Indonesia
Stasiun KA Yogyakarta Siagakan Anjing Pelacak Bom
Dua stasiun di Kota Yogyakarta disiapkan anjing pelacak bahan peledak.
Anjing pelacak bahan peledak disiagakan di Stasiun Tugu Yogyakarta selama masa angkutan Lebaran 2019. Pelibatannya untuk mewujudkan rasa aman bagi penumpang dan masyarakat. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - Dua stasiun di Kota Yogyakarta disiapkan anjing pelacak bahan peledak. Dua stasiun tersebut yakni Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan.

Kepala Unit Polisi Satwa Direktorat Shabara Polda DIY AKP Drh Adi Purnomo mengatakan, untuk pengamanan Lebaran, anjing pelacak bahan peledak untuk sterilisasi di sekitar stasiun. Termasuk tas pengunjung, sepanjang lorong kereta, kargo dan lainnya.

"Anjing pelacak ini akan cek seluruhnya, untuk memastikan bebas bahan peledak," katanya usai gelar pasukan angkutan Lebaran PT KA Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta, Minggu 27 Mei 2019.

Menurut dia, anjing pelacak atau yang sering disebut K-9 untuk pengamanan Lebaran 2019 ini melibatkan dari Polri dan Lanud.

"K-9 milik Polri ditugaskan di Stasiun Tugu Yogyakarta. Milik Lanud tugasnya di Stasiun Lempuyangan," tegasnya.

Baca juga: Wisata Alam Yogyakarta Sambut Libur Idul Fitri 2019

Anjing pelacak milik Polri dan Lanud berbeda jenisnya. Polri berjenis Belgian Malinois, Lanud jenis Rottweiler dan Golden Retriever.

"Jenis anjing berbeda, tapi pada prinsipnya punya daya endus yang lebih tajam," ungkapnya.

AKP Adi mengatakan, anjing pelacak yang disiagakan di Stasiun Tugu Yogyakarta ini sudah berpengalaman. Usia anjing sudah lebih empat tahun.

"Setiap hari anjing ini kita latih. Menjelang pengamanan Lebaran ini tidak ada latihan khusus, hanya latihan rutin tiap hari," jelasnya.

Menurut dia, karakter anjing pelacak bahan peledak ini lebih familiar. Karakter lainnya, anjing ini lebih soft atau tidak agresif.

"Anjing ini memang tidak boleh agresif. Lebih soft dan tidak hiperaktif," ungkapnya.

AKP Adi menjelaskan, karakter anjing pelacak bahan peledak semuanya sama. Anjing ini tidak agresif, berbeda dengan anjing pelacak untuk narkoba atau tindak kriminal lainnya.

Saat menemukan bahan peledak, tidak menggaruk atau menggonggong, tapi duduk. Tim sudah tahu apa yang dilakukan.

"Tidak menggaruk atau menggonggong karena justru akan memicu ledakan," jelasnya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto mengatakan, anjing pelacak rutin dilibatkan dalam pengamanan Lebaran. Apalagi, di stasiun-stasiun di Daop 6 yang tersebar di sebagian Jawa Tengah dan DIY selalu padat penumpang.

Baca juga: Adisutjipto Yogyakarta Siapkan 22 Extra Flight

"K-9 ini memback-up pengamanan kita dalam kegiatan di stasiun. Tujuannya membantu menciptakan rasa aman dan nyaman," jelasnya.

Dia menegaskan, Daop 6 Yogyakarta berkomitmen mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi penumpang dan masyarakat. "Bahaya kami minimalisir mungkin. Termasuk alat dan perangkat kita siapkan," tegasnya. []

Berita terkait
0
Di Pamekasan, Sembako Penerima BPNT Ditahan
Penerima program Bantuan Pangan Non Tunai tidak bisa membawa sembako meski transaksi sudah terjadi dan salso di ATM sudah Rp 0.