UNTUK INDONESIA
Survei CRC, Akhyar Nasution Ungguli Bobby Nasution
Hasil survei CRC, Akhyar Nasution - Salman Alfarisi, mengungguli kompetitornya yakni Bobby Nasution - Aulia Rachman.
Direktur Riset CRC, Ara Auza (tengah) dan Direktur Eksekutif, Muhammad Akbar Pribadi (kanan) merilis hasil survei terbaru terhadap elektabilitas bakal calon kepala daerah Kota Medan. (Foto: Tagar/Andi Nasution).

Medan - Lembaga survei City Research Center (CRC) merilis hasil survei terbaru, terhadap popularitas dan elektabilitas dua bakal pasangan calon di pemilihan kepala daerah (pilkada) Medan 2020.

Hasilnya, bakal pasangan calon petahana, yakni Akhyar Nasution - Salman Alfarisi, mengungguli kompetitornya yakni Bobby Nasution - Aulia Rachman.

Direktur Riset CRC, Ara Auza menyatakan, survei itu dilakukan 7 September 2020 hingga 11 September 2020, dengan teknik multistage random sampling terhadap 400 orang responden, dengan margin of error kurang lebih lima persen.

Responden yang diambil, kata Ara, adalah penduduk Kota Medan dengan usia di atas 17 tahun atau yang telah menikah.

Menurut Ara, pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner. Kendali kualitas dilakukan secara acak terhadap 10 persen dari total sampel oleh supervisor.

"Sampel tersebar di 21 kecamatan se Kota Medan. 34,5 persen responden merupakan warga berusia 17 hingga 25 tahun," jelas Ara didampingi Direktur Eksekutif, Muhammad Akbar Pribadi, saat merilis hasil survei di Kafe Keumalahayati Jalan Sei Serayu, Kota Medan, Senin, 14 September 2020.

Dia menuturkan, survei tersebut untuk mengetahui persepsi publik terkait program Pemerintah Kota Medan, permasalahan di Medan, serta isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat.

Survei juga dilakukan untuk mengukur popularitas dan elektabilitas bapaslon yang telah mendaftar ke KPU Medan.

Masalah paling utama di Kota Medan menurut mayoritas responden, adalah persoalan kemacetan lalu lintas

Dalam survei ini, lanjut Ara, sebanyak 64,25 responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Pemko Medan, sementara 35,75 persen menyatakan puas.

"Sedangkan masalah paling utama di Kota Medan menurut mayoritas responden, adalah persoalan kemacetan lalu lintas sebanyak 27 persen, dan persoalan keamanan dan ketertiban sebanyak 21 persen. Masalah ini bisa menjadi isu bagi calon kepala daerah untuk dapat dimasukkan kedalam visi dan misi," jelasnya.

Masyarakat Kota Medan, kata Ara, cukup antusias untuk memilih pada Pilkada Serentak 2020 ini, di mana sebanyak 62 persen responden menyatakan akan memilih, dan 38 persen responden masih belum menentukan sikapnya untuk memilih atau tidak.

Elektabilitas wali kota paling besar pilihan responden, tambah Ara, adalah bapaslon Akhyar Nasution - Salman Alfarisi, yaitu 35 persen pada pertanyaan terbuka (top of mind), dan 41, 25 persen pada pertanyaan tertutup.

Bapaslon Bobby Nasution - Aulia Rachman 29,25 persen pada pertanyaan terbuka, dan tidak tahu 35,75 persen. Sedangkan pada pertanyaan tertutup, Bobby - Aulia 33,75 persen dan tidak tahu 25 persen.

"Hal yang mendasari responden untuk memilih calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Medan pada pilkada 2020 adalah, jujur/bersih dari KKN 19 persen, dan tokoh agama 13 persen," terang Ara. []

Berita terkait
Survei Elektabilitas, Bobby Nasution Kalahkan Akhyar
Lembaga survei Medan Institute For Democracy (MIDE) memaparkan hasil survei Pilkada Medan 2020 yang diambil datanya di awal Agustus 2020.
Janji Bobby Nasution Fasilitasi Goweser Medan
Bakal calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution berjanji akan menambah ruang terbuka hijau hingga 30 persen bagi goweser.
Bobby Nasution ke Akhyar Nasution: Udak, Izin Ya Dak
Bobby Nasution-Aulia Rachman, saat di Hotel Santika Dyandra Medan, menyempatkan diri untuk menghampiri Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.
0
Jerman Larang Kedatangan Au Pair di Masa Pandemi
Keluarga muda di Jerman menghadapi masalah karena program au pair ditunda yang disebabkan oleh pandemi virus corona