Jakarta - Tujuh bulan pasca-penetapan calon presiden untuk Pilpres 2019, akhirnya Indonesia memasuki masa tenang kampanye. Masing-masing calon presiden tak diperkenankan lagi untuk melakukan segala bentuk kampanye, termasuk calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi).

Lantas, apa yang dilakukan calon presiden nomor urut satu (01) itu di masa tenang Pilpres 2019?

Umrah

Sejak hari di mulainya masa tenang, Minggu 14 Februari 2019, Jokowi bersama ibu negara Iriana, serta kedua putranya Gibran Raka Buming dan Kaesang Pangarep telah tiba di Saudi Arabia. Tujuannya tidak lain adalah melakukan ibadah umrah.

"Jokowi sendiri umrah," ujar Juru Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf kepada Tagar News pada 15 April 2019.

Kenapa mesti umrah? Menurut Politikus PDI Perjuangan itu, perjuangan Jokowi untuk merebut hati rakyat sudah dilakukan maksimal. Maka, kini saatnya untuk memasrahkan hasilnya dengan doa.

"Ini kan sinyal bahwa upaya sudah maksimal maka sekarang saatnya berdoa. Agar upaya-upaya yang sudah dilaksanakan mendapat barokah," terangnya.

Dalam akun instagramnya, Jokowi pun membagikan moment umrah dia bersama keluarganya. Mengucapkan doa, bersyukur, lalu mengucapkan salam untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Subuh ini, saya dan keluarga mendapat kehormatan untuk memasuki Kakbah di Masjidil Haram," tulisnya dikutip Tagar News dalam akun Instagram @jokowi, Senin (15/4).

"Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan," tuturnya.

Kerja, Kerja, Kerja

Meski tujuan awal untuk ibadah umrah, lepas dari segala kegiatan kampanye, sebagai presiden Jokowi memenuhi undangan yang dilayankan Raja Salman bin Abdulaziz. Jokowi pun tidak melakukan pertemuan sendiri karena istrinya Iriana, dan kedua putranya turut serta ikut dalam pertemuan Gibrang Raka Buming dan Kaesang Pangarep.

"Saya, Ibu Negara, Gibran dan Kaesang, siang ini bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Pribadi Raja di Riyadh, Arab Saudi. Beliau menyambut kami di halaman depan istana dengan hangat. Raja Salman yang dua tahun lalu berkunjung ke Indonesia, terlihat sehat dan bugar. 'Saya juga senang Presiden Jokowi bisa memenuhi undangan saya,' katanya," terang Jokowi dalam instagram pribadi milik dia.

Usai makan siang, keduanya pun berbincang memberikan sanjungan satu sama lain. Pada kesempatan pertemuan itu, Raja Salman memberikan hadiah kejutan untuk Presiden Jokowi berupa pemberian kuota tambahan sebanyak 10.000 bagi jamaah haji.

"Kepada sang penjaga dua kota suci, saya menyampaikan apresiasi dari masyarakat Indonesia atas diberikannya kuota tambahan kembali sebesar 10.000 bagi jamaah haji kita. Indonesia dan Arab Saudi juga akan terus meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama di bidang energi dan pariwisata," beber Mantan Wali Kota Solo tersebut.

Menurutnya, Raja Salman sempat pula memberikan apresiasi terhadap pemerintahan yang dipimpinnya dalam kurun 4,5 tahun ini. Sebab, selama ini mampu menjaga stabilitas kawasan dan dunia.

"Raja Salman sendiri juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia," pungkasnya.

Baca juga: