UNTUK INDONESIA
Sejarah Paskibraka di Indonesia
Siapakah yang pertama kali membentuk pasukan bendera dan siapa yang memiliki ide tersebut?
Paskibraka Nasional

Jakarta - Pemerintah selalu mencari putra dan putri terbaik untuk direkrut menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) setiap menjelang hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Anggota paskibra itu akan mengibarkan bendera di Istana Merdeka, Jakarta.

Mereka adalah para pelajar terbaik hasil seleksi ketat dari anggota paskibra tingkat sekolah, lalu ke tingkat provinsi untuk dibawa ke tingkat nasional. 

Mereka dikumpulkan dan dikarantina di suatu tempat untuk mendapatkan segenap pelatihan fisik dan mental serta kedisiplinan. Karantina itu berlangsung setelah perekrutan hingga menjelang HUT RI. Setelah itu, mereka bersiap menjalankan tugas mengibarkan bendera.

Barangkali banyak orang yang belum mengetahui kapan terbentuk paskibra dan siapa pencentusnya.

PaskibrakaPaskibraka di istana tahun 90an, sutradara terkenal Joko Anwar tergabung dalam pasukan tersebut. (Foto: Twitter/@jokoanwar)

Pasukan pengibar bendera ini dibentuk oleh Mayor M. Husein Muhatar. Dia adalah ajudan Presiden Soekarno. Waktu itu Soekarno menyuruh Mayor Husein untuk mempersiapkan segala sesuatunya menjelang perayaan HUT ke-2 detik-detik Proklamasi 1946. Mayor Husein juga diberi tugas mempersiapkan pemindahan ibu kota ke Yogyakarta.

Mayor Husein kemudian dibantu para pemuda pemudi dari seluruh Indonesia untuk mempersiapkan agenda proklamasi itu. Kepikiran dalam benak Mayor Husein untuk membentuk pasukan pengibar bendera. 

Tapi, kala itu namanya masih pasukan penggerek bendera pusaka sebelum berganti nama paskibraka. Sosok yang pertama kali menaikan bendera pusaka pada HUT ke-2 RI adalah Latif Hendraningrat dan Suhud S. Boleh dibilang cikal bakal terbentuknya paskibra adalah dimulai tahun 1946.

Gagasan Mayor Husein sempat terkendala karena sarana transportasi yang tidak mendukung sehingga pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) hanya lima orang terdiri dari tiga pemuda dan dua pemudi. Paskibraka bentukan Mayor Husein yang hanya lima orang ini berlangsung dari 1946 sampai 1949.

PaskibrakaFoto ini merupakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat. (Foto: angkasaonline.com)

Mayor Husein tidak lagi mengemban tugas sebagai pembina paskibraka sejak ibu kota pindah ke Yogyakarta pada 1950. Tugas itu diambil alih oleh Rumah Tangga Kepresidenan hingga tahun 1966.

Tak berlangsung lama, Mayor Husein kembali mengemban tugas sebagai pembina paskibraka masa Presiden Soeharto pada 1967. Pada masa ini, Mayor Husein mengubah formasi paskibraka menjadi tiga kelompok sesuai filosofi hari kemerdekaan 17 Agustus 1954.

Tiga kelompok yang dimaksud adalah kelompok pertama adalah pasukan 17 disebut sebagai pasukan pengiring atau pemandu. Kelompok kedua, pasukan 18 disebut pasukan inti pembawa bendera, dan kelompok ketiga adalah pasukan 45 disebut sebagai pasukan pengawal.

Saat itu, Mayor Husein berencana ingin melibatkan mahasiswa Akabri tapi kala itu mereka mengemban tugas yang sangat sulit. Akhirnya, dia memutuskan untuk memanggil putra-putri daerah yang sedang mengenyam pendidikan di Jakarta.

PaskibrakaPaskibraka Nasional 1999, dibutuhkan kesiapan mental dan fisik selama melewati tahapan proses penyaringan. (Foto: Facebook/kompasiana)

Pada 1968, pasukan pengibar bendera mengalami perubahan, akhirnya pasukan 45 diambil alih oleh pasukan pengawal presiden yang dulu disebut Paswalpres sebelum berubah nama menjadi Paspampres.

Tahun berikutnya, Presiden Soeharto membagikan duplikat bendera pusaka dan naskah proklamasi ke seluruh gubernur di Indonesia agar dapat melaksanakan upacara bendera HUT RI secara utuh.

Akhirnya, Idik Sulaeman mencetuskan istilah baru pasukan penggerek bendera pusaka menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka). Idik adalah adik didik Mayor Husein.

Istilah dalam Paskibra

1. Purna Paskibra Indonesia (PPI) adalah organisasi muda-mudi yang pernah mengemban tugas sebagai pasukan pengibar bendera di tingkat kabupaten atau kota, provinsi dan nasional.

2. Paskibra adalah istilah untuk pasukan pengibar bendera di lingkungan sekolah, biasanya berupa ekstrakurikuler yang kemudian diutus oleh pihak sekolah untuk mewakili tingkat kabupaten atau kota melalui seleksi.

3. Paskibraka merupakan pasukan yang bertugas mengibarkan bendera di tingkat nasional.

4. Purna Paskibraka adalah sebutan bagi anggota paskibraka yang telah mengikuti pelatihan Pandu Ibu Indonesia Pancasila dan selesai menjalankan tugas pengibaran bendera pusaka.

Menjadi pasukan pengibar bendera pusaka tidaklah mudah. Harus melewati berbagai proses dan seleksi, yaitu seleksi bagi pasukan di tingkat kota atau kabupaten akan dimulai pada bulan Maret dan April. 

Apabila lolos maka selanjutnya menjalani seleksi ke tingkat nasional pada bulan Mei. Pada tingkat ini akan dipilih sepasang yang akan mewakili provinsi masing-masing daerah untuk bertugas di istana.

Sementara bagi anggota paskibraka tingkat nasional hanya memasuki asrama tiga minggu sebelum tampil di istana, mereka menjalani latihan baris berbaris dan formasi di Pusat Pelatihan Paskibraka di Cibubur. Pada tanggal 14 dan 15 Agustus, mereka akan melakukan gladi bersih dan gladi kotor. 

Pada 16 Agustus, mereka akan dilakukan pengukuhan. Esoknya, pada 17 Agustus akan melaksanakan tugas untuk pengibaran pada pagi hari dan penurunan pada sore hari.

Selain menjalani latihan fisik baris berbaris, pasukan pengibar bendera juga dibekali dengan Latihan Pandu Ibu Indonesia Berpancasila yang sudah menjadi tradisi sejak 1968. Hal itu bertujuan untuk mempersiapkan anggota paskibraka menjadi calon-calon pemimpin pada masa depan.

Lambang Paskibraka

PaskibrakaLogo Paskibraka, dua pemuda-pemudi Paskibraka menengok kekanan dengan seragam PDU. (Foto: Ist)

Paskibraka memiliki dua lambang yakni, lambang pertama adalah dua pemuda-pemudi paskibraka menengok ke kanan dengan seragam PDU. Lambang tersebut menandakan anggota paskibraka masih aktif bertugas.


PaskibrakaLogo kedua Paskibraka, daun dan bunga teratai yang memiliki makna tiga helai daun yang tumbuh keatas. (Foto: paspram)

Sementara lambang kedua, daun dan bunga teratai yang memiliki makna tiga helai daun yang tumbuh ke atas, paskibraka harus belajar, bekerja, dan berbakti. 

Tiga helai daun yang tumbuh mendatar artinya seorang paskibraka harus aktif, disiplin, dan bergembira. Bunga teratai melambangkan jiwa seorang paskibraka yang sangat mulia, dan bunga teratai dimaknai bahwa pemuda-pemudi Tanah Air harus membangun dan mekar.

Baca juga:

Berita terkait
0
Seusai Mahfud MD, Christiany Tetty Tiba di Istana
Christiany Eugenia Tetty Paruntu, bupati terpilih di Kabupaten Minahasa Selatan periode 2010-2015 menjadi orang kedua yang datang ke Istana Negara.