UNTUK INDONESIA
Sistem Aerosol Rusak, Ketiga Kalinya di Gedung DPR
Asap pekat yang keluar dari Gedung DPR dipastikan bukan kebakaran. Penyebabnya adalah kerusakan sistem aerosol.
Sekjen DPR Indra Iskandar bersama Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana memberikan keterangan terkait asap pekat yang keluar dari Gedung DPR. (Foto: Tagar/Fernandho P)

Jakarta - Asap pekat yang keluar dari Gedung DPR dipastikan bukan kebakaran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar mengatakan penyebabnya adalah kerusakan sistem aerosol sebanyak 10 unit di Lantai 2, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Indra mengatakan sistem aerosol yang dimiliki DPR mempunyai tingkat sensitif yang sangat kuat dan sekarang mengalami eror. Ini kali ketiga kejadian seperti ini di tempat kerja anggota dewan.

"Tadi kita sudah melakukan rapat singkat, semua sistem ini akan kita evaluasi. Karena ini peristiwa ketiga yang terjadi akibat sistem ini yang eror," kata Indra memberikan keterangan terkait asap tebal yang muncul di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 24 Februari 2020.

Jadi kami memang menggunakan standar yang paling tinggi, yang paling sensitif.

Dia mengatakan, banyaknya kegiatan di Gedung DPR membuat mereka tidak bisa melakukan pemeriksaan secara berkala. Lantas, mereka berinisiatif untuk menggunakan sistem aerosol yang sensitif.

"Jadi kami memang menggunakan standar yang paling tinggi, yang paling sensitif. Karena kegiatan-kegiatan yang terjadi di seluruh ruang kerja DPR ini tentu kita tidak bisa monitor satu-persatu, sehingga menggunakan standar yang paling sensitif ini," ujarnya.

Indra merespons kejadian yang kembali terulang ini dengan rencana evaluasi sistem aerosol yang terpasang di Gedung DPR. Pasalnya, kata dia, sistem ini jika tersentuh dengan kabel atau kondisi ruangan yang begitu panas, secara otomatis langsung mengeluarkan asap dari aerosol tersebut.

"Karena sensitifnya itu kemudian kalau ada sistem kabel yang tersentuh ini menimbulkan reaksi sendiri semacam itu. Jadi sistem eror ini akan kita evaluasi ke depannya, apakah yang terlalu sensitif ini memang harus dipertahankan atau memang ke depannya suhunya ditingkatkan agar tidak terlalu sensitif," ucap Indra.

Asap tebal keluar dari Gedung Nusantara III terjadi pada pukul 11.52 WIB, Senin, 24 Februari 2020. Puluhan anggota dewan dan pegawai berebut masuk ke lift untuk turun ke lantai dasar menyelamatkan diri setelah melihat banyaknya asap mengebul.

Salah satu staf pimpinan MPR yang dikonfirmasi awak media mengatakan kejadian tersebut bukanlah kebakaran melainkan adanya salah satu tabung gas yang bocor. "Bukan kebakaran, gas aerosol yang bocor infonya," katanya dihubungi Tagar, Senin siang, 4 Februari 2020.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut, dia enggan menyebutkan secara detail. Pasalnya, staf itu mengaku masih berupaya menenangkan salah seorang pimpinan MPR. []

Berita terkait
Bukan Kebakaran, Gas Aerosol Bocor di Gedung DPR
Puluhan anggota dewan dan pegawai berebut turun menyelamatkan diri setelah melihat banyaknya asap mengebul di Gedung Nusantara III, DPR.
Gerindra Minta Anies Jangan Datang ke DPR Bahas TIM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil DPR terkait polemik revitalisasi TIM. Gerindra DKI meminta Anies tak usah datang ke Senayan. Kenapa?
Istana ke Sitti Hikmawatty: Hati-hati Berpendapat
Pernyataan berenang di kolam picu perempuan hamil dari Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty direspons pihak Istana.
0
KUR Kena Corona, Tenang Jokowi Beri Subsidi Bunga 6%
Jokowi melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyiapkan sejumlah program untuk mempertahankan perekonomian nasional di tengah corona.