UNTUK INDONESIA
Setelah OVO, Ada Unicorn Lagi Akhir Tahun Ini
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan ada lagi kemunculan unicorn baru akhir tahun 2019 ini.
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara. (Foto: Antara)

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan akan ada lagi kemunculan unicorn baru akhir tahun 2019 ini. Startup itu bernilai 1 miliar dolar AS.

"Saya berharap sebelum akhir tahun masih ada satu lagi yang menjadi unicorn. Tunggu saja," kata Rudiantara saat ditemui di acara Bukalapak, dikutip dari Antara, Selasa, 8 Oktober 2019.

Menteri Rudiantara enggan menyebutkan siapa calon unicorn berikutnya, namun, secara tidak langsung memberi gambaran bahwa unicorn berikutnya berasal dari sektor pendidikan.


Saya berharap sebelum akhir tahun masih ada satu lagi yang menjadi unicorn.


"Logikanya, kita belanja pendidikan 500 triliun setahun, satu persen saja sudah 5 triliun. Kalau gross merchandise volume (GMV) 5 triliun, satu tahun sudah cukup besar," kata Rudiantara.

Platform pembayaran digital OVO, meskipun perusahaan tidak mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut, baru saja menjadi unicorn kelima di Indonesia, menyusul Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Sementara, Gojek, sudah bertitel decacorn, satu tingkat di atas unicorn.

"Saya berharap ada lagi (unicorn) sebelum akhir tahun," kata Rudiantara.

Dalam wawancara tersebut, Rudiantara menyatakan semula menargetkan Indonesia memiliki tiga unicorn, tapi entah mengapa dia mengingatnya lima target unicorn di Indonesia.

"Tapi karena sudah biasa sebut lima, ya sudah lima saja. Alhamdulillah sudah tercapai," kata dia.

Situs CB Insight memuat daftar unicorn di dunia, melaporkan OVO memiliko valuasi sebesar 2,9 miliar dolar pada Maret 2019. 

OVO

Platform pembayaran digital OVO menanggapi kabar perusahaan rintisan tersebut sudah berlabel unicorn, tetapi tidak mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. 

"Kalau label unicorn, jangan dari kami, masa kami bilang kami ini unicorn, kan tidak," kata Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra saat ditemui wartawan di Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

Karaniya, yang baru saja menjabat sebagai presiden direktur, mengapresiasi pernyataan Menteri Rudiantara atas titel unicorn OVO.

"Kami berterima kasih dan menghargai ya, Pak Menkominfo sudah membuat pernyataan seperti itu," kata Karaniya. []

Berita terkait
Rudiantara: OVO Jadi Unicorn Kelima di Indonesia
Menkominfo Rudiantara memastikan penyedia layanan dompet digital OVO sudah berstatus unicorn.
Kaesang Pangarep, Didoakan Jadi Unicorn Kelima Indonesia
Supaya menggeser dominasi empat unicorn yang sudah ada, Gojek, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka.
Bukalapak Menuju Decacorn Tahun Ini
Bukalapak telah menjadi salah satu perusahaan rintisan yang berstatus unicorn dan akan melangkah menjadi decacorn.
0
Sandiaga Uno Umumkan Kembali ke Partai Gerindra
Sandiaga Uno, wakil presiden 2019-2024 kembali ke Partai Gerindra. Pengumuman kembalinya Sandi diunggah melalui video di Instagram @sandiuno.