Jakarta, (Tagar 16/3/2019) - Hasil survei Alvara Research Center (ARC) menyimpulkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo-Ma'ruf Amin memiliki elektabilitas 53,9 persen, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno elektabilitasnya 34,7 persen. Untuk wilayah, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin unggul di semua daerah di Indonesia, kecuali di Pulau Sumatera.

"Masih ada sebanyak 11,4 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters," kata Founder dan CEO ARC Hasanuddin Ali saat memublikasikan hasil surveinya di Jakarta Pusat, Jumat (15/3), mengutip Kantor Berita Antara.

Menurut Hasanuddin Ali, dari hasil survei tersebut, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, unggul 19,2 persen. "Tren elektabilitas kedua pasangan, dari waktu ke waktu elektabilitasnya tidak mengalami perubahan signifikan. Kecenderungannya, elektabilitas kedua pasangan calon turun tipis, sedangkan undecided voters bertambah sedikit," katanya.

Pada survei ARC sebelumnya,  Desember 2018, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, elektabilitasnya 54,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga elektabilitasnya 35,1 persen. Kemudian, undecided voters 10,6 persen. "Jadi, hasil survei terbaru ini tidak begitu jauh perubahannya," ujarnya.

Baca Juga: Rilis Video Musik 'Bareng Jokowi', Slank dan Ratusan Seniman Satukan Indonesia

Dengan hasil kesimpulan tersebut, menurut Hasanudin, kedua pasangan calon sudah memiliki pemilih yang tidak berubah pilihannya. "Pergeseran pada tingkat elektabilitas yang tidak signifikan terjadi pada pemilih undecided voters dan swing voters," katanya.

Hasan menjelaskan, ketika ditanya kepada responden, apakah masih akan berubah pilihannya, sebanyak 80,7 persen yang akan memilih Jokowi-Ma'ruf menyatakan, tidak akan mengubah pilihannya. Sedangkan di kubu Prabowo-Sandiaga, ada 78,2 persen yang menyatakan tidak akan mengubah pilihannya.

"Pemilih Jokowi-Ma'ruf agak lebih solid dibandingkan dengan pemilih Prabowo-Sandi," ujar Hasan.

Untuk undecided voters 11,4 persen,  kata Hasan, lebih banyak adalah pemilih muda. "Ada ceruk pemilih yaitu pemilih muda yang persentase yang belum memutuskan besar dibandingkan generasi lainnya. Partisipasi mereka dalam menggunakan hak pilih juga rendah. Hal ini berpotensi golput," katanya.

Untuk wilayah, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, unggul di semua daerah di Indonesia, kecuali di Pulau Sumatera.

"Pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, unggul di sebagian besar daerah di Indonesia, kecuali di Pulau Sumatera," kata Hasanuddin.

Baca Juga: Prabowo Salami Warga Pakai Sarung Tangan, Maksudnya Apa?

Hasan menjelaskan, dari survei Alvara memetakan tingkat elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres dari pulau-pulau di Indonesia, meliputi: di Sumatera, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dengan elektabilitas 46,3 persen, sedangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin elektabilitasnya 40,2 persen, serta undecided voters 13,5 persen.

Di Pulau Jawa, pasangan Jokowi-Ma’ruf elektabilitasnya 58 persen, yakni unggul dibandingkan dengan Prabowo-Sandiaga Uno 29,4 persen, serta undecided voters 12,6 persen.

Di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, pasangan Jokowi-Ma’ruf 60,6 persen, yakni unggul dibandingkan dengan Prabowo-Sandiaga Uno 36,4 persen, serta undecided voters 3 persen.

Di Pulau Kalimantan, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul elektabilitasnya 50,7 persen, masih unggul dibandingkan Prabowo Subianto Sandiaga Uno (38,4 persen), undecided voters 11 persen.

Di Pulau Sulawesi, pasangan Jokowi-Ma’ruf elektabilitasnya 58,1 persen, unggul dibandingkan dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 36 persen, undecided voters 5,8 persen.

Kemudian, di Pulau Maluku dan Papua, Jokowi-Ma’ruf elektabilitasnya 54,5 persen, dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 39,4 persen, undecided voters 6,1 persen.

Survei ARC diselenggarakan pada tanggal 22 Februari hingga 2 Maret 2019 terhadap 1.201 responden yang berusia 17 tahun ke atas dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error 2,88 persen. []