UNTUK INDONESIA
Setelah Muncul Tuduhan Rekayasa Mata Novel Baswedan
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengungkapkan perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengungkapkan perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang terjadi pada April 2017.

Menurut Idham, dalam penanganan kasus Novel tersebut, Polri sudah bekerja secara maksimal melaksanakan langkah-langkah penyidikan.

"Kami juga berkoodinasi dengan pihak eksternal, seperti KPK, Kompolnas, Komnas HAM, Ombudsman, dan para pakar profesional, bahkan dengan kepolisian Australia (AFP)," kata Idham dalam Rapat Kerja Komisi III di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 20 November 2019, seperti diberitakan Antara

Rekonstruksi wajah yang diduga pelaku, mengamankan tiga orang saksi yang dicurigai, dan memeriksa alibi dengan hasil tidak terbukti.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan tindakan yang telah dilaksanakan oleh penyidik Polri, antara lain melakukan pemeriksaan terhadap 73 saksi, pemeriksaan 78 titik CCTV, dan berkoordinasi dengan AFP (Kepolisian Australia) untuk menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Selain itu, kata dia, pemeriksaan daftar tamu hotel dan kontrakan, kamar indekos sekitar tempat kejadian perkara (TKP), serta pemeriksaan terhadap 114 toko kimia yang berada di radius 1 kilometer dari TKP.

"Rekonstruksi wajah yang diduga pelaku, mengamankan tiga orang saksi yang dicurigai, dan memeriksa alibi dengan hasil tidak terbukti. Memublikasikan sketsa wajah dan mencari orang yang diduga pelaku membuka media hotline 24 jam dan menindaklanjuti informasi yang masuk," ujar dia.

Idham Azis mengatakan Polri juga telah membentuk Tim Pengawas Internal untuk melaksanakan audit terhadap penyidikan, berkoordinasi dan membuka ruang komunikasi dengan pihak eksternal, yaitu KPK, Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman.

Berdasarkan rekomendasi Komnas HAM, Polri telah membentuk tim pakar dan tim pencari fakta yang terdiri atas tujuh akademisi dengan disiplin ilmu dan keahlian yang berbeda untuk mendukung penyidikan.

"Selain itu, Polri telah membentuk tim teknis yang telah berkoordinasi dengan KBRI di Singapura untuk memeriksa riwayat kesehatan korban dan melakukan pendalaman dari sketsa pelaku dengan 282 data yang kami dapatkan dari Disdukcapil," tutur Idham.

Menurut dia, Polri akan terus melakukan pencarian terhadap pelaku dan akan memberikan akses seluas-luasnya dari KPK untuk melakukan verifikasi akses penyidikan yang dilakukan Polri.

Di dalam  rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry, Kapolri Idham Aziz didampingi Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmonto, Kabarhakam Komjen Pol. Firli, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal, dan ada juga 34 kapolda. [] 

Baca juga:

Berita terkait
Kapolri Idham Azis dan Perintah Hidup Sederhananya
Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya tidak bergaya hidup mewah. Apakah bisa? Opini Lestantya R. Baskoro
Mandeknya Kasus UAS di Tangan Kapolri Idham Azis
Selain itu, melaporkan UAS juga adalah salah satu tindakan antisipatif untuk menjaga kedamaian, kesatuan dan persatuan bangsa.
Mengenal Putra Idham Azis, Taruna Akpol Berprestasi
Dua putra Kapolri Komjen Idham Azis, yakni Ilham Urane Azis dan Irfan Urane Azis, berhasil menjadi taruna Akpol.
0
Wanita Tak Berhijab Ditegur Masuk Masjid Raya Sumbar
Seorang wanita yang tidak mengenakan hijab ditegur Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat.