy. Beliau menghapus berbagai peraturan daerah yang menghambat investasi. Beliau juga mengeluarkan stimulus ekonomi berupa 16 paket bantuan daerah yang disesuaikan dengan karakteristik daerah dan jenis usahanya. Beliau menciptakan investment environment yang sehat dan kondusif sehingga rating internasional meningkat terhadap minat investasi di Indonesia.

Pak Jokowi sungguh menjalankan sila ke-5 Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau memastikan bahwa segenap rakyat Indonesia berhak menikmati kekayaan negeri ini. 

Bagi saya, beliau adalah pemimpin berjiwa pejuang. Beliau menyerahkan dirinya seutuhnya untuk negeri ini. Apa yang dilakukannya, semua berorientasi pada kepentingan rakyat. Bagaimana agar rakyat Indonesia mencapai kehidupan lebih baik di masa datang. Bagaimana agar hari esok memberikan perbaikan bagi kita semua. Pak Jokowi adalah presiden yang prorakyat." []