Sekjen PBB dan Dirjen WHO Sampaikan Strategi Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 di negara-negara berkembang bisa “hancur berantakan” tanpa distribusi vaksin global yang lebih baik
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berpidato di Sidang Umum PBB di New York City, 21 September 2021. (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta - Sekjen PBB, Antonio Guterres, 7 Oktober 2021, mengatakan vaksinasi Covid-19 di negara-negara berkembang bisa “hancur berantakan” tanpa distribusi vaksin global yang lebih baik, menyebut sikap tidak membagi vaksin yang setara itu sebagai “tidak bermoral” dan “bodoh.”

Berbicara dalam konferensi pers Badan Kesehatan Dunia WHO, Guterres mengingatkan bahwa jika virus itu dibiarkan “merebak seperti kebakaran hutan di bagian selatan dunia,” maka ada risiko munculnya varian yang kebal vaksin “dalam waktu dekat.”

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom GhebreyesusDirektur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Namun, ia mengakui bahwa PBB dan WHO tidak berdaya untuk memaksa perusahaan (pembuat vaksin) melisensikan vaksin secara lebih luas atau memaksa negara-negara kaya untuk mempertimbangkan kebutuhan vaksinasi negara lain.

Target WHO Akhir Tahun: 40% Warga Dunia Divaksinasi

Dalam kesempatan yang sama Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan peluncuran strategi untuk mencapai vaksinasi global Covid-19 pada pertengahan tahun 2022. WHO menargetkan setidaknya 40% warga di setiap negara telah divaksinasi pada akhir 2021 dan 70% pada pertengahan tahun 2022.

“Untuk mencapai target itu dibutuhkan setidaknya 11 miliar dosis vaksin. Ini bukan soal pasokan. Ini soal alokasi,” tegasnya.

Ditambahkannya, angka vaksinasi saat ini “menyembunyikan ketidakadilan yang mengerikan” yang membuat manusia berada di “jurang kegagalan.”

Sementara itu menjawab pertanyaan wartawan, Asisten Direktur Jendral WHO Mariangela Simao juga menegaskan bahwa proses persetujuan untuk vaksin Sputnik V Rusia “akan dimulai kembali” setelah “ditunda karena kurangnya beberapa prosedur hukum.” (em/lt)/voaindonesia.com. []

Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19 Adalah Hal Bodoh

Ketimpangan Vaksin Covid-19 Jadi Fokus di Majelis Umum PBB

COVAX Minta Agar Kesenjangan Vaksin Covid-19 Tidak Kian Lebar

Desakan Agar G7 Buka Akses Vaksin untuk Negara Miskin

Berita terkait
94 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksinasi Covid-19
Sampai 4 Oktober 2021 sudah 94 juta orang Indonesia yang divaksinasi Covid-19 dosis pertama
0
Sekjen PBB dan Dirjen WHO Sampaikan Strategi Vaksinasi Covid-19
Vaksinasi Covid-19 di negara-negara berkembang bisa “hancur berantakan” tanpa distribusi vaksin global yang lebih baik