Start-Up Industri Sudah Tidak Bisa ‘Copas’

Start-Up Industri sudah tak bisa copas. "Sudah banyak orang luar negeri yang coba lalu gagal," kata Head of Investments at Mandiri Capital Aldi Adrian Hartanto.
Kolega Co-Working Space. (Foto: Rizkia Sasi)

Jakarta, (Tagar 9/11/2017) - Head of Investments at Mandiri Capital Aldi Adrian Hartanto menyebut Start up Industri di era sekarang sudah tak bisa hanya mencari bisnis yang copy paste (copas).

“Yang paling penting Indonesia itu very unique market, sekarang bisnis sudah tidak bisa hanya copas seperti dulu, karena sudah banyak orang luar negeri yang mencoba lalu gagal,” paparnya dalam Talkshow bertemakan The Potency of Start-Up Industry in 2018 yang diadakan oleh Kolega Co-Working Space di Equity Tower, Jakarta Selatan, Kamis (9/11).

Aldi menambahkan, para start-up luar negeri pun karirnya sudah tidak bisa seterjal dulu ketika memulai bisnisnya di Indonesia. Intinya, kata dia, start-up industri harus harus benar-benar memperhatikan dahulu apa yang dilihat oleh market atau customers di Indonesia.

“Apakah produk tersebut ada problemnya sehingga dibutuhkan masyarakat? Itu yang menjadi perhitungan,” sambung dia.

Untuk diketahui, acara talkshow tersebut dalam rangka membuka cabang Kolega Co-Working Space yang keempat, terletak di Equity Tower, Sudirman Central Business Disctrict (SCBD), cabang lainnya berlokasi di Tebet, Senopati, dan Antasari.

Dalam konsepnya kali ini, Kolega Co-Working Space mempromosikan ruang pendidikan, mirip dengan perpustakaan dan kelas yang berbagi ruang untuk teknologi informasi, pendidikan jarak jauh atau online, bimbingan, kolaborasi, pembuatan konten, pertemuan dan studi membaca. (sas)

Berita terkait
0
Ditemukan 215 Kerangka Anak-anak Penduduk Asli di Kanada
PM Kanada sebut penemuan lebih dari 200 kerangka anak-anak yang dikubur di bekas sekolah asrama penduduk asli bukan insiden terpisah