Jakarta (Tagar, 16/3/2019) - Viral beredar foto capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, bersalaman dengan masyarakat Jambi menggunakan sarung tangan.

Seperti biasa, mantan suami Titiek Soeharto berinteraksi menyambut antusiasme warga dengan menyalami dari atas sunroof mobil yang membawanya.

Namun, hal yang dilakukan oleh Prabowo, dikritik oleh Tiurmaida Tampubolon yang merupakan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Tiur, hal yang dilakukan Prabowo dengan menyalami rakyatnya menggunakan sarung tangan merupakan sebuah ironi. Lebih lanjut ia menerangkan, bersalaman merupakan simbol interaksi antara pemimpin negara dengan rakyatnya.

"Sangat ironis menyaksikan Pak Prabowo membungkus tangan saat bersalaman bahkan dengan pendukungnya. Kalau kepada pendukungnya saja enggan bersalaman langsung, bagaimana pula dengan rakyat lainnya," ucapnya pada awak media, di Jakarta, Jumat (15/3).

Tiur kemudian membandingkan pola interaksi Prabowo dengan capres incumbent Joko Widodo atau Jokowi kala menemui rakyat. Menurut dia, hal yang dilakukan Jokowi lebih baik untuk dicontoh, dan terlihat lebih mencintai rakyatnya.

"Kontras sekali dengan Pak Prabowo, Pak Jokowi malah sangat menikmati saat turun ke rakyatnya dan selalu sempatkan bersalaman langsung sebagai tanda sangat mencintai rakyatnya," urainya.

Untuk meredam penyebaran informasi negatif yang kadung berseliweran di linimasa, ihwal penggunaan sarung tangan, diklarifikasi langsung oleh capres oposisi saat berpidato di gedung RCC, Jalan Slamet Riyadi, Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (13/3).

"Turun dari pesawat saya pakai sarung tangan, karena saya takut dengan tangannya emak-emak. Minta maaf pakai sarung tangan. Tidak berarti saya tidak sopan, tapi ini sudah luka-luka sejak kemarin ini," ucap mantan Danjen Kopassus itu.

Pembelaan juga dilakukan oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang.

Di dalam akun facebooknya, ia menuliskan, selama empat hari Prabowo harus menyalami ratusan ribu bahkan jutaan masyarakat, terutama emak-emak.

Saat bersalaman, kata dia, ada emak-emak yang sering mencakar atau menarik tangan Prabowo sehingga membuat jarinya terluka.

Agar luka tidak tambah parah, maka pihak dokter menyarankan agar Prabowo memakai sarung tangan hingga lukanya sembuh.

Lebih lanjut ia menuliskan, mereka yang menyebut Prabowo jijik menyalami rakyatnya sehingga harus memakai sarung tangan adalah fitnah.

"Fitnah lagi...Empat hari Pak Prabowo harus nyalami ratusan ribu bahkan jutaan masyarakat, terutama Emak -Emak yg sering mencakar atau menarik, membuat tangan Pak Prabowo luka -luka. Nah karena harus terus bertemu rakyat,agar lukanya tdk makin parah, maka dokter menyarankan Pak Prabowo memakai sarung tangan sampai lukanya sembuh. Apa yg terjadi? Fitnah lagi, katanya Prabowo jijik menyalami rakyat," tulisnya di laman Facebook Naniek S.Deyang, Kamis (13/3). []